Wejangan Anand Krishna: Layani Tuhan dengan Melayani Kemanusiaan dan Masyarakat

“Sebagian orang menyembah dengan cara menghaturkan hartanya; sebagian dengan bertapa; sebagian melakoni Yoga; sebagian dengan mengikuti berbagai laku spiritual secara ketat; dan sebagian lagi dengan mempersembahkan pengetahuan yang diperolehnya lewat pendalaman-pendalaman kitab suci pada Api Suci Kebijaksanaan Abadi.” Bhagavad Gita 4:28

https://bhagavadgita.or.id/

 

Apapun yang kita pelajari, dari kitab-kitab suci dari kepercayaan masing-masing, harus dipersembahkan, dihaturkan, diekspresikan lewat kerja nyata kebijaksanaan. Kita baca kita belajar, jadilah jujur, apakah cukup kita belajar saja? Kita harus mempraktekkan kejujuran. Setelah kita praktekkan baru ada gunanya, kalau nggak Cuma belajar saja nggak berguna.

 

“Ada pula yang menghaturkan persembahan dengan cara pengaturan prana atau energi kehidupan lewat napas – napas yang masuk dan napas yang keluar. Dengan cara itu, mereka mengatur hidup mereka (dan membuatnya layak untuk dipersembahkan).” Bhagavad Gita 4:29

https://bhagavadgita.or.id/

 

Kita sekarang di sini belajar kan, kita belajar untuk tarik napas pelang-pelan, buang napas pranayam, dalam yoga juga, meditasi juga. Kenapa kita mengatur napas itu? Supaya hidup kita sehat, dan kita bisa berbagi kesehatan. Kita sakit, kita sendiri menderita, tapi bukan kita saja yang sengsara, orang-orang sekitar kita. Coba pergi ke rumahsakit-rumah sakit, pergi ke klas dimana orang-orang yang tidak punya uang, tidak begitu beruntung mereka, sedang diobati. Dan lihat keluarga mereka, keluarga mereka yang menunggui mereka di sana. Tidak punya uang, tidak cukup uang, penderitaan yang luar biasa.

Kita mengatur napas untuk apa? Supaya kita menjadi sehat dan bisa berbagi sesuatu. Apa pun yang kita belajar di sini bagikan kepada orang lain. Kalau orang itu mau belajar,ajak ke sini. Coba jadikan ini sebagai suatu pemahaman yang betul. Tahu bahwa rasa bahagia, itu faktor utama untuk kesehatan. Kalau Anda bisa merasa bahagia, 50% persoalan Anda selesai. Nggak akan dihantui oleh stress dan sebagainya. Bahagia.

Dan nanti mungkin Archana masih ingat, orang itu paling bahagia, ketika dia membantu orang lain. Ada hormon yang keluar, saya lupa, hormon apa itu. Ada hormon tertentu yang keluar. Serotonin? Ketika kita membantu orang.

Setelah kita menjadi sehat dan berbagi kesehatan, kebahagiaan yang Anda peroleh, itu akan menambah kesehatan Anda. Akan membuat Anda lebih sehat lagi. Dan kebahagiaan yang Anda peroleh itu, adalah ketika membantu orang yang tidak memahami soal kesehatan dan tidak punya uang.

Kalau Anda punya uang, karena di sini juga butuh uang untuk maintenance dan sebagainya. Ada orang butuh program seperti ini nggak bisa bayar, Anda punya rejeki, bayarin. Kalau tidak punya rejeki, tidak bisa bayarin, orang itu nggak bisa bayar, bicara dengan pengurus di sini. Sampaikan kepada ibu Harumini yang jadi fasilitator, ini ada teman kita dan dia nggak bisa bayar atau semampunya berapa, jangan sampai ada satu pun orang, yang datang ke center ini, dan dia tidak bisa mengikuti program karena dia nggak bisa bayar. Jangan sampai terjadi begitu.

