Wejangan Anand Krishna: Sulit Mati, Tarik Ulur Kematian, Mengapa?

“Ada pula yang mengendalikan makanannya, dan mempersembahkan prana – hidup mereka – untuk melestarikan kehidupan, menunjang kehidupan umum. Sungguh mereka semua yang sedang menyembah, menghaturkan persembahan dengan berbagai cara itu, memahami arti panembahan, dan oleh karenanya terbebaskan dari segala dosa-kekhilafan.” Bhagavad Gita 4:30

https://bhagavadgita.or.id/

 

Kalau kita bisa berhenti makan daging. Peternakan itu tidak punya bisnis, kita akan membantu dalam pencemaran lingkungan. Dalam global warming. Karena begitu banyak kontribusi dari peternakan terhadap global warming. Lingkungan kita rusak. Air yang dimakan oleh binatang-binatang yang diternak, sengaja untuk disembelih.

Banyak sekali melestarikan hidup melestarikan kehidupan. Selama kita masih ingat bahwa hidup ini bukan untuk kepentingan diri saja. Tapi saya harus berkontribusi terhadap orang lain, masyarakat, maka Krishna mengatakan memahami arti panembahan itu, offering yang sesungguhnya itulah banten yang sesungguhnya. Banten yang sekarang kita gunakan, persembahan yang kita haturkan, di atas altar, lilin kita nyalakan, dupa kita bakar, semua persembahan itu simbolik, persembahan yang sesungguhnya adalah bagaimanan membantu sesama manusia. Saya mengatakan melayani kemanusiaan dan melayani kemanusiaan itu adalah kita harus bertindak sebagai manusia.

Tadi saya bicara soal rabies. Kalau ada anjing gila, kadang-kadang kemudian dibawa oleh pemerintah atau apa dan dijarumin, biardia mati. Anjing menggigit orang dianggap anjing gila dan dibunuh. Kita menyembelih begitu banyak binatang, kita makan binatang, kita merusak lingkungan, coba, seharusnya diapain. Tapi jangan kuatir, anjing perlu disuntikin agar dia mati. Kita sedang membunuh diri. Dengan memberikan asupan yang tidak benar untuk tubuh kita. Tidak sehat untuk diri kita. Kita sedang merusak kesehatan kita sendiri. Jangan tunggu sampai saya perkirakan dalam waktu 10 tahun mendatang, 5-10 tahun mendatang dokter-dokter di Indonesia pun akan mengajurkan, jangan makan daging. Tapi selama 10 tahun ini kalau Anda masih sehat, terima kasih Tuhan, kalau jatuh sakit, baru dokter mengatakan jangan makan daging. Terserah pilihan di tangan kita. Jangan percaya sama saya.

 

“Wahai Kurusattama (Arjuna, yang terbaik dalam Dinasti Kuru), ia yang menikmati apa saja yang tersisa dari persembahannya, sesungguhnya menikmati Amrta – kehidupan langgeng, dan mencapai Brahman Hyang Kekal Abadi. Sebaliknya bagi mereka yangtidak melakukan persembahan, tiada suatu (kenikmatan) apa pun di dunia ini, apalagi di alam lain (setelah menyelesaikan masa kehidupan di alam benda ini).” Bhagavad Gita 4:31  

https://bhagavadgita.or.id/

 

Tidak ada kebahagiaan yang kekal abadi. Kalau kita cari uang untuk diri-sendiri. Banyak orang saya ketemu. Usia sudah 78 tahun, 79 tahun, dia bilang sekarang stress saya sekarang paling hebat itu adalah saya punya begitu banyak uang, anak-anak saya semuanya tida kada yang beres. Ini uang akan saya tinggalkan, nggak sampai 5 tahun akan mereka habiskan semuanya.

Stress berat, apakah kita mau seperti itu? Punya uang nikmati nggak usah foya-foya di Kuta nggak usah dugeman di sana. Tapi gunakan uang itu untuk sesuatu yang baik sesuatu yang berharga. Jangan sampai mau mati juga, nggak tenang. Mau mati nggak jadi mati, ingat rumahnya, jadi mati pun nggak bisa. Tarik ulur-tarik ulur, banyak orang seperti itu. Jangan sampai seperti itu. Untuk itu hidup tenang, matinya pasti tenang. Guru saya selalu mengingatkan, kalau mau fotonya bagus, senyumlah selalu. Kalau disini Baloma lagi foto. Kalau nggak senyum tiba-tiba keluar fotonya. Sekarang sih diedit oleh dia. Yang bagus dipilih. Kalau nggak bagus nggak dipilih.

Dulu ingat nggak, masih pakai roll fotonya. Kan mahal kan satu roll 36 foto. Ada bonusnya satu dua foto, kalau rusak ya rusak. Kalau sekarang nggak, dia jepret 100 foto tinggal dia yang cari. Kalau dia lagi sentimen dengan Anda.

Istri-istri harus jaga-jaga. Suaminya fotograper tuh. Kalau dia lagi marah, istrinya masak nggak benar, you know what they do? Ambil jepret cepat-cepat 100 foto, kan nggak bayar dia, yang nggak suka delete kan, cari foto yang paling jelek, pasti ada. Jepret 100 foto. Pasti ada yang satu paling jelek, mata lagi begini atau lagi begini. Lagi ngantuk begini. Masukin diinstagram. Jadi viral besok pagi, gimana saya dapat istri yang jereng nggak ngerti apa-apa. Kelihatannya setengah gila, kalau nggak diceraiin gimana? Bisa jadi untuk menceraikan istri.

Lihat dia (Baloma) sudah mulai beraksi tuh. Jad ikalau fotonya mau bagus, senyumlah selalu. Maka fotonya pasti bangus. Kalau sekali-sekali nggaksenyum, kita lagi cemberut, fotonya nggak akan bagus. Tapi jangan juga pakaisenyuman plastik, ada orang yang senyumannya plastik. Senyum terus (giginya dibuka) senyumnya begitu karena saya juga lagi gemuk. Sepuluh hari terakhir saya makannya terlalu banyak, jadi tersenyum begini matanya seperti mata sipit. Dari mata besar jadi mata sipit. Tiba-tiba satu garis. Jadi hati-hati. Jadikan hidup ini sebagai persembahan, sehingga hidupnya tenang hidupnya bahagia, matinya juga damai. Terima kasih.

 

Sumber: Video Youtube Bersama Anand Krishna Bhagavad Gita Sehari-Hari Ayat 04:26-31 Layani Tuhan dengan Melayani Kemanusiaan dan Masyarakat


https://www.youtube.com/watch?v=NVTsF18fB1M&t=4s

https://www.akcjoglosemar.org/wp/

https://www.anandkrishna.org/