Kelahiran Pertumbuhan dan Kematian Harus Dialami! #BhagavadGita

buku-bhagavad-gita-trimurti

Sejarawan Inggris Arnold Toynbee (1889-1975) mengemukakan teori siklus bahwa peradaban selalu mengikuti alur mulai dari kemunculan sampai kehancuran. Pandangan tersebut sesuai dengan teori yang berkembang di Yunani  pada masa Socrates: kelahiran, pertumbuhan, kematian dan disusul dengan kelahiran lagi.

Bhagavad Gita menyampaikan hal yang sama, bahkan bagi semua makhluk baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, semuanya mengalami penciptaan, kemudian pemeliharaan dan selanjutnya tiba saatnya daur ulang dan lahir kembali. Di balik itu ada Sang Perancang, Sang Sutradara Agung.

Ia Tunggal ada-Nya. Memiliki banyak fungsi. Diantaranya 3 fungsi utama: sebagai Visnu, Sang Pemelihara yang mengurusi pertumbuhan; Rudra atau Siva, Sang Pemusnah sekaligus Pendaur Ulang; dan Brahma, Sang Pencipta. Masing-masing dari ketiga sifat ini memiliki banyak sub sifat lainnya. Kita sering terjebak dalam permainan sifat-sifat tersebut. Kita membagi Dia Hyang sesungguhnya Tak Terbagi, sesuai dengan sifat-sifat-Nya………

Silakan simak  penjelasan Bhagavad Gita 13:16 tentang hal tersebut:

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

“Kendati Tunggal dan Tak-Terbagi ada-Nya, Ia tampak terbagi dalam diri makhluk-makhluk hidup dan wujud-wujud yang tak bergerak; Ialah satu-satu-Nya yang patut diketahui, Hyang senantiasa Memelihara, Memusnahkan, dan Mendaur-Ulang, Mencipta kembali.” Bhagavad Gita 13:16

 

Bukan saja makhluk-makhluk hidup yang mesti menjalani tiga tahap kehidupan, yaitu kelahiran, pertumbuhan dan kematian — sesungguhnya benda-benda yang kita anggap tanpa kehidupan pun mesti menjalani ketiga tahap tersebut.

 

TERMASUK BUKU DI TANGAN ANDA, buku yang sedang Anda baca saat ini. Buku ini “mengalami” kelahiran lewat pena saya. Saat Anda membaca buku ini, saat itu pula buku ini sedang mengalami pertumbuhan. Ide-ide yang pernah ada di dalam benak saya, sekarang menjadi publik.

Dan pada suatu ketika, buku ini, sebagaimana juga pena saya, kursi, bangku, sofa, tempat duduk Anda saat ini — tempat saya menulis kata-kata ini dan tempat Anda sedang membacanya —akan mengalami kematian, kepunahan.

 

APAKAH SEMUA INI TERJADI SECARA KEBETULAN? Just by accident? Mereka yang “percaya” pada paham ateisme; mereka yang berkeyakinan, berkepercayaan seperti itu, mengatakan, “demikian adanya semua ini berjalan sesuai dengan hukum alam.”

Krsna mengajak kita untuk melihat di balik hukum alam tersebut; untuk menjajaki kemungkinan adanya Super Intelligence, Sang Perancang Alam, Sang Penentu Hukum tersebut, yang barangkali belum terjangkau oleh pikiran kita.

Sekaligus, Krsna pun mengantar kita untuk berhadapan, berkenalan dengan Sang Perancang, Sang Sutradara Agung tersebut. Ia-lah satu-satunya, yang jika diketahui, tak ada lagi sesuatu yang perlu kita ketahui. Dalam bahasa ilmiah, ini disebut The Theory of Everything. Para ilmuwan masih berdebat dan mencari satu rumusan, rumusan tunggal, yang bisa menjelaskan seluruh hukum alam.

 

JANGAN CEPAT-CEPAT MEMBER! NAMA PADA-NYA – Pemberian nama menciptakan perpisahan. Ia Tunggal ada-Nya. Memiliki banyak fungsi. Diantaranya 3 fungsi utama: sebagai Visnu, Sang Pemelihara yang mengurusi pertumbuhan; Rudra atau Siva, Sang Pemusnah sekaligus Pendaur Ulang; dan Brahma, Sang Pencipta. Masing-masing dari ketiga sifat ini memiliki banyak sub sifat lainnya.

Kita sering terjebak dalam permainan sifat-sifat tersebut. Kita membagi Dia Hyang sesungguhnya Tak Terbagi, sesuai dengan sifat-sifat-Nya.

 

ADA YANG MENGANGGAP-NYA TAK BERWUJUD; dan menyembah-Nya dalam Keabstrakan Agung. Kemudian, jika ada yang memuja-Nya sebagai Hyang Berwujud, ia pun mengejeknya, “He, Tuhan koq berbentuk seperti manusia, seperti hewan — mana ada Tuhan seperti itu?”

Di antara dua kelompok besar tersebut, mereka yang menyembah-Nya sebagai Hyang Tak Berwujud dan mereka yang memuja-Nya sebagai Hyang Berwujud — terjadi lagi pembagian dan perpisahan dalam sub kelompok yang tak terhitung jumlahnya.

Barangkali perpisahan dan perpecahan dalam kelompok mereka yang memuja-Nya sebagai Hyang Berwujud, masih bisa dipahami. Wujud-Wujud yang beda bisa menciptakan konflik. Anehnya, dalam kelompok yang memercayai-Nya sebagai Hyang Tak Berwujud pun terjadi perpisahan, perpecahan, dan pembagian.

 

SEBAGAI HYANG TAK BERWUJUD pun, Gusti Pangeran tetaplah seenaknya di “bagi” oleh para panembah. Kadang Ia dibagi berdasarkan sub-sifat, kadang Ia terbagi oleh pemahaman para ahli kitab. Kadang Ia didefinisikan sesuai dengan kepentingan kelompok, penguasa, dan sebagainya. Kadang Ia dijelaskan sesuai dengan pernahaman sempit mereka yang merasa dirinya mengetahui segala sesuatu.

Krsna mengajak kita untuk melihat Hyang Tunggal sebagai langit yang Tak-Terbagi, langit yang tidak bisa dibagi ; langit tanpa bingkai.

Krsna sedang berupaya untuk mengutuhkan penglihatan kita. Dengan penglihatan yang utuh itulah, kita baru bisa memahami arti Pengetahuan Sejati. Jika kita memahami-Nya, maka tidak ada lagi sesuatu apa pun yang perlu kita ketahui – karena saat itu pula, sesungguhnya segala pengetahuan telah kita ketahui.

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s