Sikap Hidup Meditatif #Yoga

buku-yoga-sutra-patanjali-dhyana

Kṛṣṇa sangat realistis. Hawa-nafsu tidak pernah mati. Keinginan-keinginan di dalam diri manusia tidak bisa menguap begitu saja. Berbagai Keinginan tetaplah Muncul selama kita masih berada di dunia benda ini. Selama, indra-indra kita masih berinteraksi dengan kebendaan di luar diri.

Bedanya kita yang belum sadar dengan mereka yang telah meraih kesadaran diri adalah kita terganggu oleh berbagai keinginan tersebut. Kita terpengaruh – mereka tidak. Para bijak menyaksikan pasang-surutnya hawa-nafsu, muncul-lenyapnya keinginan, dengan tenang. Ketenteraman hatinya tidak terganggu. Penjelasan Bhagavad Gita 2:70 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Untuk menjadi meditatif, untuk hidup berkesadaran, kita mesti mengendalikan indra, mawas diri, waspada.

Berikut penjelasan Yoga Sutra Patanjali tentang sikap hidup meditatif:

buku-yoga-sutra-patanjali

Cover buku Yoga Sutra Patanjali

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

“Senantiasa memusatkan kehendak dan kesadaran (pada tingkat citta atau benih pikiran dan perasaan, pada apa yang menjadi objek atau tujuan kontemplasi) adalah Dhyana atau Meditasi.” Yoga Sutra Patanjali III.2

Sederhananya, Meditasi atau Dhyana adalah selangkah lebih dalam. lebih terpusatkan, lebih fokus lagi, daripada Dharana atau Kontemplasi. “Kontemplasi yang lehih intens dan melibatkan seIuruh kesadaran, seluruh kekuatan kehendak —Itulah Meditasi.

SEBAGAI CONTOH: DHARANA ATAU KONTEMPLASI PADA DIRI, atau pada pertanyaan “Aku Siapa”, jika dikembangkan lebih lanjut, jika kesadaran dipusatkan, ditujukan pada tujuan pertanyaan tersebut, jika kehendak atau niat sepenuhnya fokus pada tujuan tersebut, maka terjadilah “Dhyana” atau Meditasi.

Kontemplasi atau Dharana bisa pada pertanyaan saja. Sementara itu, Dhyana atau Meditasi berurusan dengan tujuan bertanya—dalam hal ini, tujuan tersebut adalah Pencerahan Diri, atau Samadhi, menemukan jati-diri, menyadari hakikat diri.

 

DALAM BAHASA-BAHASA YANG BERKEMBANG DI WILAYAH PERADABAN KITA——Wilayah Peradaban Sindhu, Shin-tu, Hindu, Indies, Hindia, Indo—, dhyana atau meditasi bahkan dikaitkan dengan keseharian hidup. Apa pun yang kita lakukan, kita kerjakan, harus “dengan dhyana”, harus “secara meditatif’.

Dalam Bahasa Ibu saya, Bahasa Sindhi, orangtua menasihati anaknya, “Belajarlah secara meditatif –dhyan(u) sa(n)”—bahkan, “makanlah dhyan(u) sa(n)”, “jalanlah dhyan(u) sa(n)”, “hiduplah dhyan(u) sa(n)”. Apa pun mesti dikerjakan dengan penuh kewaspadaan, dengan penuh ke-eling-an.

 

DEMIKIAN, DHYANA ATAU MEDITASI terkait dengan Sikap Hidup – Sikap Hidup penuh Kewaspadaan. Seperti yang sudah sering saya tulis, Waspada tapi tidak Waswas.

Dharana, Dhyana—atau bagian lain Astanga Yoga yang mana saja—, jika tidak menjadi sikap hidup, tidak menjadi laku hidup, maka tidak memiliki nilai apa pun.

Sikap penuh perhatian, sikap meditatif, sikap penuh dhyana inilah yang kemudian mengantarkan kita pada Samadhi atau Pencerahan!

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

banner-utk-di-web

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s