Wejangan Anand Krishna: Lahir, Dewasa, Berkeluarga, Tua Dan Mati? Hidup Demikian Saja?

“Demikian, banyak sekali cara panembahan yang dijelaskan oleh Brahma, Sang Pencipta (lewat Veda). Ketahuilah bila semuanya itu menyangkut  perbuatan nyata (dengan semangat panembahan). Dengan pemahaman dan penghayatan akan hal ini, niscaya kau terbebaskan  (dari segala duka dan dosa-kekhilafan).” Bhagavad Gita 4:32

https://bhagavadgita.or.id/

 

Di sini Krishna menjelaskan, apa sebetulnya upacara itu, yajna itu, persembahan itu. Persembahan itu bukan cuma menghaturkan persembahan dalam bentuk bunga atau apa. Tidak. Ini adalah simbolik sekali di sini Krishna jelas-jelas mengatakan cara panembahan itu dengan kerja nyata.

Ini simbolik untuk mengingatkan kita, tapi setelah itu kerja nyatanya yang penting. Jadi banyak cara, untuk melakukan, menghaturkan persembahan, tapi ujung-ujungnya semua cara itu menyangkut kerja nyata.

Tidak bisa kita cukup menghaturkan persembahan dalam bentuk bunga, atau upacara lainnya, kemudian kita menutup mata terhadap orang yang sengsara, orang yang sedang berduka, keluarga yang sakit, tetangga yang sedang kena musibah. Kalau kita menutup mata terhadap semua itu, dan cuma melakukan persembahan dengan cara begini, ini salah. Ini keliru. Dan di sini Krishna menjelaskan lebih lanjut, persembahan yang paling penting itu menjelaskan apa sebetulnya.

 

“Wahai Parantapa (Arjuna, Penakluk Musuh), sesungguhnya persembahan berupa Pengetahuan Sejati – manembah dengan cara berbagi Pengetahuan Sejati adalah lebih mulia daripada persembahan berupa harta-benda,materi. Akhir dari segala perbuatan adalah Pengetahuan Sejati.” Bhagavad Gita 4:33

https://bhagavadgita.or.id/

 

Bagaimana kita memberikan pengetahuan kepada orang-orang lain, tapi bukan hanya pengetahuan, biasa. Pengetahuan Sejati berarti apa? Pengetahuan tentang diri sendiri. Kita berada di dunia ini untuk apa, urusannya apa. Apa cuma lahir makan minum beristri punya anak, kemudian ujung-ujungnya mati. Apakah itu saja yang menjadi tujuan dari hidup ini.

Orang punya uang juga mati, orang tidak punya uang juga mati. Orang punya uang banyak juga kadang-kadang mati di rumah sakit, tidak ada seorang pun yang menjenguk. Keluarga pun melupakan.

Ada orang baru-baru ini saya dengar, saya pernah kenal dia dulu. Sudah hampir tiga setengah tahun dia dalam kondisi koma. Tiga setengah tahun, dan ketika ditanya, saya tanya sama keluarganya, saya tanya bagaimana kondisinya, dia pertama agak nggak mau jawab, dia agak mengelak. Tapi saya tahu anaknya sendiri, sudah tiga setengah bulan tidak menjenguk dia. Banyak alasan, lagi sibuk, lagi ini, lagi travelling keluar negeri. Tentu kan tidak tiga bulan travelling terus kan, pasti pulang ke negerinya dua tiga hari. Tidak ada dorongan untuk menjenguk orang tua yang sudah membesarkan dia, dan selama 3 bulan dia tidak menjenguk orang tuanya. Saya tidak mau sebut nama, tapi salah satu pejabat tinggi di negeri ini. Kita semua tahu namanya. Saya ketemu dengan asprinya, setelah beliau meninggal. Dia bilang enam bulan terakhir, tidak seorang pun anaknya menjenguk, anak-anak yang dia besarkan.

Dia punya banyak persoalan karena anak-anak itu, dia menghadapi banyak persoalan, anak-anak yang berbuat, yang menghadapinya orang tua. Tapi dalam jelang masa kehidupannya yang sudah senja, satu dari sekian banyak anak pun, tidak ada yang menjenguk.

Inilah kondisi kita. Dan ini bisa terjadi pada siapapun. Krishna mengatakan, Pengetahuan Sejati dan dalam Sara Samuccaya juga Vyaas mengatakan, Vararuci yang kemudian mengumpulkan ajaran-ajaran dari Vyaas itu, Abhyasa, dalam pustaka suci Sara Samuccaya, dan berdana punya yang paling tinggi itu berupa Pengetahuan Sejati.

Entah lewat buku, entah lewat bicara, menyampaikan kepada orang, memberikan sedikit pencerahan. Sekarang kita banyak sekali, video di youtube dan sebagainya, berbagi video ini juga berdana punya. Jangan bagi, forward message-message pesan yang nggak berguna. Berbagi sesuatu yang berguna. Dia mau dengar, tidak mau dengar bukan urusan kita.

Kita juga tidak usah menegur dia, atau apa tapi kita tetap berbagi. Berbagi lewat buku, berbagi lewat apa pun. Kemarin kita adakan upacara Metatah, dan upayanam. Bukan cuma upacara, tapi kita berusaha menjelaskan, makna dari upacara itu. Nanti mungkin ada orang tua yang anaknya ikut. Saya lihat ada dr Suartika ada Dian, ada Kadek Yasa, atau anaknya sendiri ikut, nanti bisa direkam sedikit pengalamannya. Apa yang mereka peroleh dari acara kemarin itu. Ini juga merupakan penyebaran pengetahuan. Bukan cuma acara selesai, selesai. Kemarin juga saya jelaskan, kita memberikan sertifikat itu untuk apa, bukan untuk show-show-an. Bukan untuk pamer bukan. Tapi untuk mengingatkan diri. Dibingkai, taruh di kamar anak. Biar anak sendiri yang memilih bingkainya. Sehingga mengingatkan, bahwa saya pernah mengikuti upacara ini, dan makna dari upacara ini apa.

Semuanya ini dalam rangka berdana punya lewat pengetahuan. Dan berdana punya lewat pengetahuan itu, derajatnya sama dan lebih tinggi malah. Dari persembahan dalam bentuk apapun juga. Ini bukan kata-kata kita. Kata-kata Krishna.

 

Sumber: Video Youtube Bersama Anand Krishna Bhagavad Gita Sehari-Hari Ayat 04:32-40 Raihlah Pengetahuan Sejati Tentang Diri Dan Akhiri Segala Keraguan

https://www.youtube.com/watch?v=yc6A892e-34

https://www.akcjoglosemar.org/wp/

https://www.anandkrishna.org/

Advertisements