Kebahagiaan dalam Menjalankan Svadharma #BhagavadGita

 

buku-bhagavad-gita-krishna-sais-arjuna-alt-1

Dharma atau kebajikan

“Kebajikan adalah ketepatan bertindak. Kebajikan juga berarti kebaikan dalam arti kata seluas-luasnya. Meraih pendidikan yang baik dan tepat adalah juga dharma. Menjalankan tugas kewajiban kita dengan baik dan tepat adalah juga dharma. Menjalani hidup ini demi kebaikan adalah juga dharma. Ketepatan dalam hal berpikir dan berperasaan adalah juga dharma.

“Dharma adalah kemanusiaan dalam diri manusia. Dharma adalah kesadaran berperikemanusiaan. Bagi seorang prajurit, membunuh musuh di medan perang adalah dharma. Bagi seorang rohaniwan, dharma adalah memaafkan seorang penjahat, sekalipun ia telah berlaku keji dan membunuh. Bagi seorang pengusaha, dharma adalah membantu memutarkan roda ekonomi, bukan hanya mencari uang untuk diri sendiri. Dan, bagi seorang pekerja, dharma adalah melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

“Setiap orang dituntut untuk menjalankan dharmanya sendiri, atau swadharma melaksanakan tugas kewajibannya seusai dengan kemampuannya. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2007). Life Workbook Melangkah dalam Pencerahan, Kendala dalam Perjalanan, dan Cara Mengatasinya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Berikut Svadharma Krishna sebagai sais kereta perang Arjuna yaitu sebagai tameng Arjuna……

buku-bhagavad-gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

“Sebab itu, Arjuna, pusatkan kesadaranmu pada-Ku dan hadapilah peperangan ini – tantangan hidup ini – dengan seluruh pikiran dan kesadaran, serta inteligensiamu terpusatkan pada-Ku, maka niscayalah kau mencapai-Ku.” Bhagavad Gita 8:7

Arjuna menyaksikan ketenangan Krsna. Ia berperan sebagai Saisnya. Dan, ia menjalani tugasnya secara serius. Tugas seorang Sais adalah menjaga keselamatan penumpangnya, komandannya, at all costs. Ia mesti menjadi tameng bagi Arjuna.

 

YA, KRSNA MENJADI TAMENG BAGI ARJUNA. Dan Arjuna sadar betul bila Krsna akan taat pada setiap etika perang yang dimaksudkan bagi seorang Sais Kereta Perang. Jika ada yang ingin mencelakakan dirinya, maka Krsna akan berada persis di depannya. Krsna dulu, baru Arjuna yang gugur.

Kendati demikian, dengan segala resiko yang dihadapinya — Krsna tetap tenang. Apa sih untungnya sebagai Sais? Kalah-menang adalah urusan mereka yang sedang berperang. Keuntungan buat mereka dan kerugian pun buat mereka. Kenapa seorang sais mesti mempertaruhkan nyawanya?

Inilah svadharma — tugas mulia Krsna. Keberadaan-Nya adalah untuk melindungi dan meneguhkan kembali nilai-nilai kebijakan, kebenaran, kebajikan, kedamaian, keadilan, dan sebagainya. Ia sedang menjalankan tugas mulia itu, walau tidak ada yang memaksa-Nya. Krsna pun tahu bila Arjuna memahami semua itu tapi masih bingung — maka ia berupaya untuk meyakinkannya bila kedamaian yang sama dapat diraihnya juga.

 

Beberapa Check Points dalam menjalankan Swadharma

“Ada beberapa check points, yang merupakan nasehat Krishna kepada Arjuna dalam hal melaksanakan swadharma. Masih dari percakapan ketiga dalam Bhagavad Gita:

“Bila kau hanya berkarya demi kepentingan pribadi, tak pernah berbagi dan tak peduli terhadap alam yang senantiasa memberi, maka sesungguhnya kau seorang maling. Berkaryalah dengan semangat “menyembah”. Persembahkan hasil pekerjaanmu kepada Yang Maha Kuasa dan nikmati segala apa yang kau peroleh dari-Nya sebagai tanda kasih-Nya! Waspadai setiap tindakanmu. Bertindaklah dengan penuh kesadaran. Inilah persembahan yang dapat mengantarmu pada kepuasan diri.

“Bila kau puas dengan diri sendiri, dan tidak lagi mencari kepuasan dari sesuatu di luar diri, maka kau akan berkarya tanpa pamrih. Sesungguhnya seorang pekerja tanpa pamrih  sudah tak terbelenggu oleh dunia. Jiwanya bebas, namun ia tetap bekerja, supaya orang lain dapat mencontohinya.

Beberapa check points tambahan, sekaligus pedoman bagi pelaksanaan swadharma :

Apakah aku puas dengan apa yang kaulakukan?

Apakah pekerjaanmu bermanfaat bagi lingkunganku, bukan bagi diriku saja?

“Tidak ada satu pun pekerjaan tanpa hasil. Diharapkan atau tidak, hasil tetap ada. Karena itu, janganlah memboroskan energi dengan memikirkan hasil melulu. Berkaryalah dengan tekun dan penuh semangat, pusatkan seluruh energi pada pekerjaan. Hasilnya pasti bagus; tidak perlu diragukan lagi.

“Bila kau masih memikirkan hasil, dan tidak bisa bekerja tanpa harapan akan imbalan, pikirkan “kepuasan diri”. Jadikanlah itu sebagai harapan. Itulah hasil yang paling nikmat, karena langsung menyentuh pusat diri kita, batin kita. Kemudian, hasil materi yang kita peroleh menjadi tambahan yang menambah kenikmatan.” Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2007). Life Workbook Melangkah dalam Pencerahan, Kendala dalam Perjalanan, dan Cara Mengatasinya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

banner-utk-di-web

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s