Wejangan Anand Krishna: Shraddha, Memandu Roh Leluhur Yang Belum dan Yang Sudah Lahir Kembali

Sri Bhagavan (Krsna Hyang Maha Berkah) bersabda:

“Arjuna, kau dan Aku telah melewati banyak  masa kehidupan. Aku mengingat semuanya – sementara kau tidak mengingatnya, wahai Parantapa (Arjuna Penakluk Musuh).” Bhagavad Gita 4:5

https://bhagavadgita.or.id/

 

 

“Aku adalah Jiwa yang kekal, Isvara, Penguasa Tunggal makhluk-makhluk seantero alam. Sesungguhnya Aku Tak (perlu) Terlahirkan, namun atas kehendak-Ku dan dengan kekuatan Maya-Ku sendiri, kekuatan yang menyebabkan Hyang Tunggal tampak Banyak, Aku mewujud.” Bhagavad Gita 4:6

https://bhagavadgita.or.id/

 

Kita sudah pernah lahir berulang-ulang. Orang-orang yang sudah mencapai kesadaran seperti Krishna, mengingat semuanya ini. Buddha pernah mengatakan, dalam salah satu ajarannya, kalau seseorang sudah mengingat masa lalunya, ini adalah kelahirannya yang terakhir. Dia tidak perlu lahir lagi. Dia akan menyatu dengan alam semesta. Dia akan mencapai nirvana.

Tetapi konsep dalam Bhagavad Gita adalah orang seperti itu pun, walaupun sudah sampai ke moksha, sudah mencapai nirvana, orang yang sudah mengingat masa lalu, sudah tidak perlu lahir lagi, diapun bisa memilih untuk lahir lagi. Jadi bukan kerena karma.

Kalau kita lahir lagi karena karma. Ada hutang-piutang lahir di keluarga ini. Dan lucu sekali, apa yang sering sekali terjadi di Bali, dan kita mencari tahu, anak yang baru lahir ini siapa dulunya, memang kurang lebih sepert iitu.

Kita berputar-putar dalam satu keluarga yang sama. Nenek jadi cucu, cucu jadi apa, pembantu jadi suami, suami jadi pembantu. Kurang lebih sekitar situ. Kalau Anda mulai mencatat, bikin catatan, orang yang paling dekat sama kalian, tapi coba kriterianya orang yang kalau mati, Anda akan sakit sekali, Anda akan sedih sekali, coba tulis nomor satu siapa, menyedihkan. Nomor dua siapa, kalau mati saya sedih. Nomor tiga siapa kalau mati saya sedih.

Di zaman sekarang ini Anda nggak bisa mendapatkan lebih dari 20 nama, paling top. Keterikatan kita yang paling top itu, kurang lebih dengan 20 orang. Itu maksimal. Ada yang bahkan Cuma 10 orang. Ada yang bahkan 6 orang, tujuh orang. Maksimal 20 dan kita ber putarputar antara 20 orang ini. Jadi apa lagi, jadi apa lagi.

Shraddha, saya tidak tahu dalam bahasa Bali. Tapi setelah orang meninggal, ada upacara nggak per tahun, ada nggak di Bali. Kalau sudah diabenkan, ada tidak ya. Di dalam Hindu sebetulnya ada upacara shraddha yang sampai sekarang di Jawa masih ada. Di Jawa masih menggunakan upacara itu. Jadi 40 hari setelah mati, itu upacara Hindu sebetulnya, awalnya. Sanatana.

Mau disebut Kejawen, Wiwitan no problem. Itu adalah upacara Sanatana. Sebelum istilah Hindu ada, sudah ada. Upacara shraddha itu, 40 hari kemudian beberapa hari, kemudian setahun, kemudian pertahun.

Seperti Galungan Kuningan. Ini kan juga untuk leluhur kan, nah di dalam Hindu yang dipraktekkan di luar Bali, setahun sekali. Di sini setahun dua kali Galungan, dan Kuningan. Tapi di Hindu yang di luar Bali, umumnya setahun sekali.kita mengadakan sembahyang per tahun itu, shraddha untuk leluhur.

Supaya apa? Supaya kalau eluhur kita masih belum lahir lagi, masih terikat dengan keluarga. Masih berada sekitar keluarga. Maka biar dia tahu, bahwa sekarang dia sudah selesai tugasnya, dia harus melanjutkan perjalanan.

Itu tujuan dari shraddha. Kenapa karena kita pernah bahas seorang putra, putr, seorang suputra, dia yang membebaskan leluhurnya dari keterikatan. Jadi bukan memanggil leluhur, bukan. Justru membebaskan, leluhur dari keterikatan, supaya mereka tenang dan melanjutkan perjalanan.

Ini awalnya, ini asal-usul dari shraddha. Yang sekarang di sini juga ada dalam bentuk Galungan dan Kuningan ini. Jadi bukan panggil supaya hidup bersama kita. Tidak. Supaya mereka sadar, sekarang melanjutkan perjalanan. Dan kalau mereka sudah melanjutkan perjalanan, mereka sudah lahir kembali, misalnya, maka dengan shraddha itu, kita mengingatkan, bahwa dia sudah lahir kembali. Kita mengingatkan soul yang sudah lahir kembali ini supaya dia tahu. Di masa lalu, dia apa bagaimana, apa yang harius dia lakukan dalam masa kelahiran dia yang sekarang.

