Petunjuk Sudah Ku-sampaikan! Mengikuti Kehendakmu Urusanmu #BhagavadGita

buku-bhagavad-gita-nasihat-krishna-pd-arjuna

Sungguh karena Aku sangat menyayangimu, maka nasihat-Ku ini pun demi kebaikanmu sendiri.

Dhammapada 22:306 menjelaskan apa yang dapat mencelakakan diri, yaitu kebohongan. Mengingkari perbuatan keji, dan berbohong untuk menutupinya – inilah pertanda orang yang sedang mencelakakan dirinya.  Kita tidak dapat membohongi Keberadaan Yang Maha Mencatat setiap kegiatan. Perbuatan keji untuk mencelakakan orang lain adalah serangan terhadap Keberadaan. Dan, begitu kita menyerang Keberadaan yang adalah Kasunyatan Abadi, maka perbuatan keji dan kebohongan akan bergaung kembali. Tidak ada yang menghukum kita kecuali perbuatan kita sendiri. Ada kalanya benih perbuatan keji itu belum tumbuh menjadi pohon, maka sepertinya lama sekali baru berbuah. Ada kalanya Keberadaan membiarkannya tumbuh malah diberi air hujan dan difasilitasi pertumbuhannya, supaya pada saatnya dapat ditebang karena ilalang memang tidak berguna dan malah mencelakakan pertumbuhan tanaman lainnya. Catatan Nasehat Bapak Anand Krishna tentang Interfaith

Karena kasih sayang-Nya kepada kita, Tuhan telah memberitahu kita jalan yang benar. Akan tetapi Tuhan tidak memaksa agar mengikuti kehendak-Nya. Pilihlah tindakan sesuai kehendak kita, dan konsekuensinya juga kita sendiri yang menerima. Silakan simak penjelasan Bhagavad Gita tentang hal ini:

cover-buku-bhagavad-gita

Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Demikian, Kebijakan Tertinggi, Pengetahuan Sejati yang lebih dalam dari yang terdalam ini telah Ku-sampaikan padamu. Renungkan, dan selanjutnya bertindaklah sesuai dengan kehendakmu.” Bhagavad Gita 18:63

Tidak ada pemaksaan. Seorang Krsna — seorang guru sejati atau Sadguru — tidak pernah memaksakan kehendaknya.

 

SEORANG KRSNA, AVATARA, SADGURU atau apa pun sebutannya — juga bukanlah seperti guru di sekolah, entah sekolah biasa atau sekolah kepercayaan. Para guru sekolah, termasuk guru kepercayaan dan sebagainya memberi sanksi jika kita tidak menghafal pelajaran yang diberikannya

Seluruh social machinery ikut menjatuhkan sanksi. Pihak sekolah menjatuhkan sanksi berupa “lulus” atau “tidak”. Belum lagi pemerintah yang sama sekali tidak berurusan dengan para siswa selama bertahun-tahun, menjatuhkan sanksi yang sama lagi lewat Ujian Nasional. Jadi seorang anak itu dihukum dua kali atas “kesalahan” yang sama. Jangan bicara keadilan. Pendidikan kita tidak berurusan dengan itu.

Siswa membutuhkan pengetahuan bahasa Inggris untuk mampu berkomunikasi dengan dunia luar. Para psikolog boleh menganjurkan bahwa usia paling tepat untuk pelajaran bahasa adalah di bawah 12 tahun. Tapi, kebijakan sistem Pendidikan Nasional bisa saja menentukan sesuatu yang lain.

Senangnya ketika buku ini masuk cetak, ujian nasional yang hanya rnemboroskan waktu, tenaga, dan uang itu sudah dihapuskan. Dan bahasa Inggris diajarkan sejak usia dini. Tentunya, demikian juga dengan pelajaran tentang sejarah bangsa maupun dunia, tanpa interpretasi menyesatkan dari salah satu pihak.

 

SEJARAH DAN NILAI-NILAI BUDAYA NUSANTARA yang setidaknya sudah berusia 5.000 tahun mesti diajarkan selengkapnya, seutuhnya tanpa bias prejudis apa pun. Biarlah para siswa didik menilai sendiri bagian sejarah yang mana, tokoh mana, nilai-nilai budaya mana yang akan menjadi pegangan hidupnya.

Persis seperti yang dilakukan oleh Krsna setelah menyampaikan pandangan-pandangannya Krsna tidak memaksa Arjuna, “Selanjutnya terserah kamu sendiri, kamu mau mengikutinya, mengindahkannya — silakan. Mau menolaknya, pilihanmu juga.”

Kebebasan inilah yang menempatkan Bhagavad Gita pada posisi yang unik. Tidak ada sumpah-serapah, tidak ada sanksi api-neraka — Bhagavad Gita mengajak kita untuk menggunakan inteligensia kita masing-masing.

 

“Dengarkanlah sekali lagi kata-kata penuh makna tentang Kebenaran Terdalam nan Tertinggi ini; Sungguh karena Aku sangat menyayangimu, maka nasihat-Ku ini pun demi kebaikanmu sendiri.” Bhagavad Gita 18:64

 

Setelah menyarankan supaya Arjuna berpikir secara matang, melakukan perenungan mendalam —sekarang Krsna menasihati Arjuna,

 

“DEMI KEBAIKANMU SENDIRI” – Sejak awal, Arjuna bertanya tentang “apa itu kebenaran” — kebenaran tentang segala sesuatu. Dan Krsna pun memberikan pandangan-pandangan-Nya. Ternyata, kebenaran memang memiliki banyak sisi — jumlahnya tak terhitung. Jika kita ingin memahami setiap sisi kebenaran, maka lahir-mati-lahir berapa kali pun tidak cukup.

Sebab itu, dalam kesimpulannya ini, Krsna menjelaskan “apa yang baik” dalam pengertian apa yang tepat bagi Arjuna. Ini pun, sebagaimana dikatakan oleh Krsna, “karena Aku menyayangimu”. Ada hubungan khusus antara Krsna dan Arjuna — antara seorang Sadguru dan siswa yang telah menundukkan kepala-egonya. Tanpa hubungan itu sebagai landasan, Krsna tidak akan memberi kesimpulan-Nya. Ia akan membiarkan Arjuna menyimpulkan sendiri.

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Bagaimanakah nasihat Krsna tentang Kebenaran Terdalam dan Tertinggi? Silakan simak Sloka Bhagavad Gita selanjutnya………

Catatan:

Hendaknya seseorang tidak bersikap kekanak-kanakan. Pengertiannya ialah, tidak cengengesan saat suka dan tidak cengeng saat duka. Segala macam derita mental/emosional dapat diatasi dengan kesadaran akan tidak kekalnya pengalaman suka maupun duka (meditasi dan sebagainya). Dikutip dari buku Dvipantara Dharma Sastra.

Sudahkah kita mulai latihan meditasi?

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

oec1elearning-banner

16711992_612132385641135_3392780409612035997_n

Advertisements

2 thoughts on “Petunjuk Sudah Ku-sampaikan! Mengikuti Kehendakmu Urusanmu #BhagavadGita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s