Besi Setumpul Apapun, Jika Diasah Akan Menjadi Tajam

Seorang rascal yang dalam bahasa Indonesia disebut kurang ajar berarti masih ada harapan. Masih bisa diajari. Asal, syaratnya adalah kalau diasah.  Tanpa proses itu, seorang bodoh tetap bodoh, si tumpul tetap tumpul, dan yang kurang ajar tetap kurang ajar.

Persoalannya, si tumpul mau tidak diasah? Si bodoh mau nggak diproses, diolah sehingga menjadi pintar, dan si kurang ajar mau nggak diajari sesuatu?

Intinya ketumpulan kita, kebodohan kita, kekurangajaran kita, sesungguhnya, tidak menjadi soal, tidak menjadi problem yang berat-berat banget. Semuanya bisa dibalikkan, asal ada kemauan dalam diri kita sendiri. Kemauan untuk menjadi pintar, tidak tumpul lagi, tidak bodoh lagi. Dan, ada kerelaan untuk diri kita diolah, diproses, diolah.

……………..

Kami orang Bali, kita – Anda saya – sudah Hindu, maka sudah mengetahui segala sesuatu. Tidak heran kalau ada yang merasa tidak perlu membaca Bhagavad Gita, karena doeloe sudah pernah baca. Doeloe kapan? Waktu masih kuliah, baca sekali sudah cukup.

Kalau Bapak Bangsa kita perlu membacanya beberapa kali, Gandhi, Sang Mahatma membacanya setiap kali menghadapi persoalan, untuk mendapatkan inspirasi. Tokoh-tokoh Barat seperti Ralph Waldo Emersondan Henry David Thoreau pun mengaku membaca Gita berulang kali untuk mendapatkan pencerahan dari hari ke hari.

Tapi mereka adalah Orang Barat yang tidak mengerti, kita orang Timur, orang Bali, Hindu pula – kita lebih mengerti. Jadi tidak heranlah mereka membaca Bhagavad Gita berulang kali, kita mah sekali saja, sudah mengerti, sudah paham.

Lalu bagaimana dengan Gandhi?

……………..

Inilah tantangan yang dihadapi oleh tokoh-tokoh kita di Bali, di Indonsia: Bagaimanamengasah diri saya dan Anda, diri kita yang masih bodohmasih tumpul – supaya jadi tajam.

Silakan ikuti Artikel Bapak Anand Krishna berikut:

 

Sumber, artikel: Puntul-puntulan Besi yen Sanghi Dadi Mangan oleh Bapak Anand Krishna

Media Hindu Edisi 175 September 2018

Advertisements

Sabda Sang Guru 4 Pancha Yajna Bag 3 Kewajiban Untuk Berbagi

 

Sumber Media Hindu Edisi 172 Juni 2018

Artikel terkait:

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2018/05/10/sabda-sang-guru-3-pancha-yajna-kewajiban-untuk-berbagi/

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2018/05/10/sabda-sang-guru-2-shraddha-bhakti-ekagrataa/

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2018/05/07/sabda-sang-guru-1-devosi-tanpa-disiplin-tidak-berharga/