Jadi ini scientific sekali. Ilmiah sekali. Seperti mengingatkan seorang anak tentang pelajarannya. Jadi bukan semata-mata panggil leluhur, terus pulangkan. Tidak. Leluhur mungkin sudah lahir lagi. Kalau belum lair agar dia melanjutkan perjalanan. Kalau sudah lahir, supaya dia ingat, dulu sampai berapa mata pelajarannya sampai apa dan sekarang boleh melanjutkan, bisa melanjutkan.

Oleh karena itu coba, selama masa ini, antara Galungan dan Kuningan,kenang hal-hal yang baik dari leluhur. Kalau orang tuanya sudah meninggal, atau kakek yang sudah meninggal, kalau orang tua masih ada. Kenang hal-hal yang baik sifat-sifat yang baik. Dan cukup sesuai dengan kemampuan kalian melakukan dana punya atas nama mereka. Mau pergi ke yatim piatu, silakan. Mau pergi ke rumah sakit, cari tahu orang-orang yang tidak mampu.

Sekarang kita sedang melakukan seva, bhakti sosial di Jakarta di rumah singgah di RSCM. Di Rumah Sakit Umum di sana. Rumah Singgah itu dibuat oleh pihak Rumah Sakit untuk orang-orang yang berobat, tapi tidak punya uang untuk tinggl di kost atau di hotel. Ada biayanya tapi rendah sekali.

Jadi kalau ada orang sakit, khususnya orang yang kena kanker. Karena mereka harus radiasi chemoterapi setiap minggau dan sebagainya. Nggak bisa pulang balik pulang balik, kalau mereka datang dari luar kota, maka mereka bisa tinggal di sana atau, keluarga yang mengikuti mereka, mereka mungkin di rumah sakit bisa tinggal di sana, nah kita melayani mereka.

Mungkin di sini juga ada. Saya nggak tahu. Apakah di Sanglah apa di Tabana, di manapun. Kalau ada orang-orang miskin yangsedang dirawat, di rumah sakit pergi ke mereka, layani mereka. Mau kasih makanan sedikit, mau kasih apa, kita setiap minggu di Jakarta. Sudah berjalan cukup lama. Dan 2 minggu lalu saya ada di sana, saya juga ikut ke sana. Begitu bahagia mereka.

Berikan mereka meditasi, berikan mereka Yoga. Nggak usah bicara agama, nggak usah bicara apa. Siapa pun mereka, kita melayani orang. Tanpa memandang kulit sapii. Kita tidak peduli dengan kulit sapi. Apa pun kulitnya apapun agamanya apapun kepercayaannya, dan kita juga tidak mengharapkan konversi mau cari umat, tidak. Itu bukan tujuan Hindu. Itu bukan tujuan Dharma. Biarlah orang yang berkepercayaan, A mengikuti kepercayaannya dengan baik. Yang B ikuti kepercayaannya dengan baik. Yang C ikuti kepercayaannya dengan baik. Mka mereka akan menghasilkan susu yang baik. Itu saja. Jadi lakukan sesuatu seperti, itu untuk mengingatkan, kembali peran mereka dengan hidup ini.

Krishna mengatakan, aku dan kau sudah lahir berulang kali, kau tidak ingat Aku mengingat semuanya dan Krishna di sini juga mengatakan kalau Aku lahir kembali bukan karena karma, aku mewujud dengan kekuatanku sendiri untuk apa. Dalam sloka ke 7

 

“Wahai Bharata (Arjuna, keturunan Raja Bharat), Ketika dharma, kebajikan dan keadilan, mengalami kemerosotan; dan adharma, kebatilan dan ketidakadilan merajalela – maka Aku menjelma.” Bhagavad Gita 4:7

https://bhagavadgita.or.id/

 

Akunya Krishna ini adalah Aku yang sudah bebas, dari segala macam karma dan keterikatan. Dan Akunya Krishna ini adalah Aku nya semesta. Dan jangan pikir jangan tunggu pula, untuk Krishna lahir kembali. Krishna bisa lahir kembali, lewat diri Anda. Kekuatan Krishna, akan bekerja lewat setiap orang di dalam ruangan ini. Asal ada niat, melihat ketidakadilan. Melihat kebatilan. Melihat adharma,melihat orang yang menjadi miskin, karena pengeluaran yang tidak masuk akal. Melihat kejadian kejadiab yang membuat manusia, menderita. Menderita dan menjadi susah, jika Anda berbuat sesuatu, kita berbuat sesuatu, maka ketahuilah, kekuatan Krishna, telah mewujud lewat diri, kita. Nggak perlu menunggu kelahiran kembali. Kekuatan itu akan menjadi, bagian dari kita, asal kita yakin niat kita jelas. Maka Dia akan mewujud lewat diri kita.

 

Sumber: Video Youtube Bersama Anand Krishna Bhagavad Gita Sehari-Hari Ayat 04:1-10 Dharma dan Reinkarnasi

https://www.youtube.com/watch?v=oqd6j5aQ3_0

https://www.akcjoglosemar.org/wp/

https://www.anandkrishna.org/

Advertisements