Kelinci California #YogaSutraPatanjali

buku-yoga-sutra-patanjali-kelinci-di-california

“Apa pun yang terpikirkan saat ajal tiba, saat seseorang meninggalkan badannya, wahai Kaunteya (Arjuna, Putra Kunti), itu pula yang dicapainya setelah meninggalkan badan. Sebab, pikiran terakhir adalah sama seperti apa yang terpikir olehnya secara trus-menerus sepanjang hidup.” Penjelasan Bhagavad Gita 8:6 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Jangan terlalu tegang, sekali-sekali baca Kisah Hola menjelang ajal dan kelahiran berikutnya pada buku Yoga Sutra Patanjali berikut………. santai……… rileks………

 

Buku Yoga Sutra Patanjali

cover-buku-yoga-patanjali

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

“Ingatan membuat(Jivatma atau Jiwa Individu) tidak bisa lepas dari pengalaman-pengalaman masa lulu.” Yoga Sutra Patanjali I.11

 

Demikianlah adanya Smrti, Memori, atau Ingatan. Entah memori baik atau buruk, menyenangkan atau sebaliknya. Jiwa Individu, yang sesungguhnya bebas, “merasa” terikat olehnya.

 

DARI MANA DATANGNYA PERASAAN ITU? Dari perubahan yang terjadi pada Citta, benih pikiran dan perasaan yang mulai bertunas.

lmplikasinya bukan sebatas pada satu masa kehidupan, tetapi bisa berlanjut hingga masa-masa kehidupan berikutnya.

“Sensasi seks” terasa enak sekali oleh pemeran utama kita; Hola, the Great. Saat-saat terakhir, sebelum “berpulang” entah ke mana, ia berpikir, “Betapa lebih enaknya jika sensasi seks bertahan hingga saat-saat terakhir seperti ini. Betapa indahnya hidup ini, jika syahwat seorang pria tidak pernah melemah, kuat terus sampai ajal tiba. Betapa lebih menariknya hidup, jika kegiatan seks bisa selaras dengan makan, minum, tidur….”

Maksud Hola, bisa “ngeseks” sebanyak aktivitas makan dan minumnya setiap hari. Itulah pikiran Hola yang “terakhir” sebelum meninggalkan dunia fana ini.

 

MAKA, DALAM KEHIDUPAN BERIKUTNYA, ia lahir di California, di keluarga orang kaya.

Bola, sahabat Hola yang sangat karib, merasa kehilangan sekali. Maka, ia mendatangi Gola, Sang Ahli Pengontak Roh. “Bung, tolong panggilkan roh Hola. Cuma mau tahu, di mana dia dan keadaannya seperti apa. Sudah lahir kembali, atau belum.”

Gola menyambut baik itikad Bola. “Bagus, bagus… seorang sahabat rnestilah peduli terhadap keadaan sohibnya. Tunggu sebentar, biar kupanggil roh Hola.”

Hola pun datang!

la berkomunikasi lewat Gola, Sang Ahli, “Wah Bola, senang betul bisa berjumpa lagi denganmu.”

Bola girang bukan main, “Hola, oh Hola, sahabatku. Hahaha…bagaimana hidupmu di alam sana?”

“Alam mana? Aku tetap di alam ini, alam yang sama. Aku di California,”

“Wah, hebat kamu. Bagaimana keadaanmu di sana?”

“Tak bisa lebih baik, Bola. Setiap hari makan, minum, tidur, ngeseks, makan lagi, minum lagi, ngeseks lagi. Ini seperti surga, Bola!”

Bola terkejut, “Aku tidak paham, Sahabat. Kamu kan baru mati, baru berapa bulan yang lalu. Kalau sudah lahir, sudah bisa makan dan minum, semua itu masih dapat kupahami. Tapi, sudah bisa ngeseks? Aku sungguh tidak paham maksudmu.”

Giliran Hola menjadi bingung, “Lho, apa yang tidak dapat kau pahami‘? Kawan-kawanku di sini, Semua juga begitu. Sama seperti aku, makan, minum, tidur, ngeseks. Percayalah Sohib, semua kelinci di sini sama kok!”

Bola jatuh pingsan.

Sahabatnya, ternyata lahir kembali sebagai kelinci!

Demikianlah jadinya, ketika ingatan yang menjadi obsesi terbawa ke masa kehidupan berikutnya. Demikianlah jadinya, kalau citta atau benih pikiran dan perasaan dibiarkan bertunas. Lalu, bagaimana mengatasi hal tersebut? Nirodha, ingat?

Hentikan riak-riak itu, getaran-getaran halus itu pada tahap citta, jangan diteruskan, jangan sampai membentuk mind, manah, atau gugusan pikiran dan perasaan.

Susah? Patanjali menjelaskan. Silakan baca lanjutan I.12

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Catatan:

Saat malaikat maut datang untuk menjemput kita; saat Dewa Yama mengetuk pintu rumah kita — coba berusaha untuk menghindarinya untuk satu detik saja. Tidak bisa. Saat itu tidak ada alasan sibuk. Siapkah kita untuk itu? Jika tidak mau menderita saat itu, tidak mau beraduh-aduh, maka  perjalanan batin kita mesti dimulai saat ini juga. Penjelasan Bhagavad Gita 9:33

Sudahkah kita meniti ke dalam diri? Meditasi? Agar tidak cemas kapan Dewa Yama menjemput?

 

 

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

banner-utk-di-web

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s