Wejangan Anand Krishna: Hanya Memenuhi Nafsu Indra, Manusia Hidup Sia-Sia

“Ketahuilah bahwa Karma (yang selaras dengan hukum-hukum alam) adalah sesuai dengan Kehendak Ilahi, Brahman yang Kekal Abadi. Maka sesungguhnya, Ia Hyang Meliputi segala-galanya ada juga dalam Yajna, Persembahan atau Karya tanpa Pamrih dengan semangat Manembah.” Bhagavad Gita 3:15

https://bhagavadgita.or.id/

 

Jadi semangat manembah ini, karya tanpa pamrih ini, penting sekali. Kita bekerja, kita melayani, tanpa mengharapkan sesuatu. Kita tidak dapat melakukannya setiap saat. Orang kerja dapat gaji, itu bukan mengabdi. Makanya dulu Guru saya mengatakan, tiap minggu berikan 4 jam, untuk melayani sesama di mana kau tidak mendapatkan gaji. Bahkan tidak mendapatkan thank you.

Kita sekarang terbawa oleh sistem Barat. Sistem Barat apa? Kalau kita bilang thank you, jawabannya apa, you are welcome. Ini Amerika. Kalau dulu Inggris bukan your welcome, don’t mind, nggak apa-apa lah. Tapi kita di wilayah peradaban kita, orang bilang thank you, terima kasih. Dulu saya masih kecil, saya ingat jawabannya apa, kembali kasih. Pernah dengar nggak, di Jawa ini sangat-sangat populer. Bilang terima kasih, kembali kasih. Bukan thank you jawabannya welcome. Welcome berarti ya saya terima lah. Jadi cara berpikir kita sudah keliru. Cara berpikir kita sudah salah. Gunakan 4 jam setiap minggu untuk melayani orang yang membutuhkan pelayanan. Coba kalau kita bisa punya PAUD di sini, saya kira kalau perizinan kita bis pakai izinnya OES.

Semestinya bisa. Buka cabang di sini. Jadi nggak usah susah-susah cari izin. Kita pakai izin yang sana, ini cabang, jadi pelajarannya bisa kita samakan dengan yang sana. Nggak usah bikin pelajaran baru, di sana sudah lengkap pelajarannya. Dan bisa diberikan training. Kita bisa minta guru, calon guru untuk belajar ke OES, ke Kuta dan di sana mendapatkan training. Satu minggu dua minggu. Setelah itu kita bisa jalankan sendiri di sini. Dan dengan cara itu, kita bisa menyisihkan waktu berapa jam setiap minggu untuk melayani anakanak, melayani sesama,

 

“Demikian, roda kehidupan berputar terus, dengan makhluk-makhluk hidup saling menghidupi dan berbagi. Seseorang yang tidak melakukan hal itu Partha (Putra Prtha – sebutan lain bagi Kunti, Ibu Arjuna) dan hidup untuk memenuhi nafsu-indranya saja, sesungguhnya hidup dalam kesia-siaan.” Bhagavad Gita 3:16

https://bhagavadgita.or.id/

 

Hidup ini bukan untuk sendiri, diri sendriri. Untuk keluarga. Binatang pun melakukan hal itu. Binatang itu juga ngerti keluarga, ini anak saya, saya harus lindungi, saya harus cari makan, sebelum melahirkan, sebelum menetas. Seekor burung sudah mulai membuat sarang untuk anak-anaknya.

Jadi kalau kitta cuma mencari uang, hanya untuk anak-anak, hanya untuk keluarga, hanya untuk cucu, binatang pun sama. Apa yang kita lakukan untuk orang, lain, itu yang membedakan kita dari binatang.

What can I do for others. Bagaimana melayani orang-orang yang membutuhkan pelayanan. Anak juga kita rawat. Seperti yang pernah saya bilang. Kalau punya cucu, cucu itu urusan anak, bukan urusan nenek, dan kakek. Nenek dan kakek ngurusin yang lain. Saya pernah cerita……..

Joke jangan terlalu serius.

Tuhan menciptakan manusia dan awalnya manusia itu diberikan jatah hidup30 tahun. Manusia itu belum tahu hidup seperti apa 30 tahun ya 30 tahun. Terus dia suka ke sawah nyangkul. Ini itu, dia minta dibantu. Tuhan, buatkanlah kerbau untuk membantu di sawah.

Kerbau diberikan usia 30 tahun juga, tapi kerbau pinter. Dia tanya sama Tuhan. Tuhan 30 tahun saya ngapain? Tuhan mengatakan kau mengabdi pada manusia ini. Dia melihat manusia, kelihatannya kurang ajar. Dianggap akan menyiksanya. Tuhan saya nggak mau hidup 30 tahun, 10 tahun cukup, 20 tahun sisa hidup saya kasih saja kepada manusia. Tuhan tanya sama manusia. Manusia itu serakah mau tambahan hidup 20 tahun. Mau.

Setelah itu dia ke sawah, rumah nggak ada yang jaga. Tuhan, saya perlu hewan satu lagi. Tuhan menciptakan anjing. Anjing pun sama dikasih 30 tahun nggak mau, 10 tahun cukup, 20 tahun kasih pada manusia. Jadi hidup manusia menjadi 30 plus 20 plus 20 jadi 70.

Terakhir manusa perlu mainan, diciptakan monyet, mainlah sama monyet. Monyet diberi 30 tahun juga nggak mau 10 tahun cukup, 20 tahun kasih pada manusia. Jadi manusia itu punya usia 90 tahun. 30 tahun awal itu adalah kehidupan manusia. Jadi hidup kita yang benar-benar sebagai manusia itu 30 tahun. 20 tahun berikutnya kerja, kalau nggak kerja keras seperti kerbau nggak makan. Sampai 50 tahun, setelah 50 tahun, anak sudah besar “papi mami saja mau jalan-jalan”, jaga rumah seperti anjing. Sisa 20 tahun lagi, tinggal lihat di cermin, keriputnya sudah seperti monyet.

Karena serakah, tapi itulah, intinya adalah kita hidup ini bukan untuk diri sendiri bukan untuk keluarga, marilah kita berbuat sesuatu untuk sesama.

Sumber: Video Youtube Bersama Anand Krishna Bhagavad Gita Sehari Hari Percakapan 03 ayat 11-16 Jagalah Alam dan Alam Akan Menjagamu

https://www.youtube.com/watch?v=gIDqlt9Y1ug

https://www.akcjoglosemar.org/wp/

https://www.anandkrishna.org/

Advertisements