Wejangan Anand Krishna: Jagalah Alam dan Alam Akan Menjagamu

“Mereka yang bersifat mulia menikmati apa saja yang tersisa dari persembahan mereka, sehingga mereka terbebaskan dari segala macam dosa-kekhilafan. Sementara itu, mereka yang bersifat tidak mulia hanyalah memasak demi kenikmatannya sendiri. Demikian, sesungguhnya, mereka hanyalah menikmati hasil dosa-kekhilafan mereka sendiri.” Bhagavad Gita 3:13

https://bhagavadgita.or.id/

 

Kalau nggak salah saya pernah cerita tentang persembahan dan ini adalah slokanya. Setiap hari pagi-pagi sebelum masak nasi, sebelum masak yang lain. Tentu nggak bisa simpan nasi. Sebelum masak nasi sekuat kemampuan kalian, mau keluarkan satu sendok beras, satu genggam beras dikumpulkan. Dikumpulkan, sebulan sekali dimasak diberikan kepada orang yang butuh. Orang yang kekurangan, beras.

Banyak sekali teman-teman kita, keluarga kita yang tidak mampu. Banyak sekali di pedalaman. Coba cari tahu. Kira-kira dimana ada keluarga yang tidak mampu, kumpulkan beras itu, kalau cukup banyak berasnya kita bagi-bagi, satu rumah satu keluarga berapa liter, kumpulkan satu banjar. Jadikan ini sebagai persembahan. Persembahan yang akan sangat diakui kemuliannya oleh Tuhan oleh Sang Hyang Widhi adalah ketika kita membantu sesama. Kita membantu orang-orang yang sedang kekurangan. Yang kurang beras kita kasih beras. Kalau pisahkan berupa uang, juga silakan.

Saya berharap sekali bahwa, sebulan sekali katakan, kita melakukan bhakti sosial. Entah di daerah sini atau di daerah mana yang ada kekurangan sesuatu, kita di sini juga punya banyak dokter. Kita bisa mengadakan, medical camp tapi medical camp di Ubud tidak begitu butuh kan, kita pernah melakukan tidak begitu butuh.

Dalam bentuk yang berbeda atau di pedalaman kalau memang ada yang butuh kita coba melakukan bhakti sosial dalam bentuk apa pun yang sesuai dengan kebutuhan. Saya berpikir waktu itu, kita di sini ada banjar yang mungkin pagi-pagi nggak ada banyak kegiatan atau apa, saya nggak tahu apakah di sini ada PAUD. Coba kita buka PAUD. Kita cari, cuma butuh dua tiga orang, yang bisa ngajar anak-anak kecil. Dan kita berikan nilai tambahan, pelajaran sekolah kita berikan, seperti yang kita berikan di One Earth School. Dari usia dini kita memberikan yoga memberikan meditasi, mengajarkan mantra-mantra kalau mereka Hindu dan sebagainya. Dan anak-anak ini akan tumbuh menjadi kontributor. Coba ini nanti ditindaklanjuti kalau bisa, Edy siapa yang bisa bicara dengan ibu-ibu, kalau memang nggak ada PAUD di area sinim coba kita buka PAUD. Sebetulnya cuma butuh satu orang satu guru, nggak butuh lebih dari itu. Kita bisa mulai.  Hal-hal seperti kita dapat berkah, kita harus berbagi berkah, kita dapat anugrah kita berbagi anugrah.

Jadi kalau kita masak untuk diri sendiri, kita cari uang dan cuma untuk diri semuanya kita disebut maling oleh Krishna.

 

“Makhluk-makhluk hidup bertumbuh menjadi besar karena makanan; sumber pangan, tumbuh-tumbuhan bergantung pada hujan; turunnya hujan (secara teratur) bergantung kepada yajna, persembahan (dalam bentuk pelestarian alam); dan, persembahan itu sendiri adalah buah karma, pekerjaan (yang selaras dengan hukum-hukum alam).” Bhagavad Gita 3:14

https://bhagavadgita.or.id/

 

Ini adalah yang dikatakan oleh Krishna. Kau merawat mereka, kau melestarikan alam, maka mereka pun akan merawatmu.

Kita mendapatkan tumbuh-tumbuhan, mendapatkan sayuran, buah-buahan, karena hujan. Dan hujan akan turun pada waktunya, kalau kita melestarikan alam. Kita pernah dengar cerita tentang Mandragiri. Samudra Manthan. Samudra dimanthan, diaduk itu kira-kira terjadi 12.000 tahun yang lalu. Itu bukan cerita dongeng. Kira-kira 12-15.000 tahun yang lalu. Apa yang terjadi, karena laut kita tercemar, laut begitu tercemar, sehingga yang menguap itu bukan air menjadi uap, hujan itu turun karena uap dari laut kan? Tapi yang turun itu adalah air beracun. Karena lautnya tercemar. Yang menguap gas-gas beracun.

Itu sebabnya para dewa dan para asura, sura dan asura dua kelompok yang selalu berantem dulunya, mereka bersatu-padu untuk membersihkan laut ini. Dulu mereka punya teknologi. Sekarang kita nggak tahu punya teknologi atau tidak. Kalau laut-laut kita tercemar, apa yang akan terjadi. Kali tercemar, sungai tercemar, mereka masuk ke dalam laut. Masuk ke dalam laut dan mereka menjadi bersih. Kalaun lautnya tercemar, nggak bisa menahan lagi, kotoran dari sungai, kotoran dari mana-mana.

Dan sekarang kotoran yang kita miliki sekarang plastik. Itu sampai 500 tahun kantong kresek plastik itu, ditaruh begitu 500 tahun tidak akan lenyap. Dia akan tetap utuh. Bayangkan kalau plastik=plastik itu ada di dalam laut. Ikan-ikan kita sekarang, di laut ikan laut maupun di sungai ikan air tawar, karena sudah keracunan maka uric acid, asam uratnya itu ada dalam setiap ikan, kita makan, kita meracuni diri kita sendiri. Makan ikan pun sekarang sudah tidak aman. Jadi kondisi kita kita telah merusak lingkungan kita sendiri. Ini yang disebut oleh Krishna, jadi maling. Jagalah kebersihan jagalah environment. Jagalah lingkungan.

 

Sumber: Video Youtube Besama Anand Krishna Bhagavad Gita Sehari Hari Percakapan 03 ayat 11-16 Jagalah Alam dan Alam Akan Menjagamu

https://www.youtube.com/watch?v=gIDqlt9Y1ug

 https://www.akcjoglosemar.org/wp/

https://www.anandkrishna.org/

 

Advertisements