Wejangan Anand Krishna: Jangan Ladeni Orang Yang Memunculkan Amarah

Sanjaya menjawab:

“Setelah memeriksa pasukan Pandava, Duryodhana menghampiri Gurunya; dan, berkata: Lihatlah pasukan Pandava yang dipimpin oleh Putra Drupada salah seorang siswamu yang lincah.” Bhagavad Gita 1:2-3

https://bhagavadgita.or.id/

 

(Dalam Penjelasan buku Bhagavad Gita 1:2-3 disampaikan oleh Guruji Anand Krishna, dalam ilmu komunikasi modern yang banyak dipengaruhi oleh Hypnosis atai NLP, cara-cara seperti ini sering digunakan untuk membakar emosi seseorang. Dengan menyebut Drupada, ia mengingatkan Guru Drona akan penghinaan yang pernah dialami Drona oleh Drupada).

Guruji Anand Krishna menyampaikan:

Duryodana memainkan siasat, dia memunculkan amarah seorang Guru.

Dalam hidup kita, juga terjadi semacam itu. Banyak orang yang kerjaannya senang melihat kita susah dan susah melihat kita senang.

Hei kamu tahu nggak kemarin suami kamu, nggak usah-nggak usah. Makin bilang nggak usah semakin penasaran kita. Kemarin suami kamu lagi jalan-jalan di mall. Sama siapa? Nggak usahlah. Banyak orang-orang yang memunculkan amarah kita dengan cara seperti itu.

Duryodana juga seperti itu. Dia memunculkan amarah Dronacharya agar dia bisa melawan dengan penuh semangat. Bisa membunuh para Pandava.

Jadi jangan sampai terjebak kalau ada yang ingin memunculkan amarah. Kalaupun suami berjalan-jalan di mall jangan membuat orang ini penasaran. Makin penasaran makin dia menjadi-jadi. Mau urusan berantem sama suami itu urusan nanti.

O ya dia sedang berjalan-jalan dengan saudara sepupunya.

Diamkan dulu orang yang memunculkan amarah. Jangan diladeni. Dalam pelajaran hidup kita ini adalah hal yang penting sekali. Jangan meladeni orang yang memunculkan amarah.

Sumber: Video Youtube oleh Guruji Anand Krishna, Bhagavad Gita Dalam Kehidupan Sehari-hari Percakapan 01.

Link: https://bhagavadgita.or.id/

https://www.anandkrishna.org/

 

 

Advertisements

Wejangan Anand Krishna: Keterikatan Sumber Perselisihan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

“Berkumpul dan siap bertempur di Padang Dharma Kurukshetra, wahai Sanjaya, apa yang dilakukan putraku dan putra Pandu?” Bhagavad Gita 1:1

https://bhagavadgita.or.id/

 

Guruji Anand Krishna menyampaikan:

Dalam satu sloka ini (Bhagavad Gita 1:1) kita sudah menemukan sebabnya kenapa terjadi Perang Bharatayuda. Karena keterikatan (Moha) dan kebutaan batin sang raja yang namanya sudah baik. Dhrtarashtra berpengetahuan luas, berpenglihatan jauh. Tapi karena pergaulan yang salah.

…………..

Setiap nama dalam tradisi Hindu itu punya maknanya. Jangan sembarangan memberikan nama. Karena suka dengan bintang film diberikan nama bintang film, karena suka dengan sepak bola diberikan nama pemain bola.

Dhrtarashtra berarti ia yang berpandangan, berwawasan luas. Ia yang bisa lihat jauh tapi ia seorang buta. Dan sebetulnya, ia bukan seorang yang jahat. Ia tahu dirinya buta biarlah adiknya, Pandu yang menjadi raja. Ia rela, ia adalah seorang yang baik pada awalnya.

Mengapa terjadi perubahan, karena dia tidak mau memarahi anak-anaknya yang berbuat adharma. Karena lingkungannya sangat tidak baik. Dia sangat dipengaruhi oleh adik iparnya, Shakuni. Shakuni mempengaruhi Dhrtarashtra sampai membiarkan perang terjadi.

Dia bukan hanya buta matanya, tapi batinnya juga buta.

Seorang raja tidak boleh berkata bagaimana putraku dan putra Pandu? Bagi seorang raja mereka semua adalah rakyatnya. Apa kata dalam bahasa kita? Moha, keterikatan. Kalau kita terikat dengan keluarga masih oke, tapi seorang raja, ia harus ada di atas keterikatan. Ia tidak boleh pilih kasih.

Seotang Kelian, Kepala Desa, dia juga raja, raja kecil. Dia juga tidak boleh pilih kasih, ini keluarga saya, ini teman saya, ini sahabat saya.

Begitu juga kalau kalian menjadi pemimpin perusahaan. Buka warung pun itu juga perusahaan, punya 2 atau 3 orang yang membantu perusahaan itu. Tidak boleh pilih kasih. Tidak boleh ada keterikatan.

Seorang raja yang berpandangan ini putraku, ini putra adikku jadilah berantem. Putraku harus mendapatkan lebih banyak dari putra adikku.

Sudahkah kita tidak terpengaruh Keterikatan (Moha)? Sudahkah kita tidak pilih kasih? Inilah sumber perang Bharatayuda dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sumber: Video Youtube oleh Guruji Anand Krishna, Bhagavad Gita Dalam Kehidupan Sehari-hari Percakapan 01.

Link:

https://www.anandkrishna.org/