Wejangan Anand Krishna: Melayani Gusti dalam Wujud Anak, Suami, Istri

“Wahai Dhananjaya (Arjuna, Penakluk Kebendaan), (ketahuilah) tiada karma, tiada perbuatan yang dapat membelenggu seseorang yang senantiasa berkarya dalam yoga, tanpa pamrih, dan dengan semangat melayani; keraguannya teratasi sudah oleh Pengetahuan Sejati; dan dirinya terkendali.” Bhagavad Gita 4:41

https://bhagavadgita.or.id/

 

Tercipta belenggu, tercipta keterikatan, ketika saya melayani suami saya karena dia adalah suami saya. Saya melayani istri saya karena dia adalah istri saya. Saya,,aku. Saya memberikan uang, memberikan pendidikan kepada anak-anak saya karena mereka adalah anak-anakku. Aku ini yang menciptakan keterikatan.

Sehingga nomer satu adalah bukan keluarga sebetulnya, tapi aku. Karena dia adalah suamiku, dia adalah istriku, dia adalah anakku, maka aku memperhatikan. Kalau belum jadi istri, nggak diperhatikan. Belum jadi suami, nggak diperhatikan. Anak kita sekarang, kalau lahir di rumah orang lain, tidak diperhatikan juga. Ini yang menciptakan keterikatan.

Apa yang sedang Krishna katakan, apakah kita tidak melayani orang tua tidak melayani suami, istri, anak. Tidak. Tetapi layani mereka semua karena mereka adalah makhluk-makhluk Gusti, Sang Hyang Widhi, Tuhan yang sama.

Jadi cuma mengubah cara melihat kondisi. Tetap melayani orangtua, tetap melayani anak, tetap melayani keluarga, tetap melakukan semuanya. Tapi bukan karena mereka adalah milikku. Begitu kita bebas dari aku, aku, aku ini, kita akan bahagia, anak kita akan bahagia, bapak kita, ibu kita di rumah akan bahagia.

Dari kecil anak-anak kita diajarkan mathru devo bhava, anggaplah ibumu sebagai Tuhan. Pithru devo bhava, anggaplah ayahmu sebagai Tuhan. Acharya devo bhava anggaplah para guru yang mengajarkan ilmu dan sebagainya sebagai Tuhan. Sebagai wujud dari Gusti. Wujud dari Hyang Widhi, Yang Nyata, Yang Mulia.

Maksudnya apa? Jauh melebihi hubungan keluarga kita sekarang. Jauh melebihi, Krishna mengatakan hubungan keluarga kalau berdasarkan aku, aku, aku kita menciptakan keterikatan dan kita juga melayani tanpa mengharapkan sesuatu. Anak-anak sedang besar, menjadi besar. Waktu masih kecil, dimarahi diapa masih oke kan, begitu sudah jadi dewasa, tentu tidak oke lagi. cara kita berhadapan dengan seorang anak yang masih kecil dan anak yang besar, bagaimana kita memperlakukan, dua halyang berbeda.

Tapi kalau dari awal, sebelum anak itu dewasa, kita sudah menganggap bahwa semua, segala sesuatu dalam hidup saya ada suami, ada istri, ada anak, ada pembantu, ada supir, ada mertua, ada orang tua, ada adik, ada kakak, semuanya adalah wujud dari sinar suci yang sama. Hyang Widhi yang sama. Tuhan yang sama. Hubungan kita akan menjadi lebih baik.

Jauh melebihi hubungan kita yang sekarang ini yang selalu panas dingin. Hubungan suami istri kan selalu panas dingin kan? Nggak selalu panas, nggak selalu dingin, jadi mati tidak, hidup tidak. Setengah-setengah. Kadang berantem kadang ini, kadang begitu. Anak kalau sudah besar kita mengharapkan sesuatu kalau anak tidak patuh juga sedih. Nggak bisa ngomong. Sama suami masih bisa berantem. Zaman sekarang sama istri masih bisa berantem. Sama anak, nggak bisa ya. Anak akan berontak.

