Tanpa Percikan Keinginan, Tidak Mendambakan Yang Bukan Miliknya #BhagavadGita

buku-bhagavad-gita-rumah-mewah-dan-mobil

Engkau Hyang Maha Membebaskan, bebaskanlah diriku dari rasa kepemilikan, keangkuhan, keserakahan, kebodohan, ketaksadaran, kebencian. Bebaskan diriku dari perbudakan pada panca indera. Bebaskan diriku dari keinginan akan kenyamanan dan kenikmatan jasmani. Bebaskan diriku dari segala macam belenggu yang telah menjatuhkan derajatku, menjadi hamba dunia. Dikutip dari buku (Krishna, Anand.  (2007). Panca Aksara Membangkitkan Keagamaan dalam Diri Manusia. Pustaka Bali Post)

……………………

Yesus benar-benar mengatakan bahwa kedatangan Dia adalah untuk sesuatu yang jauh lebih berarti. la datang untuk memisahkan kita dari segala sesuatu yang membelenggu diri kita selama ini. Yang harus kita tinggalkan bukan isteri, bukan keluarga, tetapi rasa kepemilikan kita, keterikatan kita terhadap mereka.

Nikmatilah dunia ini. Berkeluargalah, jika Anda inginkan. Tetapi jangan terikat pada sesuatu. Sadarlah bahwa semuanya itu hanya temporer. Jangan mengembangkan rasa kepemilikan terhadap benda-benda duniawi, karena semua itu tidak kekal. Nikmati semuanya, tanpa keterikatan, tanpa rasa kepemilikan. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2004). Sabda Pencerahan, Ulasan Khotbah Yesus Di Atas Bukit Bagi Orang Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

………………

Di bawah ini penjelasan Bhagavad Gita 6:10 agar kita tidak mendambakan kepemilikan materi:

cover-buku-bhagavad-gita

Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Yogi yunjita satatam atmanam rahasi sthitah, ekaki yata-cittatma nirasir aparigrahah

“Hendaknya seorang Yogi senantiasa memusatkan kesadarannya pada ‘diri’ sendiri; menguasai pikiran serta perasaannya; bebas dari segala keinginan, tidak mengharapkan sesuatu apa pun; bebas pula dari (rasa) kepemilikan.” Bhagavad Gita 6:10

 

Ayat ini termasuk salah satu yang sering disalahterjemahkan, “hidup menyendiri di tempat yang sunyi, sepi.”

Arti sesungguhnya adalah:

 

BERFOKUS PADA….. Satatam = Selalu; Atmanam = Sang Diri (jiwa Individu atau Jivatma); Rahasi = Rahasia; Sthitah = Berada; Ekaki = Sendiri.

Tidak ada anjuran untuk meninggalkan keramaian dunia dan masuk hutan, menyepi di sana. Walau pun itu merupakan suatu pilihan, dan tidak ada yang salah pula dengan pilihan itu.

Tempat rahasia itu adalah Hati-Psikis – Pusat Kesadaran di antara kedua puting – tempat Sang Jiwa bersemayam. Itulah Pusat Jiwa, Hati-Nurani, Sanubari.

 

Ayat ini mengajak kita untuk:

“KEMBALI KE PUSAT DIRI” – Mengalihkan fokus dari luar ke dalam diri. Ayat ini menjelaskan cara untuk melakoni meditasi 24/7 – 24 jam sehari dan 7 hari setiap minggu – berarti setiap hari, setiap jam, setiap detik.

Kemudian, nirasir dan aparigrahah – biasa diterjemahkan “tanpa keinginan” dan “bebas dari keserakahan” atau “tanpa kepemilikan”. Nirasir, memang sulit diterjemahkan. Ini menyangkut sikap mental. Memang terjemahan terdekatnya adalah “tanpa keinginan dan/atau harapan”, walau hal itu tidak sepenuhnya menjelaskan makna dari kata nirasir.

 

NIRASIR BERARTI, “TANPA ADANYA PERCIKAN-PERCIKAN YANG DAPAT MENIMBULKAN KEINGINAN”. Ketika Anda bertemu dengan seorang pria tampan atau wanita cantik – maka “keinginan”, gairah, atau nafsu tidak serta-merta muncul begitu saja. Awalnya adalah percikan-percikan perasaan nano-nano yang muncul. Ada “dag-dig-dug” yang bahkan tidak dapat dibahasakan, apa makna “dag-dig-dug”?

Sementara itu,

APARIGRAHAH BERARTI “TIDAK MENDAMBAKAN SESUATU YANG BUKAN MENJADI MILIKNYA”. Lalu, apa yang menjadi milik “Diri” kita yang sejati?

Ego, yang ingin memiliki – sesungguhnya tidak bisa memiliki sesuatu apa pun. Apa saja yang dianggap sebagai miliknya, akan tertinggal semua di sini.

Sementara itu “Diri” yang sejati sadar akan kesejatian dirinya, dan kesejatian setiap diri, termasuk kesejatian setiap benda. Semuanya adalah percikan Ilahi yang sama, maka apa yang mesti dimiliki?

 

SEMUANYA TERSEDIA BAGI JIWA untuk dimanfaatkan sebagaimana mestinya, tidak perlu dimiliki. Jadi dalam konteks ayat ini, terjemahan yang lebih cocok ialah “bebas dari rasa kepemilikan”.

Rasa kepemilikan membuat kita kecewa dan berduka. Saat mesti meninggalkan semuanya, kita merasa kehilangan apa yang sebelumnya kita anggap sebagai milik kita. Supaya tidak kecewa, kita mesti membebaskan diri dari rasa kepemilikan. Manfaatkan dunia, dunia benda, kebendaan – manfaatkan semua tanpa rasa kepemilikan.

Lagi-lagi – jika ayat ini diterjemahkan sebagai anjuran untuk mencari tempat yang sunyi dan sepi, jauh dari keramaian – silakan. Namun, tempat rahasia yang dimaksud bisa juga salah satu kamar di rumah kita – yang dijadikan  sebagai tempat meditasi, pemujaan, sembahyang, berdia diri untuk berbagai sadhana atau laku spiritual lainnya.

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Catatan:

Mempertahankan keseimbangan diri, kedamaian diri di tengah masyarakat yang bergejolak itulah meditasi. Dan bila anda sudah bisa mempertahankan keseimbangan diri, kota atau hutan tidak menjadi soal. Dari buku Tantra Yoga

Sudahkah kita memulai latihan meditasi?

 

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

oec1elearning-banner

16711992_612132385641135_3392780409612035997_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s