#Reinkarnasi: Kremasi Salah Satu Solusi Atasi Roh Gentayangan

buku-soul-awareness-kremasi

Yang paling menderita adalah mereka yang mati tanpa kesadaran dan jasadnya diawetkan atau dikubur setelah dimasukkan dalam peti yang kokoh. Selama badan kasatnya tidak musnah sama sekali, ia pun akan gentayangan dan berada di sekitar jasadnya, rumah yang pernah dihuninya, para sahabat yang dicintainya. Keterikatan-keterikatannya semasa hidup masih membelenggu dia. Ia akan selalu berada di lingkungan yang sama. Roh-roh seperti ini yang biasa menampakkan diri. Yang selama ini kita anggap hantu adalah roh-roh manusia yang sedang gentayangan ini. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

Berikut penjelasan tentang Kremasi yang mempercepat musnahnya tali penghubung badan kasat dan badan halus dalam buku Soul Awareness:

 

Cover Buku Soul Awareness

buku-soul-awareness

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Sebaliknya, Apabila Seseorang Mati dan jasadnya dilarutkan ke sungai, dikremasi ataupun dikubur tanpa peti, tanpa bahan pengawet, dan sebagainya, maka tali penghubung antara badan kasar dan badan halus akan segera putus.

Selama ribuan tahun, masyarakat yang terkait dengan peradaban Lembah Sindhu, yang kemudian disebut Shintu oleh para pedagang dari China; Hindu oleh orang-orang Persia dan lainnya dari Timur Tengah; Indo, Indies, India oleh mereka yang datang belakangan dari Barat; dan Hindia oleh leluhur kita yang terdekat, bereksperimen dengan kelahiran dan kematian.

Dari eksperimen panjang itulah, kemudian mereka belajar memperabukan jasad yang sudah ditinggal oleh penghuninya.

Api merupakan salah satu elemen alami yang dapat memutuskan hubungan antara badan kasat dan badan halus dengan sangat cepat.Walaupun seseorang mati tanpa kesadaran, apabila badannya dikremasi atau diperabukan, tali penghubung akan langsung putus dan mind sadar akan kefanaan dunia ini. Dengan demikian ia langsung terbebaskan dari belenggu-belenggu keterikatan dengan keluarga, harta, dan sebagainya, dan dapat melanjutkan perjalanannya.

 

Hal Lain tentang Api, sebagai salah satu elemen yang masih terkait dengan dua elemen sejenis, yakni air dan tanah, api adalah satu-satunya di antara ketiga elemen tersebut yang bisa melawan gravitasi bumi.

Jika kita menuangkan air, ia akan mencari tempat yang lebih rendah. Tanah malah bersifat statis, tidak bergerak kecuali digerakkan oleh energi alam ataupun tangan manusia.

Sementara itu, api selalu menyala ke atas.

Jadi, energi api memang merupakan elemen yang paling tepat untuk mengantar mind ke alam lain, tempat keterikatan dan kemelekatan dengan dunia fana sudah terlampaui.

 

Bagaimana Sesungguhnya Proses Kematian Itu? Pada saat kita dinyatakan mati, sebenarnya yang terjadi adalah,badan halus kita berada di luar badan kasar dan sudah tidak dapat masuk kembali.

Sebagaimana telah kita bahas, badan halus sudah sering keluar masuk badan kasar, tetapi dalam alam tidur—dan saat itu proses keluar masuk tidak menjadi soal.

Tidak demikian saat kematian, ia sudah tidak dapat masuk kembali. Ia menjadi bingung, apa yang mesti dilakukannya. Ya itulah yang selalu terjadi jika seseorang tidak memahami proses kematian, tidak memahami kefanaan badan, dan tidak memahami keabadian jiwa, tidak memahami hubungan jiwa dengan Sang Jiwa Agung.

 

Sementara Itu, Mereka yang Mendalami Meditasi, mereka yang telah menyelami alam meditasi—saya garis bawahi kata mendalami dan menyelami yang artinya bukan sekadar membaca tentang meditasi, kemudian sudah merasa tahu—dapat merasakan perpisahan antara badan halus dan baclan kasar dalam alam meditasi. Karena itu, para meditator tidak akan takut mati. Mereka sudah sadar betul akan proses alami yang pernah terjadi terhadapnya dan akan terjadi lagi.

Mereka yang belum mencapai kesadaranlah yang merasa bingung. Dalam keadaan bingung itu, mind berupaya keras memasuki kembali badan kasatnya. Tentu saja hasilnya nihil karenanya ia makin gelisah, makin bingung.

Karena begitu terikatnya dengan badan kasat, ia akan tetap berada di sekitarnya, sampai musnahnya badan kasat. Untuk mempercepat pemusnahan badan kasat, cara yang tergampang adalah memperabukan jasad yang sudah ditinggal itu.

 

Kita Sebenarnya Hidup bersama roh-roh yang gentayangan atau sedang menunggu reinkarnasi. Jumlah mereka kira-kira tiga kali lipat dari kita. Mereka ada di mana-mana.]adi kalau ada seorang dukun yang mengatakan, “Wah tempatmu ini ada penghuninya,” berarti ia hanya membodohi Anda. Tempat mana pun ada penghuninya. Bayangkan, jumlah mereka tiga kali lipat dari kita.Jadi, tidak usah takut!

Mind atau badan halus yang masih gentayangan dapat dihubungi dengan cara-cara tertentu. Anda dapat berkomunikasi dengan mereka yang biasanya disebut “Memanggil Roh”, Channeling, dan sebagainya.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

banner-utk-di-web

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s