Sama suami istri masih cekcok, masih kadang-kadang masih bisa. Tapi sama anak, sudah tutup mulut kita. Kenapa bisa demikian? Karena aku, aku, aku ini. Ini adalah anakku, suamiku, kalau dari awal kita mengubah sikap kita. Aku sedang melayani Tuhan Sang Hyang Widhi, dalam wujud anak, dalam wujud suami, dalam wujud istri, dalam wujud saudara. Dalam wujud orang tua. Dalam wujud mertua. Dalam wujud teman, kerabat, kawan, maka cara pandang kita dengan diubah begitu, hubungan kita akan menjadi jauh lebih mesra.

Krishna mengatakan tidak akan membelenggu, seperti itu ketika kita melayani anak dengan pemikiran dia adalah anakku kita menciptakan keterikatan. Tapi melayani anak, melayani suami, melayani istri karena semuanya ini adalah wujud dari Hyang Widhi yang sama, tidak ada keterikatan lagi. Kita bebas dari keterikatan.

Tetap di rumah,tetap bersuami, tetap beristri. Di Bali ada tradisi yang indah sekali tradisi Sulinggih di Bali. Seorang Sulinggih itu bebas dari keterikatan, demikian secara budaya Bali begitu. Walaupun seorang Sulinggih tetap hidup bersama istri. Apa sebutannya Pedande istri, tetap hidup sama istri. Tapi tanpa keterikatan, seorang Sulinggih sedang mempraktekkan, apa yang dikatakan oleh Krishna.

Tetapi Krishna mengatakan, bukan cuma Sulinggih, tapi kita semua semestinya mempraktekkan, seperti itu. Sepertinya dengan cara begitu, dan hanya dengan cara begitu, kita bisa bebas dari segala macam kekacauan dalam hubungan kita. Di rumah tangga, di masyarakat. Dengan semangat melayani keraguanmu juga akan bebas, oleh Pengetahuan sejati. Apapun yang sedang terjadi, dalam hidup kita.

Ada pelajaran dan kita tidak memahami dan kita beraduh-aduh. Saya juga pun demikian, kalau sedang menjalani suatu masa yang penuh dengan gejolak. Kita juga kadang-kadang beraduh-aduh. Semua orang demikian, tapi setelah berlalu pengalaman itu, kita baru tahu, kita baru sadar, pengalaman itu pun memiliki suatu pelajaran.

Sebetulnya, alam semesta sudah mengajarkan kepada kita. Kalau kena flu, masuk angin, parah, menunjukkan apa? Bahwa badan kita ini butuh istirahat. Kalau kita memberikan istirahatyang cukup, dia sembuh dengan sendirinya. Lagi sakit perut, lagi sakit apa pun juga.

Sebetulnya, awal mula dari penyakit, itu darimana? Dari makanan, asupan. Dan makanan bukan yang cuma lewat mulut. Lewat kuping, lewat mata. Kita mendengar gossip melulu kita mencari persoalan. Ada orang sedang menjelek-jelekkan, kita. Kita tidak mendengar, tidak ada yang memberitahu, oke-oke kan? Tapi begitu diberitahu, si anu lagi bicarain kamu, langsung kita…… jadi apa yang kita terima lewat, pancaindra kita, lewat mata melihat, sesuatu yang tidak beres. Mendengar sesuatu, memakan sesuatu tapi kesehatan fisik sangat terganggu. Pikiran juga makanan memperparah situasi.

Sumber: Video Youtube Bersama Anand Krishna Bhagavad Gita Sehari-Hari Ayat 04:41-42 Cara Membebaskan Diri dari Kekacauan dalam Hubungan Rumah Tangga

https://www.youtube.com/watch?v=9Kxkoqb4vdY

 

https://www.akcjoglosemar.org/wp/

https://www.anandkrishna.org/

 

Advertisements