Wejangan Anand Krishna: Persembahkan Semua Pada Tuhan, Baru Lungsurannya Kita Nikmati

“Sebab itu, berkaryalah sesuai dengan tugas-kewajibanmu, sebab berkarya adalah lebih baik daripada tidak berkarya. Bahkan kau tidak dapat memelihara dan mempertahankan tubuh ini tanpa bekerja.” Bhagavad Gita 3:8

https://bhagavadgita.or.id/

 

“Oh nggak, saya nggak mau kerja.”

Dia ketemu Upasana, saya lihat orang ini agak aneh. Saya tanya pada Upasana tolong bicara dengan dia, maunya apa dia. Dia bilang bahwa dia ingat masa lalu dia, “Karena orang tua saya itu berhutang kepada saya. Jadi saya lahir di keluarga itu dan saya nggak usah kerja. Saya tidak usah kerja, karena saya sedang membantu mereka untuk menyelesaikan hutangnya pada saya.”

Luar biasa. Ini teori karma yang baru, ya kalau kamu tidak bekerja, mereka selesaikan hutang. Sekarang kamu ada debit lagi. Kamu harus lahir lagi untuk melunasi hutang dia. Begitu terus, apakah maunya begitu. Banyak orang yang begitu. Saya sudah nggak mau ini, nggak mau itu. Padahal pikiran masih tetap kacau,

 

“Manusia terikat oleh dan karena perbuatannya sendiri, kecuali jika ia berbuat dengan semangat manembah. Sebab itu, Kaunteya (Arjuna, Putra Kunti), laksanakanlah tugasmu dengan baik, tanpa keterikatan, dan dengan semangat manembah.” Bhagavad Gita 3:9

Dengan semangat sembahyang. Di Bali ada istilah yang barangkali, banyak orang lupa, lungsuran. Dalam bahasa Sanskrit prasad, jadi makanan itu harus lungsuran. Setiap kali makan itu harus lungsuran, setiap kali menikmati hidup harus lungsuran. Persembahkan kepada Hyang Widhi, kemudian sisanya kita makan.

Dalam bahasa ibu saya, bahasa Sindhi, luar biasa lho, kalau kita lungsuran, istilah dalam bahsa Sindhi adalah sesha. Sisa. Shes dalam bahasa Sanskrit, dalam bahaa ibu saya sesha. Jadi apa yang tersisa. Kita mempersembahkan sesuatu. Hari Rabu kita bhajan di sini. Kita persembahkan kemudian, setelah itu kita makan bersama. Itu lungsuran.

Nah bagaimana kita bisa mempersembahkan sesuatu yang tidak baik. Pikirkan, kalau kita setiap kali ingin makan lungsuran, mau makan babi, babinya dibawa dulu ke sana. Serahkan kepada Hyang Widhi. Nanti lungsurannya kita makan. Hyang Widhi tidak perlu babi. Hyang Widhi tidak perlu ayam. Nah sekarang kalau Anda makan ayam, babi, kambing itu lungsuran siapa? Lungsuran buta, setan-setan. .

Karena mereka yang makan, kata mereka, konon. Saya nggak tahu. Hubungan saya dengan roh-roh itu mereka nggak makan. Jadi kita kasih ayam sama buta-buta ini mereka juga bingung. Makannya bagaimana, “saya nggak punya badan.”

Ada orang argumentasi sama saya, “Oh itu babi, sate penyu, apa itu bukan untuk Tuhan, itu untuk  buta kala. Tapi karena saya kenal dengan mereka, mereka nggak punya mulut. Mereka nggak punya badan. Nggak punya mulut, nggak punya badan gimana makannya. Yang mau makan sebenarnya kita, cuma pakai alasan. Di sini pun, di mana-mana, di rumah kalian, setiap rumah itu ada roh-roh sedang cari yoni, cari kandungan,agar dia bisa lahir.

Jadi kalau di rumah selalu berantem, di rumah kondisinya selalu nggak baik. Yang datang ke sana juga roh-roh yang gentayangan yang tidak baik. Kalau mau ada roh-roh yang baik di rumah kalian, rumahnya bersih, jangan kotor rumah. Nggak usah banyak perabot, nggak usah apa. Apa adanya, harus bersih. Di situ roh-roh yang datang adalah roh-roh yang baik. Dan mereka akan membantu. Mereka bisa membantu. Kita nggak usah minta mereka membantu.

Jadi berkaryalah dengan semangat manembah.

 

“Prajapati Brahma – Sang Pencipta dan Penguasa makhluk-makhluk ciptaannya – menciptakan umat manusia dengan semangat persembahan dan pesannya ialah, “Berkembanglah dengan cara yang sama (berkarya dengan semangat persembahan) dan raihlah segala kenikmatan yang kau dambakan.” Bhagavad Gita 3:10

https://bhagavadgita.or.id/

 

Brahma sang pencipta, kita percaya bahwa dunia ini juga seperti pemerintahan. Ada Presiden ada Menteri ada macammacam, ada yang urusannya penciptaan Brahma. Ada yang urusannya pemeliharaan Vishnu. Ada yang urusannya pendaur ulang Shiva. Dan ada banyak-banyak yang lain petir, hujan Indra. Varuna air, Agni api. Ini adalah elemen-elemen alam. Energi listrik adalah Agni. Bukan cuma api. Pokoknya ada energi di mana pun. Itu adalah Agni, wujud dari Agni.

Jadi kita menghormati semuanya itu, dan coba bayangkan Krishna mengatakan, Brahma yang menciptakan manusia, dia butuh apa dari kita, dia tidak butuh apa-apa. Dia apa kekurangannya? Dan semua elemen-elemen ini Brahma, Vishnu, Shiva Varuna, begitu banyak dewa-dewi. Rig Veda mengatakan kekuatan mereka semua adalah satu. Ekam sat viprah bahudha vedanti. Namanya banyak sebutannya banyak, tapi kebenaran itu adalah satu. Sang Hyang Widhi, Tuhan, Gusti atau apapun, sebutannya dia dalah satu. Ini adalah atribut-atribut, elemen-elemen yang mengurusi, makanya kita mengatakan air itu juga wujud Tuhan. Makanan juga wujud Tuhan.

Semuanya adalah wukud Tuhan. Wujud Gusti. Jangan disia-siakan. Pelihara binatang jangan disembelih. Karena dia juga wujud Tuhan. Semuanya adalah wujud Tuhan kita menghormati. Semuanya dan coba lihat, Krishna mengatakan Brahma dia menciptakan kalian semua, dia nggak butuh apa-apa. Pesan dia cuma satu. Sebagaimana aku menciptakan kau tanpa ada pamrih apa pun dariku, kau pun melayani sesama tanpa adanya pamrih. Ini adalah pesan dari Prajapati Brahma.

 

Sumber: Video Youtube Besama Anand Krishna Bhagavad Gita Sehari Hari Percakapan 03 ayat 01-10 Temukan Potensi Diri, Berkaryalah Sesuai Kodratmu

https://www.youtube.com/watch?v=qzcs2mcrpAs

https://www.akcjoglosemar.org/wp/

https://www.anandkrishna.org/

Advertisements