Wejangan Anand Krishna: Bahagia Karena Jatuh dan Mampu Bangkit Kembali

Pada saat acara Temu Hati Sehat Jiwa Sehat Raga dengan Bhagavad Gita di Jogja pada tanggal 15 Februari 2018, Guruji Anand Krishna mengingatkan tentang 4 circuit kebahagiaan yang tidak tergantung adanya keluarga dan sebagainya.

Beliau menyampaikan penelitian Neuro Science oleh Scientist Richard Davidson yang intinya ada Jaringan Utama di otak kita. Kalau dulu hanya berupa foto, sekarang kita bisa melihat real time kegiatan otak seperti apa yang berdenyut 200 kali per menit. Ada sebuah Research and Development tentang adanya 4 circuits for wellbeings. 4 hal yang membuat bahagia:

 

  1. Pertama adalah Pandangan Positif.

Pandangan Positif lain dengan Berpikir (maunya) Positif saja, seperti agar positif debu disembunyikan dibawah karpet. Pandangan Positif adalah memandang positif terhadap segala hal. Bahkan orang yang sedang depresi pun memiliki circuit ini. Sifat dasar bawaan ini muncul kalau kita sering latihan meditasi.

 

  1. Bangkit lagi setelah jatuh

Anak-anak kecil yang berlatih berjalan selalu jatuh dan kemudian bangkit lagi. Ada sifat dasar bawaan kita setelah jatuh kita bisa bangkit lagi dan darinya muncul kebahagiaan. Pada dasarnya kita adalah tangguh. Sirkuit tersebut sudah ada dan dengan meditasi bisa aktif lagi.

 

  1. Fokus

Ternyata orang yang bahagia itu fokus pada kehidupannya. Fokus lain dengan konsentrasi. Pada waktu kita belajar nyetir mobil kita konsentrasi bahkan nggak mau diajak bicara. Pada waktu kita sudah mahir mengendarai mobil kita bisa fokus menyetir dan bisa memperhatikan sekitar bahkan ngobrol dengan teman yang berada di mobil. Menurut penelitian hampir 50% orang tidak fokus pada kehidupannya.

 

  1. Generous, murah hati, dermawan

Kita bahagia setelah bisa membantu seseorang. Seorang dermawan mengaktifkan circuit otak yang merupakan kunci kebahagiaan.

Manusia datang ke dunia dengan kebaikan dasar bawaan tersebut. Guruji Anand Krishna menyarankan mungkin dimulai dengan dermawan, murah hati. Dan seorang yang bahagia tubuh dan pikirannya menjadi lebih sehat.

 

Pengalaman Pribadi Bangkit Kembali di Usia Senja

Pada hari Jumat diakhir bulan Februari 2019, saya dan istri menghadiri klas di Jogja. Kebetulan pas makan setelah menyetir dari Solo di Prambanan saya salah makan sambal pedas. Perut rasa ngggak enak. Setelah selesai kelas langsung pulang dan meyetir sambil menahan sakit. Sudah beberapa kali berhenti di perjalanan. Pertama di apotik, istri beli obat maag. Kemudian di pompa bensin muntah-muntah.

Mau nginap di perjalanan pun percuma, jalan terus sampai ke rumah dan istirahat. Esoknya belum bisa ke dokter. Tubuh gemetar. Benar juga pada waktu sakit yang repot sekitar,istri anak jadi repot.

Hari Minggu diantar anak kedokter 24 jam dan memperoleh obat. Saya hati-hati sekali minum obat, ada obat yang tidak baik bagi ginjal saya. Selama ini dengan diet dan hati-hati makan obat sudah 3 tahun kreatinin kami tidak naik dari 2.4. bagi saya itu sudah bagus mengingat gaya hidup di waktu muda yang kurang memperhatikan kesehatan.

Dokter mengatakan bahwa tubuh gemetaritu karena saya tidak makan. Sakit maag itu memang demikian, yang penting diingat-ingat apa yang menyebabkan sakit dan tidak diulangi.

4 hari harus berbaring di tempat tidur, tetapi saya tidak mau diopname di rumah sakit, nanti istri dan anak semakin repot demikian pula handai taulan dan sahabat. Di Rumah Sakit akan dicheck banyak hal dan keluar dari rumah sakit akan butuh waktu lama, ditunda-tunda akan membosankan. Demikian pengalaman famili kami. Berat badan kami turun 6 kg.

