#Reinkarnasi: Tali Penghubung Badan Kasat dan Badan Halus

buku-soul-awareness-tali-penghubung-perak

Apabila seseorang meninggalkan jasadnya dengan penuh kesadaran, Sang Ego ini dapat menikmati proses kematiannya, karena sebenarnya ia mungkin sudah pernah mengalaminya beberapa kali dalam alam meditasi. Ia sudah terbiasa. Pertama akan terasa seolah-olah ia memasuki terowongan panjang yang bersinar, bercahaya. Seperti lampu-lampu diskotek yang berkedipan. Terowongan ini tidak lain adalah Tali Penghubung yang kita bicarakan tadi. Anak-anak muda kita yang senang dengan diskotek dan lampu-larnpu yang berkedipan itu sebenarnya hanya sedang merindukan pengalaman masuk-keluar terowongan ini, yang dapat membuat mereka begitu tenang, begitu tenteram.

Meditasi dapat memberikan kenikmatan yang jauh melebihi pengalaman di diskotek. Anak-anak muda kita tidak bersalah. Mereka begitu polos, mereka masih dekat sekali dengan Keberadaan, dengan Alam. Mereka merindukan pengalaman asal mereka. Diskotek hanya merupakan pengganti. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Berikut ini penjelasan tentang tali penghubung tubuh yang menghubungkan badan halus dengan badan kasat dalam buku Soul Awareness:

buku-soul-awareness

Cover Buku Soul Awareness

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Ada Semacam Tali Penghubung yang mengikat badan kasat dengan badan halus, Dalam alam tidur, badan halus bisa keluar dari badan kasat dan bepergian ke mana saja, bertemu dengan siapa saja. Jarak dan waktu sudah tidak menjadi masalah. lni yang umumnya, disebut Perjalanan Astral.

Setelah bangun tidur, terkadang kita masih ingat dengan pejalanan astral kita. Biasanya kita menganggapnya sebagai mimpi, padahal bukan mimpi.

Mimpi adalah produk pikiran kita sendiri. Segala sesuatu yang ingin kita peroleh, ingin kita lakukan—tapi tidak dapat kita peroleh atau kita lakukan dalam keadaan jaga—menjadi mimpi sewaktu kita tidur.

 

Perjalanan Astral Bukan Mimpi, walaupun ia merupakan proyeksi pikiran kita juga.Tanpa pikiran dan keinginan untuk melakukannya—walau keinginan itu bisa jadi sangat terpendam, dan kita tidak menyadarinya dalam keadaan jaga—perjalanan astral tidak mungkin terjadi.

Untuk lebih jelasnya, sekali lagi: Mimpi, imajinasi, perjalalanan astral, semua adalah produk atau proyeksi gugusan pikiran serta perasaan, mind. Masih banyak lagi produk mind yang lain, termasuk harapan, khayalan, ingatan, bahkan halusinasi dan lain-lain.

 

Kembali ke Tema Sentral Kita. Tali pengikat yang disebut di depan sering disebut Silver Cord atau Tali Perak—karena bercahaya keperak-perakan. Tali inilah yang menghubungkan badan kasat dengan badan halus.Tali ini tidak akan putus kecuali sudah tiba saatnya bagi mind untuk meninggalkan badan kasat. Dalam alam tidur, tali penghubung ini tidak pernah putus.

Bahkan setelah apa yang disebut “kematian” secara medis/klinis—yakni saat terjadi brain death, saat otak sudah tidak berfungsi lagi—tali ini pun tidak langsung putus, walaupun sudah tidak berguna lagi.

Sebenamya tali ini seperti pipa dengan garis tengah yang sangat kecil, tetapi panjang tak terbatas sehingga dalam alam tidur bisa mengantar badan halus ke mana saja. Nah, lewat pipa ini, badan halus bepergian dan datang kembali.

 

Setelah Apa yang Disebut “Kematian”, pipa ini tertutup, tetapi belum terputus. Pemutusan akan segera terjadi apabila seseorang mati dengan penuh kesadaran. Dalam pengertian, ia tidak terikat pada sesuatu apa pun. Ia sadar bahwa kematian merupakan bagian dari proses daur ulang alami, dan karena itu akan memutuskan hubungan emosional dengan kehidupan sebelumnya. Demikian, tali pengikat ini terputus, dan ia bebas memilih kehidupan dalam bentuk-bentuk lain.

Apabila seseorang mati tanpa kesadaran—berarti masih sangat terikat dengan benda-benda duniawi, dengan keluarga, dengan rumah, dan sebagainya—tali pengikat tadi tidak akan segera putus. Biasanya, tali tersebut akan putus setelah badan kasat musnah.

Nah, di sini masaIahnya. Apabila jasad kita dikubur rapi, apalagi diawetkan atau ditutup dalam peti mati yang sangat kuat, pemusnahan mayat akan memakan waktu yang sangat lama sehingga tali pengikat tidak putus-putus, dan badan halus kita masih terus gentayangan di sekitar jasadnya.

Ia ingin masuk kembali, tetapi tidak mungkin lagi. Ia sangat menderita. Ia merasa begitu kesepian. Ia akan menghubungi mereka yang ia cintai semasa hidupnya. Kadang kita dengar suara mereka, kadang kita melihat mereka dalam mimpi. Mereka gentayangan, sampai pada saat jasad mulai musnah dan tali pengikat itu putus. Proses tersebut bisa sebentar, bisa juga sangat lama.

 

Kita Sering Membaca tentang Jasad yang sudah terkubur lama, kemudian secara sengaja ataupun tidak sengaja kuburannya digaIi atau tergali.Ternyata jasad di dalam terlihat masih segar, nyaris tidak bau, bahkan ada kalanya kuku dan rambut masih tumbuh. Itu disebabkan oleh sisa-sisa energi yang masih mengalir dalam tubuh.

Dari sudut pandang rohani/spiritual, fenomena itu menunjukkan bahwa sang almarhum belum sepenuhnya melepaskan keterikatan dengan badannya, walau sudah tidak berguna lagi.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

 

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2016/11/20/reinkarnasi-hidup-untuk-melakoni-rehabilitasi-dan-pengembangan-diri/

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2016/11/23/reinkarnasi-kematian-tak-bisa-dihindari-harus-dialami-mengapa-takut/

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2016/11/27/sangat-terikat-dengan-kerabat-setelah-mati-mind-gentayangan-dulu/

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

banner-utk-di-web

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s