Wejangan Anand Krishna: Jangan Salah, Bukan Kasta Tapi Kelompok Profesi

“Partha (Putra Prtha —sebutan lain bagi Kunti, Ibu Arjuna), dengan cara apa pun seseorang mendekati—Ku, Aku menerima-Nya; karena, sesungguhnya setiap cara, setiap jalan yang ditempuh manusia adalah jalan-Ku, adalah jalan yang menuju-Ku.” Bhagavad Gita 4:11

https://bhagavadgita.or.id/

 

Inilah intisari dari ajaran Hindu. Kita tidak membedakan antara jalan. Kepercayaan-kepercayaan lain selalu mementingkan jalan. Jalan saya paling benar.

Jalan saya paling ini, paling itu. Tapi cara berpikirnya Hindu berbeda. Semua jalan menujuTuhan yang sama. Tetapi kita hidup ditengah masyarakat, di mana pemahaman umum tidak seperti ini, jadi kita serba sulit.

Bagi seorang Hindu seperti Vivekananda mengatakan, dia tidak punya masalah sama sekali, mau duduk bersama siapa pun juga. Dia tidak membeda-bedakan.

Tetapi ketika seorang anak kita, memeluk kepercayaan lain, tiba-tiba dia mengatakan orang tua saya kepercayaannya lain, maka dia lain dari saya, ini yang menjadi masalah. Hindu tidak melihatnya seperti itu. Tetapi Hindu juga tidak mengatakankarena semua jalan benar, maka kita jalan-jalan saja nggak usah menuju tujuan. Tidak demikian juga.

Semuajalan menuju ke ashram ini katakan, ada jalan dari utara dari selatan dari barat dari timur, dari mana pun juga. Tapi kalau memang ada orang yang jalan dari arah utara, apakah harus dipaksa jalan dari selatan. Kalau adaorang berangkat dari timur, apakah dipaksa datang dari barat?

Tidak. Kita mengatakan semua jalan betul, tapi tidak berarti kita meninggalkan jalan kita, dan mengadopsi jalan lain. Semua jalan baik, betul tapi kalau rumahnya di arah barat, apakah dia harus ke timur dulu baru datang kesini. Tidak kan? Kita menghormati semua jalan tapi, kita punya jalan sendiri. Setiap orang punya jalan sendiri. Dan Krishna mengatakan, ikutilah jalanmu masing-masing. Tidak perlu gonta-ganti jalan. Kitasemua akan menuju  tujuan yang sama.

 

“Makhluk-makhluk sedunia, yang menginginkan hasil cepat dari perbuatan mereka, umumnya memuja para dewa – kekuatan-kekuatan alam; dengan cara itu, mereka segera memperoleh apa yang mereka inginkan.” Bhagavad Gita 4:12

https://bhagavadgita.or.id/

 

Ada yang memuja roh-roh, ada yang memuja para dewa, ada yang memuja siapa saja,ada yang memuja pejabat untuk mendapatkan jabatan untuk mendapatkan apa, ada yang memuja partai politik, ada yang memuja bossnya. Kita memuja siapa saja untuk mendapatkan suatu hasil. Krishna mengatakan,ya ada juga orang-orang seperti itu.

Tapi dengan cara itu kita cuma  mendapatkan hasil di dunia ini. Tidak ada hasil lain. Apakah dengan mendapatkan satu jabatan kita mendewa-dewakan Boss, mendewa-dewakan orang penting. Kita mendapatkan jabatan. Apakah jabatan, itu bisa membahagiakan kita selamanya. Tidak. Kita bisa mendapatkan jabatan, fine oke. Tetapi untuk mendapatkan kebahagiaan sejati, kedamaian sejati kita tidak bisa mendapatkan dari dewa=dewaini. Di dunia juga banyak dewa seperti saya katakan tadi, boss adalah dewa. Petinggi adalah dewa, kita bisa mengagung-agungkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu tetapi belum tentu semua itu membahagiakankita. Ujung-ujungnya kita harus kembali pada diri kita sendiri.

Untuk mendapatkan sesuatu yang bisa membahagiakan, menentramkan kita untuk selamanya.

 

“Pembagian tatanan masyarakat dalam empat bagian (cendekiawan, kesatria, pengusaha, dan pekerja) berdasarkan sifat dan peran mereka masing-musing adalah atas kehendak-Ku pula. Kendati demikian Aku Tak Terbagi, Aku Tetap Kekal Abadi, dan tidak pula terlibat dalam suatu tindakan.” Bhagavad Gita 4:13

https://bhagavadgita.or.id/

 

Ini yang kita salah pahami, sampai sekarang pun kita salah pahami. Pembagian yang sekarang kita sebut kasta, sebetulnya dalam bahasa Sanskerta adalah Varna. Varna itu berarti pembagian berdasarkan pekerjaan. Kalaupun seorang gembel mau menjadi pendeta dari kasta rendah mau jadi pendeta, dia mau ambil porsi sebagai pendeta, dia meninggalkan segala bentuk hal lain, dia menarik diri dari duniawi, boleh saja itu pekerjaan.

