Ketidakpastian dalam Kehidupan, Kisah 2 Master

Kisah Bhikku Sanghasena

Setelah menikmati Bhajan/Kirtan dalam acara Ananda Nada Yoga pada tanggal 26 April 2017 di Anand Ashram Ubud, semua peserta bhajan mendengarkan dharma talk oleh Yang Mulia Bhikku Sanghasena dari Mahabodhi International Meditation Center India dan Guruji Anand Krishna dari Anand Ashram Indonesia.

Bhikku Sanghasena sangat terkesan dengan bhajan penuh devosi di Anand Ashram Ubud. Terlampau banyak meditasi dan bicara akan nampak terlalu serius. Mendengarkan bhajan memicu rasa devosi yang sangat dalam. Bhante mengundang Guruji Anand Krishna dan para sahabat termasuk para penyanyi Bhajan untuk mengajari mereka bhajan di Himalaya. Bhante (demikian Bhikku dipanggil) memulai pembicaraan dengan Good Evening dengan sepenuh hati. Kalau banyak orang bicara good evening dengan basa-basi, Bhante berkata betul-betul evening yang good bukan hanya lip service, tetapi betul-betul malam yang good bahkan excellent. Sangat up-lifting kata Bhante…….

Melihat keindahan Anand Ashram Ubud dengan berbagai warna dan ornamen yang sangat indah dengan pohon-pohon di luar yang hijau Bhante bertanya, apakah ada yang tidak bahagia. Kalau seperti saat ini, dengan kondisi dan suasana demikian masih tidak bahagia maka dia dijamin tidak akan bahagia selamanya. Dan semua peserta bhajan tertawa berderai derai…..

Mereka yang tidak berbahagia tubuhnya di sini akan tetapi pikirannya memikirkan masalah di rumah sebelum saat ini, atau pada masa lalu atau mengkhawatirkan, cemas akan masalah yang akan dihadapi di masa depan.

Bhante mulai cerita tentang seorang profesional muda yang sukses dan ternama. Karena kesuksesan dan kesibukannya jadwal agenda esok hari, minggu depan sudah terorganisasi dengan baik. Bahkan agenda bulan depan pun sudah tertata, jam berapa pergi ke acara apa.

Dengan mengalahkan banyak acara dia dapat menemui Master Krishnamurti di India. Dalam kesempatan yang sangat langka tersebut sang profesional muda ternama bertanya, “Master, Seni Kehidupan itu yang bagaimana?”

Krishnamurti mulai bertanya apakah sang profesional percaya dengan Tuhan? Dia menjawab percaya dengan sepenuh hati. Sang Master kembali bertanya, apa yang akan dilakukan bila enam bulan lagi dia meninggal dunia. Dia menjawab akan banyak agenda dia yang akan di-cancel, dibatalkan. Sang Master kembali bertanya, bila besok jam 5 sore dia meninggal apa yang akan dilakukannya, dia menjawab, dia akan berbagi kemakmuran kepada mereka yang membutuhkan. Kalau waktu tinggal 2 jam lagi untuk hidup apa yang dilakukannya? Dia menjawab saya akan bermeditasi dan hanya mengingat Tuhan.

Sang Master berkata, “Itulah Seni Kehidupan, bagaimana kita tetap berkarya dengan ketidakpastian esok hari dan kematian kita kapan? Semua peserta bertepuk tangan meriah dengan kisah nyata yang menyentuh hati…….

 

Giliran Bapak Anand Krishna berkisah…….

Pada suatu hari, seorang pemuka masyarakat mendatangi Raja Yudistira, ”Kedatanganku untuk memohon bantuan Baginda…”

”Dengan senang hati,” Sang Raja yang biasanya sopan, memotong kalimat sang pemuka masyarakat, “tetapi maafkan saya, hari ini saya harus segera meninggalkan istana karena hari sudah malam. Kiranya Bapak bisa kembali besok pagi. Aku berjanji akan melayani Bapak yang kumuliakan sebatas kemampuanku.”

Sang pemuka masyarakat puas dengan janji itu. Ia yakin Raja Yudistira pasti menepati janjinya.

Akan tetapi Bhima, adik Yudistira cepat-cepat pergi ke alun-alun di tengah kota, dan membunyikan genta yang biasanya hanya dibunyikan untuk mengumpulkan massa jika ada pengumuman penting.

Yudistira pun mendengar suara genta dan ingin tahu, ada apa gerangan Bhima mengumpulkan masyarakat malam-malam. Sepenting apakah pengumuman Bhima?

Bhima berkata, “Hari ini aku bertemu dengan seseorang yang telah menguasai waktu. Kebetulan orang itu warga kita. Kita semua patut bangga.”

Beberapa saat kemudian, Yudistira datang menegur Bhima, ”Apa-apaan kamu, Bhima? Janganlah membohongi rakyat. Siapa yang dapat menguasai waktu?”

“Baginda sendiri,” jawab Bhima.

“Maksudmu?” tanya sang raja.

“Tadi Baginda Raja berjanji akan melayani tokoh masyarakat yang membutuhkan bantuan…”

“Ya, ya, dan….”

“Melayaninya besok… berarti Baginda yakin tidak akan terjadi apa-apa antara saat ini dan besok pagi, dan Baginda dapat menepati janji.”

Yudistira menyadari kesalahannya. Saat itu juga ia mendatangi rumah pemuka masyarakat itu, dan memenuhi segala kebutuhannya…………….

Bapak Anand Krishna melanjutkan kisahnya:

Dalam kehidupan itu, ada yang namanya ketidak pastian. Itulah sebabnya Guru Nanak berkata apa yang dapat dikerjakan hari ini, kerjakan sekarang. Apa yang dapat dkerjakan besok kerjakan hari ini……..

Alkisah ada seorang raja yang memanggil seorang Master, seorang bijak. Sang raja bertanya Kebenaran itu Apa? Sang Bijak menjawab aku akan mengatakannya nanti.

Setelah beberapa bulan sang raja sedang merayakan kelahiran putra pertamanya. Seluruh masyarakat berbahagia dan diundanglah sang bijak datang. Sang Raja menagih janjinya apakah sebenarnya Kebenaran itu? Sang Bijak menjawab bahwa jawabannya akan membuat sang raja tidak senang. Sang raja tetap ngotot agar Sang Bijak tetap mengatakannya karena dia sedang berbahagaia dengan kelahiran putranya.

Sang Bijak berkata bahwa kebenaran itu adalah bahwa pada saat kematian tidak ada seorang pun yang menemani kita. Anak dan istri kita juga tidak menemani kita. Dan kita tidak tahu, kapan kita akan mati?

Sang raja termenung lama, kebahagiaan akan kelahiran putranya tersengat oleh lebah kesadaran bahwa dia tidak tahu kapan kematian akan menimpanya. Pada saat dia mati, kebahagiaan akan kelahiran putranya menjadi tidak berarti……….

Guruji Anand Krishna mengingatkan para peserta tentang ketidakpastian kehidupan. Berbuatlah seakan-akan besok jam 5 sore kita akan meninggal………….

Masih ada beberapa catatan dhamma talk dari Bhante Sanghasena dan Guruji Anand Krishna selama 2 hari tanggal 25 dan 26 April 2017 yang sedang kami ingat-ingat kembali…..

Advertisements

2 thoughts on “Ketidakpastian dalam Kehidupan, Kisah 2 Master

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s