Refleksi: Beda Keinginan dan Kehendak terhadap Kesuksesan Kita

Sebuah Pertanyaan Sederhana: apakah kita punya Kehendak Kuat atau sekadar Keinginan? Dan kehidupan yang kita alami saat ini adalah jawaban yang telah kita buat atas pertanyaan tersebut di masa lalu…..

Berkehendak Kuat

Berkehendak yang kuat tentang apa yang sungguh-sungguh diinginkan, itulah langkah pertama menuju kebahagiaan dalam hidup. Para astrolog di wilayah peradaban Sindhu atau Hindia selalu menasihati supaya kita betul-betul memusatkan seluruh pikiran/kesadaran kita pada apa yang kita hendaki. Itulah satu-satunya cara untuk mewujudkan kehendak menjadi kenyataan dalam hidup.

Dalam hal ini, keberhasilan seseorang sangat tergantung pada: Harapan, Kesabaran, dan Keteguhan Hati. Keberhasilan kita melatih diri dalam ketiga hal ini memastikan keberhasilan kita dalam hidup. Kemudian, kesehatan, kekayaan, ketenaran, dan kebahagiaan semuanya menjadi milik kita. Dikutip dari (Krishna, Anand. (2010). Spiritual Astrology, The Ancient Art of Self Empowerment, Bhakti Seva(The Blissful Prophet), Terjemahan Bebas, Re-editing, dan Catatan Oleh  Anand Krishna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) #SpiritualIndonesia #AstrologiIndonesia

Kehendak, Will Power dalam Buku Total Success

Rumusan Napoleon Hill dimulai dari Keyakinan. Itulah butir pertama rumusan Sang Maestro. Kendati demikian, ia pun sadar bahwa 98 % orang memang tidak yakin. Mereka tidak percaya pada apa yang mereka lakukan. Mereka tidak percaya pada keberhasilan apa yangmereka kerjakan. Mereka tidak percaya pada pekerjaan mereka. Itulah sebabnya hanya 2 % orang yang meraih keberhasilan sejati. Sisanya dalam keadaan limbo, kaya tapi tidak berhasil. Atau, tidak kaya dan tidak berhasil.

Kendati demikian, jangan putus asa. Hill meyakinakn kita bahwa “kurang percaya diri”, “kurang yakin” adalah penyakit yang dapat disembuhkan………….

Will Power bukan sekadar keinginan, tetapi niat yang kuat; kekuatan kehendak. Kekuatan niat atau Will Power jauh melebihi kekuatan keinginan. Keinginan tidak membutuhkan terlalu banyak energi. Dengan energi selemah apa pun kita masih tetap bisa berkeinginan. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2009). Total Success Meraih Keberhasilan Sejati. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Kehendak Kuat

“Sebaliknya Arjuna, ia yang berkehendak kuat dan telah berhasil mengendalikan seluruh indra; kemudian menggunakan indra-indra yang sama sebagai alat, dan berkarya dengan semangat Yoga tanpa keterikatan (pada hasil, atau berkarya tanpa pamrih) adalah manusia yang sungguh sangat terpuji.” Bhagavad Gita 3:7

Kehendak yang kuat adalah gugusan pikiran dan perasaan, atau mind, yang sudah tidak bergejolak. Mind yang sudah dewasa, matang. Tidak lagi merengek-rengek melihat mainan yang baru. Mind yang demikian itulah yang bisa berkehendak yang kuat. Mind seperti itu sudah berubah menjadi buddhi, intelegensia, atau mind yang berkesadaran. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma) #SpiritualIndonesia lewat #BhagavadGitaIndonesia

 

Video Youtube: Beda Keinginan vs Kehendak oleh Bapak Anand Krishna

Apakah will dan desire itu sama? Dalam bahasa indonesia will adalah kehendak, desire adalah keinginan.

Pengertian will dalam bahasa sanskrit orang yang punya will langsung menerapkan will nya, menjadi kerja nyata dia tidak akan bertanya lagi.

Kalau masih desire pasti gagal deh. Will tidak punya keraguan. Tidak bisa disamakan dengan desire. Desire pekerjaan belum pas tapi dia ingin jadi kaya raya.

………………

Apa maksudnya, ada divine will with divine intervention. Keberadaan menginginkan dia seperti itu. Dan dia digunakan sebagai alat Keberadaan?

Buddha sendiri mempunyai will power untuk menjadi buddha. “Saya tidak akan bergerak. Kalau ini terakhir sekali saya duduk saya tidak akan meninggalkan pohon ini. Tidak. Saya ingin cerah.”

Silakan simak video youtube: Beda Keinginan vs Kehendak oleh Bapak Anand Krishna

Roh dalam diri manusia – kesadaran, atau “aku” dalam diri setiap insan hanya akan terpicu jika ada strong will power, kehendak, yang sangat kuat

Dengan menggunakan badan dan indra, kita tidak mungkin merasakan kemanunggalan diri dengan-Nya. Ada kalanya, badan kita indra malah menolak keberadaan Tuhan karena mereka tidak bisa menggapai-Nya. Untuk menggapai kesadaran kosmis, doa mesti, terlebih dahulu, memicu roh dalam diri manusia, supaya terungkap. Supaya mulai berkarya. Kemudian, mempersatukan roh itu dengan Roh Agung, dengan Sumber Tunggal, Allah Bapa, Tuhan.

Nah, roh dalam diri manusia – kesadaran, atau “aku” dalam diri setiap insan hanya akan terpicu jika ada strong will power, kehendak, yang sangat kuat. Siapa yang mesti berkehendak atau berkeinginan kuat? Manusia sendiri, “aku” dalam diri setiap insan, atau kesadaran “ku” sendiri. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2010). A New Christ, Jesus: The Man and His Works, Wallace D Wattles. Re-editing, Terjemahan Bebas, dan Catatan Anand Krishna oleh Anand Krishna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) #SpiritualIndonesia lewat #ANewChristIndonesia

Guru Sejati membantu murid menggunakan will power karena kasih

Para Guru sejati, Para Sad Guru, Para Murshid karena “kasih” mereka bukan karena bayaran, menggunakan will power mereka untuk membantu terciptanya keseimbangan dalam diri para murid.

Kaamaha Shantih….Shantih, Shaantih, Shantih ….Sekali tercipta, sang guru kemudian membantu para siswa untuk menggunakan will power mereka sendiri untuk memeliharanya. Kadang berada di padepokan sang guru, berhadapan dengannya saja sudah cukup- will power dalam diri kita terstimuli dengan sangat mudah kita dapat meneruskan perjalanan batin kita. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2003). Rahasia Alam Alam Rahasia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) #SpiritualIndonesia

Advertisements