Sangat Terikat dengan Kerabat Setelah Mati Mind Gentayangan Dulu? #Reinkarnasi

buku-soul-awareness-etheric-body

Pada saat kita dinyatakan mati, sebenarnya yang terjadi adalah bahwa badan halus kita berada di Iuar badan kasar dan sudah tidak dapat masuk kembali. Sebagaimana saya jelaskan tadi, badan halus ini sudah sering keluar-masuk badan kasar, tetapi dalam alam tidur, sehingga pada saat kematian, ia bingung, karena ia sudah tidak dapat masuk kembali.

Mereka yang mendalami meditasi—saya garis bawahi “mendalami”—dapat merasakan perpisahan antara badan halus dan badan kasar dalam alam meditasi. Karena itu, para meditator tidak akan pernah takut mati. Mereka sudah sadar betul akan proses alami yang pernah terjadi terhadapnya dan akan terjadi lagi.

Mereka yang belum mencapai kesadaran seperti itu tentu merasa bingung. Dalam keadaan bingung itu, Ego akan berupaya keras untuk memasuki kembali badan kasatnya. Tentu saja hasilnya nihil, namun karena begitu terikatnya dia dengan badan kasat, ia akan tetap berada di sekitarnya, sampai musnahnya badan kasat. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (1998). Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Berakhir. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Silakan baca apa yang terjadi saat kematian seperti diuraikan dalam buku Soul Awareness:

buku-soul-awareness

Cover Buku Soul Awareness

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Selama organ-organ tertentu dalam tubuh kita masih berfungsi, kita dianggap masih hidup secara klinis. Dalam keadaan koma separah apa pun, walau sudah vegetatif, kita masih bisa dinyatakan hidup—karena adanya jantung yang masih berdebar dan/atau organ-organ lain yang juga masih berfungsi.

 

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Saat Kematian? Gugusan Pikiran serta Perasaan atau Mind bersama anak-pinaknya—berupa obsesi, impian, harapan, khayalan, pengalaman-pengalaman, dan keinginan-keinginan yang belum terpenuhi—meninggalkan badan kasat.

Badan kasat tidak dapat berungsi tanpa mind, dan ia dinyatakan mati. Itu sebabnya, saat ini para saintis pun menerima bahwa sesungguhnya ketika sudah terjadi brain death, otak sudah tidak berfungsi lagi, maka itulah saat kematian secara klinis.

Dulu, tidak demikian.

Dulu, seseorang yang baru masuk koma saja—tidak terjaga lagi—bisa dianggap mati dan dikuburkan. Padahal setelah kematian otak,barulah organ-organ lain mulai “tutup toko”, mulai shut off, mulai mati, tidak berfiungsi.

 

Dari Sudut Pandang Jiwani—tergantung pada tingkat kesadaran kita pada saat kita mati—ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi.

Dalam kasus mereka yang mati tanpa kesadaran, kematian memang membingungkan. Dan berhubung dalam alam itu jarak antara ruang dan waktu, sebagaimana kita ketahui, tidak ada lagi, maka mind bersama anak-pinaknya bisa gentayangan selama beberapa jam, beberapa hari, beberapa bulan, beberapa tahun, atau bhkan beberapa abad.

Mind yang bergentayangan ini memiliki ego, keakuan—tentu keakuan sebagai mind tanpa badan sebagaimana kita mengenal badan kita, fisik kita saat ini.

Badan mind yang sudah “tidak berbadan fisik” seperti kita saat ini, bentuknya mirip dengan bentuk badan kasat terakhir. Badan halusnya itu disebut Etheric Body.

 

Jika Mind Masih Sangat Terikat dengan keluarga,usaha, rumah, pekerjaan, serta kawan dan kerabat yang baru saja ditinggalnya, ia bisa tidak terbebaskan dari Etheric Body hingga waktu yang cukup panjang. Ia akan selalu berusaha mengadakan kontak, bahkan berdialog dengan mereka yang ia cintai semasa hidup.

Yang paling menderita adalah mereka yang mati tanpa kesadaran dan jasadnya diawetkan, atau dikubur setelah dimasukkan dalam peti yang kokoh. Selama badan kasatnya tidak musnah sama sekali, la pun akan gentayangan dan berada di sekitar jasadnya, rumah yang pernah dihuninya, para sahabat yang dicintainya. Keterikatan-keterikatannya semasa hidup masih membelenggunya. Ia akan selalu berada di lingkungan yang sama. Roh-roh seperti itu yang biasa menampakkan diri. Yang selama ini kita anggap hantu adalah roh-roh manusia yang sedang gentayangan itu.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2016/11/20/reinkarnasi-hidup-untuk-melakoni-rehabilitasi-dan-pengembangan-diri/

 

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2016/11/23/reinkarnasi-kematian-tak-bisa-dihindari-harus-dialami-mengapa-takut/

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

banner-utk-di-web

oec4elearning-banner

Advertisements

One thought on “Sangat Terikat dengan Kerabat Setelah Mati Mind Gentayangan Dulu? #Reinkarnasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s