Mahasiswa yang belum punya penghasilan, kalau dari keluarga kaya silakan. Harus ada cross subsidy. Bisa dibayarin silakan,tidak bisa dibayarin jangan tolak. Bicarakan langsung dengan ibu Harumini, atau siapa pun di sini yang pengurus. Ini ada kasus begini, cari tahu dulu kalau dia betul-betul nggak bisa bayar, ada kebahagiaan yang kita peroleh, dan dari waktu ke waktu, kalau ada acara seva bhakti sosial ikut dalam acara-acara seperti itu, setiap minggu kita ada pelayanan di Krobokan. Tapi kadang-kadang suka dibatalkan oleh pihak Krobokan karena ada acara lain mereka. Ada kegiatan lain juga Seva dan ibu-ibu yang punya waktu, dan tidak mengganggu jadwal pada hari kerja, punya waktu, tidak mengganggu jadwal, bicarakan dengan ibu Harumini, Sukmawati, ada 2 orang, bicarakan sama mereka tanya, kira-kira perlu bantuan apa di sekolah. Membantu di boarding, ada sekolah ada 150-an anak, ada 20-an anak yang tinggal di situ, di asrama. Hal-hal kecil, hal-hal menjaga anak-anak, anak-anak juga saptu minggu di asrama, menjaga membantu.

Saya melihat di Thailand, anak-anak tinggal di asrama, 300-an anak, 2 jam lebih dari Bangkok, dan masih agak terpencil, masih seperti kampung. Anak-anak, di asrama belajar, ibu-ibu yang tidak punya pekerjaan, ataupun kalau mereka punya pekerjaan, seminggu sekali mereka datang ke asrama, untuk membantu. Ada seorang ibu datang membantu apa, setrika baju seragam anak. Ada ibu yang bantu untuk cuci baju. Jadi nggak ada yang dikirim ke laundry. Semua dicuci di sana. Ada yang bantu untuk urusan lain. Ada juga yang bantu di dapur. Masak juga ada yang bantu. Dengan cara begitu, kita mengembangkan rasa empati. Dan Anda memperoleh kebahagiaan dari situ. Yang bisa menyehatkan Anda. Jadi anggap tempat ini sebagai unit gawat darurat. Sudah jatuh sakit, mau ke mana bawa dulu ke unit gawat darurat. Sembuh dulu. Setelah sembuh layani masyarakat.

Sejak kemarin, kemarin ulang tahun kita yang ke 29. Ada yanghadir saya lihat. Kita punya motto sekarang, motto pelayanan, kita punya visi. visinya One Earth One Sky One Humankind, Satu Bumi Satu Langit Satu Umat Manusia. Satu kemanusiaan. Missinya apa, bagaimana mencapai itu, bagaimana mengekspresikan mewujudkan, dengan cara inner peace, damai, kedamaian dalam hati, dalam diri sendiri. Setelah itu communal love, cintailah masyarakat, setelah damai dengan diri sendiri. Baru cintanya cinta yang asli. Kalau nggak palsu. Dan setelah itu global harmony. Kita bisa menciptakan kedamaian harmony dalam lingkupan yang lebih luas lagi. Bahkan sampai global. Sampai seluruh dunia.

Tapi kemarin kita menciptakan satu motto, motto baru, lebih dipertegas lagi. Serve the Almighty layanilah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Esa, Gusti, Sang Hyang Widhi, apa pun sebutan-Nya. Layanilah Tuhan dengan melayani, serve the Almighty by serving humanity and sosiety. Dengan melayani kemanusiaan dan masyarakat. Saya tidak mengatakan dengan melayani, umat manusia, tidak. Dulu sering saya mengatakan, dengan melayani living beings. Melayani semua makhluk hidup. Tapi kemarin saya meralat, melayani kemanusiaan.

Kira kira ngerti bedanya antara melayani sesama dengan melayani kemanusiaan. Melayani kemanusiaan berarti melayani nilai-nilai luhur kemanusiaan. Melayani niai-nilai luhur kemanusiaan yang ada dalam diri kita. Apa nilai-nilai luhur itu?

