Awas! Godaan Pemicu Bangkitnya Kembali Insting Hewani

buku-shangrila-cheongsam

 

Seks adalah Insting Dasar Kedua setelah Pertahanan Diri. Sebab itu, sekali-kali jika merasa tergoda, tidak perlu menyalahkan diri. Tidak perlu menghakimi atau menghukum diri. Sifat dari godaan itu mesti dipahami dan tidak ditindaklanjuti menjadi suatu kegiatan, itu saja.

Intinya: Sadarilah godaan itu sebagai godaan, dan biarkanlah lewat dengan sendirinya. Jangan diteruskan menjadi suatu kegiatan.

Saat merasa tergoda, Anda mesti bersikap tenang, pindahkan fokus Anda pada Tuhan, pada tujuan Anda menjadi seorang sanyasi. Maka, tidak lama kemudian, energi yang menggoda itu, energi yang hendak menyeret kesadaran Anda ke bawah itu, akan berpindah haluan dan mengalir ke atas lagi.  Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2012). Sanyas Dharma Mastering the Art of Science of Discipleship Sebuah Panduan bagi Penggiat Dan Perkumpulan Spiritual. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

…………….

Setelah bertahun-tahun tidak tergoda, tetap jangan sombong. Pertahanan selama bertahun-tahun bisa berakhir dalam sekejap. Saat tergoda, akal sehat Anda terkalahkan oleh tuntutan indera. Pikiran mengacau dan mencari-cari pembenaran, “Ah tidak apa. Kan begini, kan begitu. Janji saya kan begini, janji saya kan begitu.” Janji apa? Janji kepada siapa? Anda berjanji pada diri sendiri. Anda bertanggung jawab atas, dan terhadap, diri Anda sendiri.

Sebab itu pikiran kita sehari-hari adalah tentang security, keamanan, makan, minum, tidur, seks, dan kenyamanan. Semuanya ini merupakan insting dasar yang dimiliki setiap hewan, maka sering disebut insting hewani.

Saat Anda berhadapan dengan lawan jenis, dan ada sedikit ketertarikan; membaca atau melihat sesuatu yang merangsang nafsu, maka Anda akan terstimuli di wilayah Chakra Kedua. Sesungguhnya stimuli tersebut berasal dari suatu titik yang lokasinya kira-kira 2,5—3 sentimeter di atas tulang ekor Anda. Jika Anda cukup peka, Anda dapat merasakannya langsung.

Kepekaan Diri adalah Hasil dari pola makan yang teratur; diet yang menunjang kesadaran, tidak membakar emosi atau mengacaukan pikiran. Kepekaan diri juga merupakan diri juga merupakan hasil dari berbagai meditasi, yoga, dan sebagainya, yang telah Anda lakukan selama ini. Jadi sebagai seorang sanyasi, sesungguhnya Anda sudah cukup peka untuk merasakan stimuli awal yang muncul saat ada rangsangan. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2012). Sanyas Dharma Mastering the Art of Science of Discipleship Sebuah Panduan bagi Penggiat Dan Perkumpulan Spiritual. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Berikut penjelasan tentang tempat-tempat dan individu-individu yang dapat memicu kemerosotan kesadaran dalam buku Shangrila:

buku-shangrila

Cover Buku Shangrila

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Tempat-tempat dan individu-individu tertentu bisa memicu terjadinya kemerosotan kesadaran. Joseph mengenang kembali kejadian-kejadian setelah Shambala. Nafsu birahi pernah mengganggunya. Dia pernah melakukan hubungan seks dengan beberapa teman wanita. Lalu, entah bagaimana, dia bisa mengatasinya. Bahkan tidak pernah memikirkan tentang seks.

Kendati demikian, film-film tayangan teve tetap juga menyajikan adegan-adegan seks. Banyak orang yang dia temui masih beranggapan bahwa seks merupakan kebutuhan biologis yang tak terelakkan. Mereka masih belum bisa menerima kalau energi seks dapat diubah sifatnya menjadi energi Kasih.

Interaksi dengan mereka ini rupanya menjadi stimulus bagi “insting hewani” yang bagaimana pun masih tetap ada dalam dirinya dan diri setiap orang. Insting hewani itu memang sudah sekarat, tetapi tidak pernah mati sepenuhnya. Lalu, karena memperoleh makanan berupa stimulus dari luar, kendati dalam porsi yang amat sangat minim, dia bertahan hidup terus.

Beda orang, beda instink hewaninya yang tersisa, dan beda pula stimulus yang dapat membangkitkan keliaran dalam dirinya. Kelemahan adalah kelemahan. Apakah itu kecanduan, ketergantungan pada obat-obatan, seks, makanan, rokok atau apa saja. Yang satu terpelest karena kulit pisang. Yang satu lagi terpelesat karena kulit mangga, atau hanya karena lantainya licin. Mereka semua sama-sama jatuh. Tidak perlu membeda-bedakan antara kulit pisang, kulit mangga, dan lantai licin.

Seseorang yang kelemahannya makan berlebihan tidak perlu mengkritik orang lain yang kelemahannya menelan pil ekstase. Dua-duanya sama-sama lemah. Untuk itu, dengan penuh kesadaran keadaan, tempat, atau individu yang dapat menjadi umpan dan memancing insting hewani dalam diri perlu dihindari.

Tidak perlu mengharamkan sesuatu. Mau mengharaman apa? Bagaimana? Alkohol? Banyak obat yang mengandung alkohol. Morfin? Zat itu dibutuhkan untuk bedah. Narkotik? Melatonin yang merupakan narcotic-like-substance, begitu mirip dengan narkotik—ada dalam tubuh manusia, bahkan dibutuhkan oleh badan.

Dengan penuh kesadaran, apa saja yang bisa menjadi pemicu bagi kemerosotan kesadaran perlu dihindari.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2000). Shangrila, Mengecap Sorga di Dunia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

banner-utk-di-web

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s