Ngerti Sakdurunge Winarah, Mengerti Apa Yang Akan Terjadi

Mengerti Apa yang Akan Terjadi

Seorang Petani Mangga menanam benih unggul Pohon Mangga Madu, dia mengerti 6 tahun lagi pohon mangga itu akan berbuah banyak yang lezat dengan ketinggian berapa meter dan lebar kerindangan daunnya sekitar berapa meter. Sang Petani tahu apa yang akan terjadi, kita orang awam tidak. Demikian pula kita telah menanam benih karma dan bila kita tenang, hening, atau lewat mimpi kita bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada diri kita. Hanya kalau dibumbui misteri ramalan yang akan terjadi akan menarik perhatian masyarakat. Magic adalah bila kita dapat mengubah hasil karma buruk menjadi hasil yang baik.

Penglihatan Bapak Anand Krishna

Indonesia Baru yang kulihat ialah Indonesia buatan Putera-Puterinya sendiri. Indonesia yang dibuat oleh Orang-Orang Indonesia sendiri, dengan kesadaran “keindonesiaannya”. Bangunan Indonesia Baru tidak menggunakan bahan baku asing. Bahan baku impor. Bila ada pernak-pernik dari luar negeri, itu hanyalah sebagai pemanis. Tidak lebih dari itu. Kekuatan Indonesia Baru datang dari dalam tubuhnya sendiri. Jiwa Indonesia Baru tidak membutuhkan dorongan dari luar untuk menumbuhkembangkan semangat yang dibutuhkan untuk membangun, mencipta, dan bertahan menghadapi segala tantangan. Semangat Gotong Royong – itulah yang menjadi modal dasar bagi Indonesia Baru. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2005). Indonesia  Baru. Jakarta: One Earth Media)

 

Hukum Karma

Hukum Karma adalah Hukum Perbuatan, Hukum Tindakan. Dalam bahasa fisika, hukum ini disebut “Hukum Aksi Reaksi”. Setiap aksi sudah pasti menyebabkan reaksi yang setimpal. Inilah Hukum Sebab Akibat.

Dan, Hukum ini bersifat Universal. Berlaku sama bagi setiap orang, bahkan setiap makhluk hidup. Hukum ini tidak tergantung pada akidah agama tertentu. Ia tidak bersandar pada dogma maupun doktrin tertentu. Mau percaya atau tidak, hukum ini tetap berlaku bagi semua. Dan, berlaku sama.

Setiap orang, lelaki maupun perempuan mesti tunduk pada Hukum Universal ini. Hukum ini berlaku bagi individu, maupun bagi kelompok. Dikutip dari Karma Negara (Artikel Bapak Anand Krishna di Radar Bali, Senin 24 September 2007)

Mengapa Ramalan Bisa Jadi Kenyataan? Apakah Kita Seperti Robot yang Terprogram?

Kepastian itu sangat mekanis. Kepastian membuat manusia menjadi mesin, persis seperti robot. Kepastian membuat anda menjadi komputer. Program yang diberikan dapat menentukan setiap tindakan, setiap ucapan, bahkan setiap pikiran dan setiap perasaan dalam diri anda. Komputerisasi umat manusia sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu.

Mereka yang berkuasa, mereka yang menjadi pemimpin, mereka yang berada pada pucuk pemerintahan telah melakukan programming. Tentu saja, programming ini harus menguntungkan mereka, anda hidup dalam ketidaksadaran. Sepertinya dibawah pengaruh hipnotis massa. Tindakan, ucapan, pikiran bahkan perasaan anda pun sesuai dengan programming yang telah diberikan kepada anda.

Anda tidak bebas! Mungkin sudah merdeka, tetapi hanya memproklamasikan kemerdekaan tidak membebaskan diri anda! Anda telah diperbudak selama ribuan tahun dan saat ini pun anda masih diperbudak. Anda diperbudak oleh berbagai tradisi, peraturan dan konsep yang sudah kadaluwarsa, sudah usang. Mereka yang memprogram anda tidak menginginkan kebebasan anda. Kenapa? Karena begitu anda bebas, anda tidak dapat dikuasai. Untuk menguasai anda, kepatuhan anda sangat dibutuhkan; kepastian anda sangat dibutuhkan. Anda harus statis. Dan dengan menggunakan dalil stabilitas, anda telah dilatih dan dipaksa untuk jalan atau lari ditempat. Itu sebabnya, manusia dapat diramalkan. Manusia yang sudah diperbudak oleh masyarakat, dapat diramalkan. Suatu masyarakat yang terbelenggu oleh berbagai tradisi dan peraturan yang sudah dapat diramalkan. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (1998). Tetap Waras di Jaman Edan, Visi Ronggowarsito Bagi Orang Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Kita Bisa Tahu Apa yang Akan Terjadi 10 Tahun yang akan datang

Apa yang akan terjadi pada diri saya atau suatu keadaan sekitar saya, itu pun sudah merupakan rencana yang sudah ada dalam bawah sadar kita (Kalau kita mengatakan itu bawah sadar). Saya tidak mengatakan itu bagian dari bawah sadar tapi dari chit, seed of thought, benih-benih pikiran kita.

Itupun sudah kita rencanakan, jadi tidak ada yang beda sebetulnya. Cuma ada yang tependam tidak cepat keluar dan ada yang cepat keluar. Jadi apa yang akan terjadi 10 tahun yang akan datang, sudah ada blue print-nya. Misal kita mau tanam pohon buah mangga maka setelah beberapa tahun berbuah. Seorang petani tahu bahwa pohon ini berbuahnya kapan, pohon yang satu lagi berbuah kapan? Tapi kalau kita bukan petani maka kita nggak tahu. Kita pikir kok lama sekali, apakah akan berbuah atau tidak? Begitu juga apa yang akan terjadi 10-15 tahun dari sekarang, bijinya sudah ditanam entah sepuluh tahun sebelumnya.