Kalau ada  anjing yang berpenyakitan, dia kena rabies atau apa, nggak bisa diobati, atau kena penyakit apa, atau kalau ada binatang buas, yang makan manusia, kan dulu banyak. Kita masih tinggal di kampung. Suka ada babi, babi hutan. Mereka suka datang, ke kampung mereka merusak kampung itu. Melukai orang-orang makanya terus ada orang-orang yang memburu babi, jadi zaman dulu babi ngggak diternak, tidak ada peternakan babi untuk babinya dimakan. Nggak ada dulu. Karena ada babi-babi yang merusak desa kita, banyak babi kemudian diburu. Terus memburu juga tidak setiap hari memburu 1 babi zaman dulu.

Bukan memburu untuk sengaja, baca sejarah. Bagaimana terjadi awalnya. Memburu kemudian mereka ambil dagingnya, dimasak bersama-sama satu keluarga besar atau satu desa. Mereka makan bersama. Belum tentu, dan saya sampai tahun 70-an tidak melihat, ada rumah makan babi guling. Nggak ada zaman dulu babi guling. Nggak dijual, orang kalau makan babi guling itu kalau ada odalan. Baru ada babi guling. Nggak seperti sekarang, jual babi guling.

Di Solo dulu saya sering menceritakan makan nasi liwet, ayamnya sedikit Cuma berapa suwir. Sekarang nggak, dada mentok. Mau makan sate, dulu makan sate, satu, dua. Beli sepuluh sate lima orang yang makan. Sekarang saya pergi ke Solo, sekali waktu, orang tukang sate datang, nggak bilang lagi berapa makan sate, biasanya kan piring 10 tusuk.ini nggak, tanya pakai bahasa Jawa kamu, hari ini bawa berapa banyak sate. Ada 1.000 tuan. Ya sudah beli semuanya. Satu orang bisa makan 300 sate. Seribu siapa yang makan, kalian makan berapa makan saja dulu. 300 dia makan, sisanya taruh satu jam lagi makan lagi. Kita belum selesai ngobrol. Kalau nggak berpenyakitan, mau gimana lagi.

Jadi zaman dulu kita nggak membunuh binatang dengan cara begitu. Membuat hidup kita ini layak, kesehatan kita layak untuk bisa membantu orang. Sekarang nggak, kita tidak sehat masuk rumah sakit, keluar dari rumah sakit, sudah sehat, ayo makan steak dulu. Belum sampai rumah sudah sakit lagi.

Hampir di seluruh dunia sekarang, kalau kena kanker, pertama-tama disuruh jangan makan daging, karena daging itu adalah makanan bagi sel-sel kanker.

Orang kena kanker pertama-tama disuruh jangan makan gula pasir. Gula pasir adalah makanan untuk sel-sel kanker. Tapi di sini nggak, orang sakit tetap makan gula, tetap makan apa.

Saya mau makan satu kue saja, ada polisi sekitar saya, nggak boleh makan itu. Satu sudah cukup. Hari ini saya takjub, dulu saya Cuma punya satu polisi yang selalu mengikuti saya. Saya tidak akan sebut namanya. Hari ini dalam satu hari saya mendapatkan dua orang polisi baru, dan dua-duanya wanita. Di sekolah mau minum kopi, polisi. Disini dikasih kue sama Widja, polisi. Dan dua polisi baru hari ini. Tanpa saya gaji, tanpa saya bayar apa-apa, di sekolah ada satu polisi di sini ada satu polisi, oke fine ini juga nasib, tetapi itulah betul, itu yang betul. Jadilah polisi bagi diri sendiri. Perhatikan makanan , perhatikan tempat dimana Anda bekerja. Nggak ada asap rokok. Asap rokok itu sangat sangat jahat untuk kesehatan kita.

Sumber: Video Youtube Bersama Anand Krishna Bhagavad Gita Sehari-Hari Ayat 04:26-31 Layani Tuhan dengan Melayani Kemanusiaan dan Masyarakat

https://www.youtube.com/watch?v=NVTsF18fB1M&t=4s

https://www.akcjoglosemar.org/wp/

https://www.anandkrishna.org/

 

Advertisements