Saya dan istri ingat Video Guruji tentang The Years of Shiva 2019-2024 dalam bahasa Inggris dan subtitle Indonesia. Tahun-tahun Shiva dimulai September 2018. Mereka yang tidak mau berubah akan ditelan Shiva. Apakah saya termasuk yang akan didaur-ulang oleh Shiva? Oleh karena itu selain mantra sadguru saya lebih banyak membaca Maha Mrityunjaya, kalau mau sembuh agar cepat sembuh, kalau sudah waktunya daur-ulang agar tidak berlama-lama.

Silakan lihat:

Tiba-tiba saya ingat waktu saya berusia 35-an waktu kena tembak pecahan M-16 sewaktu menjadi Pemimpin Proyek Irigasi AcehUtara. Limpa diangkat dan paru-paru dijahit. Bapak Direktur Irigasi menyarankan berobat keSingapura dan akan diselesaikan beliau. Saya nggak tahu pada waktu itu saya menjawab,”Pak dari dulu saya itu percaya diri saya. Saya yakin saya akan sembuh. Saya berobat di Jakarta saja.” Dalam hati saya teguh, saya tidak akan mengkhianati kepercayaan dalam hati saya hanya demi berobat ke luar negeri.

Di usia senja, menjelang 65 tahun, ini adalah sakit kami yang cukup parah sampai 4 hari berbaring di tempat tidur. Terima kasih istri dan anak yang telah merawat dan menjaga semangat.

Hari Minggu berikutnya teman-teman Solo mengadakan acara free healing di Solo Car Free Day dan bisa berjalan lancar.

Jumat berikutnya sudah berani mengajak istri datang hari Jumat ke Jogja walau naik Kereta api dan pulang naik bis. Belajar Bangkit!

 

Mencatat transkrip video Bhagavad Gita Sehari-hari oleh Guruji Anand Krishna

Setiap video dari Guruji Anand Krishna selalu kami download disimpan di laptop dan flash disk untuk diputar lewat pesawat televisi agar saya dan istri bisa memahami dengan lebih jelas penjelasan Guruji.

Kami hampir selalu bertiga nonton video Guruji, apakah saya istri dan anak saya, atau dengan saudara istri saya.

Selanjutnya saya mulai mencatat transkrip untuk pendalaman pribadi. Banyak hal yang terlewatkan kalau saya tidak catat di laptop catatan tersebut.

Kami mencoba upload di blog dan FB dan memperoleh petunjuk berharga dari Pak Joehanes Ashram.

Walau orang sudah melihat youtube tapi mengulangi ingatan dengan melihat transkrip terasa bermanfaat. Ada juga yang setelah melihat transkrip kemudian ingin melihat sendiri youtube yang lebih mantap.

Demikianah sehari-hari kami mencatat dan mempelajari Bhagavad Gita oleh Guruji Anand Krishna.

Pada waktu sakit, saya tidak melakukan sadhana pagi, kemudian agnihotra saja, sampai akhirnya kembali melakukan sadhana pagi lengkap dengan agnihotra.

Beras bekas araati kita sebar untuk makanan burung-burung yang setiap pagi datang. Sekali seminggu kami bersama istri dan anakmelepaskan ikan lele 8 ekor di sungai kecil sekitar 2 km dari rumah dimana sungai tersebut bermuara di Bengawan Solo. Ikan lele yang seharusnya mati kita lepaskan ke sungai.

Mungkin sebagai orang yang sudah tua, kami sudah tidak dapat aktif lagi di ashram, akan tetapi 4 circuit tetap kami sekeluarga jadikan panduan.

Menghormati leluhur setahun 2 kali dengan doa dan berbagi sembako juga masih rutin kita laksanakan. Pada hari-hari tertentu berbagi nasi kotak seperti yang pernah diajarkan oleh Guruji.

Anak-anak kami semua berbhakti pada orang tua dan membuat kami hanya memikirkan kebaikan, anak-anak mencukupi kebutuhan kami.

Demikianlah, kami dan istri menjalani sisa hidup yang diamanahkan kepada kami.

Masih ada Pekerjaan Rumah Purna-Waktu yang harus dilakukan seperti dalam Catatan: Wejangan Anand Krishna: Setiap Orang Mendapat Peran di Dunia, Saat Kembali Ke Tuhan, Peran Jangan Dibawa

Silakan baca: https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2019/03/10/wejangan-anand-krishna-setiap-orang-mendapat-peran-di-dunia-saat-kembali-ke-tuhan-peran-jangan-dibawa/

 

Terimakasih.