Tapi bagaimana bisa terlihat dalam mimpi? Kita berada dalam masyarakat yang kalau sesuatu dibungkus mistis akan menarik. Seperti melihat awan, wah itu seperti ada gambar Shiva, bagi orang lain itu gambar Kwan Im, bagi orang ketiga itu Buddha. Tergantung pada proyeksi dari pikiran kita. Kita bisa melihat apa pun dan kemudian berita itu dimunculkan dan kita menjadi heboh. Kita melihat bulan seperti melihat kelinci. Tapi, bagi Orang China itu bukan kelinci, itu adalah wanita cantik. Dewi Bulan. Bagi orang India itu adalah laki-laki, Chandra. Jadi tergantung persepsi kita. Tapi kita punya kebiasaan dibungkus dengan mistisisme, padahal semuanya sudah diatur.

Justru the real magic, menurut Aleister Crowley, magic itu suatu kemampuan untuk mengubah sesuatu atau kondisi hati kita. Itulah real magic. Begitu juga kalau kita sudah tanam sesuatu sebelumnya, dan kita sudah tahu akan berbuah mangga. Karma yang hasilnya kita sudah tahu pasti jelek atau bagus, kalau kita mampu mengubah itu. Dari buruk menjadi bagus, itu real magic, kekuatan pikiran yang benar.

Kita mimpi sesuatu, bisa merupakan bagian dari sampah-sampah dalam diri kita yang keluar, atau bisa suatu berita bahwa ini bisa terjadi. Kita bisa melihat rambu-rambu ini bila bisa terjadi padamu. Misalkan mulai sekarang saya mesti membawa mobil dengan lebih berhati-hati, agar mimpi yang saya lihat tidak terjadi.

Bagaimana bila kita sudah melihat tanda buruk yang akan terjadi bagaimana cara mengatasinya? Apabila mind kita terpengaruh mimpi kecelakaan peswat, ganti flight. Apa yang kita perhatikan dengan pikiran kita, itu terjadi. Itulah kekuatan pikiran. Apa yang kita bahas ini kekuatan pikiran bukan spiritual. New Age itu apa? kekuatan pikiran. Mereka belum bicara sesuatu yang lain. Mimpi juga bagian dari kekuatan pikiran. Lucid dreaming, kita bisa merencanakan sesuatu lewat pikiran. Saya pernah menulis, sebelum tidur pikirkan saya akan pergi ke suatu tempat, lakukan beberapa kali sampai mungkin hari ke 7 roh ini bisa jalan-jalan ke suatu tempat tertentu. Bisa diatur.

Kalau ditarik ke karma pembahasan akan panjang. Karma terjadi pada dasarnya dalam kenyataan dan mental/emosional. Istilah karma adalah perbuatan. Mungkin saya berpikir jelek akan dirimu, mungkin vibrasi itu akan diterima, oleh mind mu, brainmu. Kamu akan berpikir tentang saya yang jelek juga. Itu bisa terjadi itu tapi sebatas pikiran. Kalau saya menonjok kamu itu adalah physical. Dan kamu meresponnya dengan physical. Hukum karma adalah physical law.

Begitu ada pikiran yang jelek, Patanjali mengatakan pikirlah yang berlawanan untuk menghindari akibat buruk. Oleh karena itu dimunculkan simbol-simbol. Kebanyakan, apa yang tepikir oleh kita adalah jangan=jangan akan terjadi begini. Jangan-jangan ada rintangan, jangan-jangan ada problem. Sehingga dimunculkan simbol Ganesha untuk mengenyahkan segala macam rintangan. Sangat mudah kalau tiba-tiba kita punya pikiran kalau begini jangan-jangan akan begini. Kemudan untuk mengimbangi pikiran itu yang sudah diulangi dalam pikiran berkali-kali kita harus mengimbangi dengan pikiran yang berlawanan.

Daripada susah-susah, kau punya Ganesha, lihat patung Ganesha. Dan itu lebih powerful daripada pikiran yang harus diulang-ulang. Positif thinking kita tidak bisa sekuat negatif thinking. Negatif thinking naturally muncul, positif thinking harus kita upayakan. Banjir dari negatif thinking ini tidak cukup diatasi dengan positif thinking. Solusinya lihat gambar Ganesha.

Jadi Ganesha dibawa ke mana-mana. Itulah yang dikerjakan mereka. Obama membawa gambar Hanuman di kantong dia. Setiap ada masalah dia keluarkan gambar Hanuman. Dia share.

Mau dengan Kwan Im, Ganesha, Narasimha mau apa. Begitu ada pikiran jelek langsung visual. Di kantor-kantor di mana-mana jangan kasih pajangan macam-macam. Taruh visual yang bisa memberi semangat. Di China, Kwankung, Macan, Kura-Kura karena perisainya. Mahisasura Mardini, Durga di tempat kita.

Kalau kita mimpi hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita kita dapat mengatasi dengan cara demikian. Dream yang visual harus diatasi dengan visual. Visual mimpi dilawan dengan suara tidak berhasil.

Bagaimana kalau mimpi yang mengarahkan kita? Kembali ke Hanuman atau Ganesha, tolong saya dibantu. Tapi harus visual karena kita harus main dengan kecepatan cahaya. Hati-hati dengan televisi, dengan youtube, dengan apa yang kita lihat. Karena kecepatannya adalah kecepatan cahaya. Bisa menciptakan situasi yang baik atau kalau tidak kita bisa menjadi peragu-ragu, pemalas.

Sumber: Video Youtube, Membaca Mimpi & Cara Mengatasi Pikiran Negatif oleh Bapak Anand Krishna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s