Wejangan Anand Krishna: Mengatasi Indra Yang Terangsang Liar dan Bergejolak

“Ia yang dapat menarik dirinya, indranya, dari objek-objek di luar diri, sebagaimana seekor penyu menarik anggota badannya ke dalam cangkangnya, sesungguhnya sudah tak tergoyahkan lagi kesadarannya.”Bhagavad Gita 2:58

https://bhagavadgita.or.id/

 

Seekor penyu kalau melihat bahaya di luar, biasanya kepala akan keluar dari cangkangnya, dia  akan  cepat-cepat menarik kepalanya ke dalam. Dia bisa hidup lama. Penyu ini di Australia ada satu jenis penyu yang bisa hidup sampai 300 tahun. Kita bernapas 15 kali per menit. Penyu pentu ini ada yang bisa bernapas satu kali dalam 3 menit. Bayangkan, kalau kita irit napas, bisa lebih panjang hidup kita. Kalau mau hidup panjang iritirit napas. Belajar meditasi. Dengan meditasi napas kita akan dengan sendirinya, menjadi lebih slow down. Dan dengan slow down itu kita akan lebih jernih pikirannya. Badan juga lebih baik.

 

“(Demikian, dengan menarik diri dari objek-objek di luar), seorang dapat memisahkan dirinya dari pemicu-pemicu di luar diri yang senantiasa menggoda. Kendati demikian, ‘rasa’ dari apa yang pernah dialami sebelumnya, bisa jadi masih tersisa (dan, sewaktu-waktu bisa menimbulkan keinginan untuk mengulangi pengalaman sebelumnya). Namun, ketika ia berhadapan dengan Hyang Agung, meraih kesadaran diri, menyadari Hakikat-Dirinya sebagai Jiwa, Maka rasa yang tersisa itu pun sirna seketika.” Bhagavad Gita 2:59

https://bhagavadgita.or.id/

 

Seseorang yang sudah terbiasa minum arak, dengan meditasi, dengan yoga dengan pengertian yang benar, dia bisa memutuskan mulai sekarang dia tidak akan minum arak lagi. Dan dia bisa bebas dari narkotik, dari arak, dari rokok dan dari kebiasaan-kebiasaan buruk. Dari makanan yang tidak sehat. Banyak makan gorengan, kita bisa menarik diri bisa mengubah kebiasaan.

Tapi sewaktu-waktu sudah mengubah kebiasaan kita, sewaktu-waktu ada teman yang menawarkan rokok lagi. Ada orang dari kampung membawakan gorengan lagi. Ada beberapa hal yang kalau kita mau sehat, bisa menghindari.

Ada 3-4 macam bahan yang kita gunakan setiap hari. Kalau kita bisa hindari itu saja. Kita bisa sehat. Pertama tama adalah gula pasir, hindari gula pasir. Makin putih gulanya, makin berbahaya. Kalau bisa gunakan gula merah atau gula batu. Gula batu pun sekarang, waktu itu beli di super market, teryata bukan gula batu, gula pasir yng dibatukan. Isinya gula pasir. Jadi kalau masih ada gula batu yang di pasar, yang warnanya agak kotor agak coklat sedikit. Atau gula aren itu bagus. Madu, kalau madu itu asli. Kalau madu nggak asli juga percuma. Ini hal yang bagus tapi gula pasir, mesti dihindari. Gula pasir dan garam.

Garam putih dihindari. Saya nggak tahu di sini bisa mendapatkan garam yang hitam yang belum diproses, yang tidak pakai yodium.

Begitu juga tepung terigu bahaya ekali. Hindari terigu. Jangan makan roti dengan terigu-terigu putih. Berbahaya. 3-4 hal ini kalau kita bisa hindari. Kita harus bisa mengubah cara makan kita. Karena makanan itu bukan makanam kita sebetulnya. 50 tahun yang lalu, 60 tahun yang lalu, Bapak Anda ibu Anda tidak pernah makan roti pakai terigu. Makannya nasi singkong, nasi atau beraspun yang diproses sendiri. Nggak pakai mesin-mesin besar masih pakai penggilingan yang sederhana.

Dan eempat adalah minyak. Minyak goreng yang ditulis refine, sudah diproses itu, berbahaya sekali. Dulu orang Bali tidak pernah makan gorengan itu, selalu minyak kelapa. Dan saya masih lihat tahun 70-an, pertama kali saya ke Bali. Saya tinggal di rumah orang, saya lihat pagi-pagi mereka bikin minyak sendiri tidak beli minyak, itu sehat.

Minyak refine oil, sangat tidak sehat. Sekarang ada banjar ada apa. Dari pada buang waktu kalau ibu-ibu di banjar suka apaan. Bikin banten. Coba bikin minyak, supply kepada seluruh banjar. Beberapa ibu, bersama-sama bikin minyak setiap beberapa hari selali. Dari kelapa yang fresh. Karena minyak kelapa yang fresh, bggak bisa tahan lama. Dia kan bau tengik. Dan itu bagus.

Jangan dikasih obat macam-macam untuk bertahan. Supply pada ibu-ibu lain yang mungkin bekerja, mungkin mereka bekerja yang tidak punya waktu dan ambil keuntungan sedikit, cari penghasilan juga. Tidak ada masalah.

Begitu juga dengan garam mungkin tidak banyak orang punya waktu. Cari garam, cari ini cari itu -bikin kantong-kantong. Kantong setengah kilo, seperempat kilo, 100 gram. Ini yang harus mulai kita pikirkan. Banyak sekali penyakit-penyakit bisa dihindari dari 4 hal ini. Dihilangkan dari diet kita.