Krishna mengatakan bahwa pembagian itu bukan karena kelahiran. Coba bayangkan, Abhyasa, Vyaas yang mengumpulkan Veda, bapaknya konon seorang brahmana, ibunya adalah seorang biasa, penjual ikan. Dan lahir di luar pernikahan. Tapi karena pekerjaannya yang begitu mulia, kita menghormati beliau sebagai Jagad Guru. Beliau yang mengumpulkan Veda beliau yang menulis Mahabharata,

Jadi kita tidak melihat seseorang dari kelahirannya. Dari pekerjaannya. Mungkin seorang lahir dalam keluarga brahmana, bapaknya brahmana, ibunya dari keluarga brahmana, kalau dia jadi penjahat, tetap juga hukum undang-undang berlaku. Ada seseorang disini, mungkin lahir di keluarga apapun juga. Bapaknya seorang pengusaha, Vaisya. Tapi dia mau jadi tentara, apa tidak boleh? Boleh.

Dan 5.000 tahun yang lalu Krishna sudah mengatakan, bahwa soal Varna ini adalah profesi pekerjaan. Dan orang bisa menentukan berdasarkan sesuai dengan keahlian. Anaknya seorang brahmana boleh menjadi brahmana. Boleh juga menjadi tentara. Boleh juga menjadi pengusaha. Asal dia punya kemampuan. Kalau tidak punya kemampuan belajar. Tidak ada larangan dan tidak ada satu pemikiran pun, bahwa yang sudra itu kelompok pekerja paling rendah. Tidak.

Hampir semua di antara kita sekarang ini adalah kelompok pekerja. Yang punya usaha sendiri siapa? Beberapa orang di sini barangkali, yang lain adalah sudra. Sudra adalah pekerja, bukan suatu penghinaan. Sudra berarti kelompok orang-orang yang tidak punya usaha sendiri. Dan bekerja. Kalau seseorang menjad iguru, dia itu brahmana. Walaupun dia tidak lahir dalam keluarga brahmana. Kalau dia menjadi guru, dan dia mendidikanak-anak. Dia membangun bangsa negara, lewat pendidikan, dia seorang brahmana. Seorang pemikir adalah seorang brahmana. Ada orang yang lahir bapaknya sudra, ibunya sudra kalau dia jadi pengusaha besar, pengusaha kecil, buka warung, dia sudah mengambil porsi Vaisya. Porsi pengusaha.

Jadi bukan soal rendah dan tinggi. Soal pekerjaan. Ada kelompok, ada asosiasi kedokteran. Ada ikatan dokter Indonesia. Yang bisa menjadi anggota IDI adalah dokter berdasarkan keahlian.

Maaf saya berikan contoh misal disini, dr Suartika dia seorang dokter dia anggota IDI, besok-besok, semoga beliau hidupnya panjang, tapi coba kalau beliau tidak ada apakah keanggotaan itu bisa diwariskan kepada anaknya. Tidak bisa. Kecuali anak juga menjadi dokter. Kalau anaknya menjadi dokter, dia juga wajib menjadi  anggota IDI.

Pengusaha menjadi anggota KADIN. Kalau anaknya bukan pengusaha, dia mau jadi tentara, dia jadi anggotaTNI, nggak bisa jadi anggota KADIN. Begitu sederhana. Tapi kita membuat diri kita bingung karena kita dipecah-belah. Oleh kelompok-kelompok yang mau menjajah kita. Kita dipecah-belah seolah-olah, seorang pendeta, seorang brahmana, itu sekali brahmana, selanjutnya selalu brahmana. Ya kalau dia bertindak, sesuai dengan yang demikian.

Semestinya demikian anak seorang brahmana harus belajar pada orang tuanya bertindak sebagai brahmana. Anak seorang pengusaha, bisa belajar usaha dari orang tuanya, dan melanjutkan usaha orang tua. Seorang yang menjadi anggota TNI, kalau anaknya mau jadi anggota TNI, boleh juga. Dokter anaknya mau jadi dokter boleh juga. Tapi kalau tidak menjadi dokter, tidak menjadi anggota TNI, tidak menjadi pengusaha tentu dia tidak bisa beranggota memiliki keanggotaan, dalam asosiasi itu. Dokter asosiasinya IDI, pengusaha asosiasinya KADIN, Union Buruh asosiasinya lain lagi.

Setiap orang mengikuti asosiasinya. Jadi Varna ini yang diebut kasta, itu asosiasi berdasarkan pekerjaan. Demikian dikatakan oleh Bhagavad Gita. Tetapi Krishna juga mengatakan, walaupun pekerjaan itu beda-beda asosiasinya beda, tapi Aku, Aku yang dimaksud oleh Krishna adalah Atma, Jiwa kita satu. Adanya walaupun ada yang badannya keahliannya, otaknya, membawa dia ke dalam kelompok dokter, kelompok pengusaha, kelompok TNI, tapi perbedaan-perbedaan ini berdasarkan profesi. Jiwanya, Atmanya sama. Tidak pernah berpisah atau terbagikan.

Sumber: Video Youtube Bersama Anand Krishna Bhagavad Gita Sehari-Hari Ayat 04:11-17 Mermahami Kasta Memahami Kebenaran Varna

https://www.youtube.com/watch?v=5kcpd7x6vxg

https://www.akcjoglosemar.org/wp/

https://www.anandkrishna.org/