Terigu diubah dengan tepung lain. Tepung lain yang masih belum diproses. Karena terigu sudah diproses habis. Kalau bisa mendapatlan wheat, gandum, bisa giling sendiri kan? Banyak penggilingan di sini. Kasih pada mereka kalau bisa bikin dari itu, kalau nggak tepung tapioka tepung dari singkong. Itu bisa dibikin macam-macam juga. Terigu ini bukan makanan kita. Kita membiasakan diri makan makanan yang tidak baik untuk kesehatan.

Nah begitu banyak hal kita sudah mengubah kebiasaam. Ada orang kita bisa tergiur lagi. Oleh karena itu harus hatihati.

 

“Wahai Kaunteya (Arjuna, Putra Kuntī), indra yang terangsang, menjadi liar, bergejolak, dan dapat menghanyutkan gugusan pikiran dan perasaan (mind) para bijak yang sedang berupaya meraih kesadaran diri atau pencerahan…” Bhagavad Gita 2:60

https://bhagavadgita.or.id/

 

Penting sekali ini, orang bijak orang yang baik pun kesadarannya bisa tergoyahkan oleh godaan-godaan dari uar. Godaan bisa macam-macam. Godaan uang, godaan harta, godaan kedudukan, orang bisa lupa daratan bisa lupa diri bahwa kedudukan apa itu semuanya untuk sesaat saja. Kita bisa lupa diri mencari pembenaran, saya mau melayani, mau mengabdi, mau membodohi siapa? Kalau memang suka dengan kedudukan, bilang saja saya masih suka deh. Nggak usah saya mau melayani, mengabdi, nggak bisa.

Tergoda sedikit. Dulu saya mengenal satu orang, orang Bali, anda juga tahu nama dia, kalau saya sebut namanya anda akan tahu. Sudah punya uang banyak. Kena sedikit masalah dia datang ke ashram.

“Sekarang saya sudah punya uang banyak, saya sudah nggak mau berbuat apa-apa lagi, saya mau mengabdi mau apa. 5-6 tahun, dapat godaan dari luar, dapat tawaran dari luar. Timbul keinginan untuk mencari uang algi. Dan nggak ada habisnya, mau kejar mengejar uang.

Saya pernah membaca. Saya sedang membaca saya sedang sedih sekali, karena tidak punya sepatu baru. Sampai saya melihat orang yang tidak punya kaki. Dalam kecelakaan dia kehilangan kaki. Jadi kalau mencari harta melihat ke atas, melihat orang-orang yang lebih kaya, kita nggak pernah puas.  Tapi coba melihat orang miskin, kita akan bersyukur. Saya sudah diberikan lumayan. Tidak berarti jangan cari uang, tapi jangan seperti kejar mengejar begitu.

Banyak sekali orang, saya melihat dalam kehidupan kita sendiri. Nanti kalau saya baru berusia 60 tahun, saya meninggalkan semua pekerjaan. Saya akan kembali ke desa. Di sana saya akan hidup tenang. Belum 60 tahun sudah meninggal dunia kena serangan jantung. Kita nggak bisa menentukan sesuatu seperti itu.

Yudistira suka menerima orang-orang menerima laporan tentang apa, sewaktu-waktu. Ada jamnya, jam-jam tertentu. Sampai jam mau habis ada orang datang, “Raja saya punya persoalan.”

Yudistira mengatakan, “Jam-nya sudah mau habis, saya juga mau makan siang, datanglah besok.”

Sebentar kemudian Bhima kulkul, di sana mereka pakai semacam drum, dia membawa drum gendang besar itu, dia gantung di lehernya sambil dia memukul gendang itu, dia memberikan pengumuman, “kakak saya Raja Yudistira, dia sudah menjadi abadi kekal, dia tidak akan pernah mati.”

Sambil keliling dengan suara besar, Bhima yang makanannya banyak suaranya besar. Yudistitra lagi makan siang, dia juga dengar sepertinya suara Bhima. Dia lihat dari jendela betul Bhima. Apa yang terjadi sama dia, “Kok dia bisa mengumumkan saya akan kekal abadi, saya tidak akan mati.”

Dia panggil Bhima, “datang ke sini dulu, whats wrong with you apa yang salah dengan dirimu. Kamu bisa memberikan pengumuman saya tidak akan mati.”

Dia bilang, “ya saya tadi dengar sendiri.”

“Dengar dari mana?”

“Dengar dari kakak.”

“Kok begitu saya tidak pernah bilang saya mati.”

“Tadi orang datang dia punya persoalan. Dan kakak bilang sama dia datang besok. Berarti kakak begitu yakin kakak sampai besok masih hidup. Tidak ada orang yang bisa yakin, seperti besok masih hidup. Kakak begitu yakin sampai besok masih hidup, saya pikir saya yakin kakak selama-lamanya bisa hidup.”

Menyindir dia, tapi Yudistira sadar, betul kalau orang datang minta bantuan, saya bisa bantu saya bantu, tidak bisa bantu tidak bantu. Tapi jangan ditunda, 5 menit terlambat makan kenapa? Dunia tidak akan kiamat. Tidak akan pralaya.

Sumber: Video Youtube Anand Krishna Bhagavad Gita Sehari Hari 02:50-60 Yoga Berarti Ketrampilan Dalam Segala Hal

https://www.youtube.com/watch?v=OH3nPZU_BNo

https://www.akcjoglosemar.org/wp/

https://www.anandkrishna.org/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s