Sadguru Password untuk Mengakses Satnaam, Ia Hyang Sejati, Gusti Pangeran, Tuhan

buku-shangrila-bima-dewa-ruci

Perjalanan Bima ke dalam tubuh Sadguru Dewa Ruci adalah simbol perjalanan batin seorang murid

 

Bagi Nanak, seorang Sadguru adalah password untuk mengakses Ia Hyang Sejati, Satnaam, Gusti Pangeran, Tuhan. Demikian pula kiranya maksud Yesus, Sang Masiha—Isa, Sang Nabi—ketika ia berkata: “Akulah Roti Hidup” (6:35, 48), “Akulah terang dunia” (8:12), “Akulah pintu” (10:7)” sebagaimana terekam dalam Injil Yohanes. Bagi para murid, Yesus adalah Rabbi, the Divine Master. Rabbi bukan sekedar guru, tetapi guru yang bersifat ilahi. Rab adalah sebutan lain bagi Ilahi. Rabbi adalah Sadguru, Guru Sejati yang menjadi pintu masuk bagi para murid.

Lain Guru, Lain Sadguru. Guru di sekolah mengajar, dan setelah itu selesailah tugasnya. Yang terjadi setelah seorang murid memperoleh pelajaran sudah bukan urusannya. Yang dilakukan seorang murid dengan pelajaran yang diperolehnya juga tidak menjadi urusan sang guru. Lain halnya dengan seorang Sadguru. Ia menjadi “pintu”. Ya, ia menjadikan dirinya pintu masuk, sehingga setiap murid dapat menggunakannya untuk mengakses ilahi yang ada di dalam diri setiap makhluk.

Perjalanan Bima ke dalam tubuh Sadguru, Sang Dewa Ruci adalah simbol perjalanan batin seorang murid. Ia memasuki tubuh Sadguru, dalam pengertian ia menerima esensi  ajaran Sang Sadguru. Ia tidak hanya memperhatikan kulit buah, tetapi memakan dagingnya.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2013). Alpha & Omega Japji bagi Orang Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Berikut ini penjelasan Satnaam, Nama Yang Sejati dalam buku Shangrila…..

buku-shangrila

Cover Buku Shangrila

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Bersama matahari yang baru saja terbit, kesadaran Joseph pun bangkit kembali. Di kejauhan sana, ia mendengar seorang Sikh sedang membaca Doa Pagi:

Ik Omkaar

Sat-Naam

Kartaa-Purukh

Nirbhau

Nirvair

Akaal-Moorat

Ajooni

Saibhang

Gurparsaad

 

Jap

Aadh Sach

Jagaadh Sach

Hai bhi Sach

Naanak hosi bhi Sach

 

Demikian Bait Pertama “Japji”—Doa Pagi umat Sikh. Joseph memahami maknanya:

 

Ik Omkaar

The One Reality—Kebenaran Yang Satu Itu……

 

Seekor burung terbang dan hinggap di sebuah dahan. Kicauannya lembut tetapi meledakkan tempurung pembalut kesadaran Joseph, “Ik Omkaar tidak dapat dijelaskan, seperti istilah ‘Om’ itu sendiri. Apa makna sebenarnya?”

Ya, Joseph mulai sadar, siapa yang tahu apa makna YHV dalam tradisi Yahudi, yang kemudian dipanjangkan menjadi Yehovah dan disebut Tuhan atau Yahwe? Apa makna Alif, Lam, Mim dalam tradisi Islam? Itukah ’Kasunyatan’ Buddha? Itukah ‘Kerajaan Allah’ Yesus? Siapa yang mengetahui, sebenarnya apa ‘Itu’? Siapa ‘Dia’? Hanya Dia sendiri Yang Mengetahui Diri-Nya!

“Kalau demikian, kenapa Nanak bicara juga. Kenapa tidak diam saja?”

“Kalau dia hidup hanya untuk dirinya, dia tak akan berucap apa pun. Cukuplah mengalami, dan luluh habis dalam pengalamannya, seperti ngengat yang habis terbakar panas Api Cinta Ilahi. Untuk kitalah Dia berusaha untuk meraba-raba. Untuk mempermudah pemahaman kita. Apa boleh buat, dia harus omong mengenai sesuatu yang tak bisa diselami hanya dengan omongan; bahkan mungkin terkaburkan oleh banjir kata.”

 

Sat-Naam

Eternal Name—Nama Yang Sejati

 

“Dan untuk itu ia gunakan ungkapan Sat-Naam? Bukankah predikat ini pun akhirnya hanya acuan yang nanti harus ditinggalkan?

“Benar, Joseph. Bila Yang Tak Terjelaskan ingin dijelaskan lewat kata-kata, inilah yang terjadi. Inilah yang terbaik. Nanak tidak menciptakan nama baru untuk Dia. Apa gunanya? Tanpa diberi sesuatu, Dia toh sudah memiliki segala-galanya.”

Seekor bunglon merangkak di dahan lain. Tadinya hijau warna kulitnya, ketika dia sembunyi di rerimbunan daun, tapi kini jadi cokelat kayu. Setelah menelan serangga yang berhasil dltangkapnya, dia pun menimpali, “Nama pemberian manusia bisa diganti, Joseph. Seseorang pindah agama, dan sadar-tak-sadar selain mengganti nama diri, dia juga mengganti nama Tuhan. Tadinya Bapa di Surga, sekarang Allah. Tadinya Widhi, sekarang Thien. Apa gunanya menciptakan nama baru lagi? Yang memberikan nama itu, bisa menggantinya juga. Kulitku berubah sesuai kebutuhan, tetapi ada yang tak berubah di balik ganti-ganti warnaku. Itulah realitasku. Nah, apalagi Dia yang berada di atas segala Nama. Dialah pemilik semua Nama. Namaku dan namamu, semuanya milik ’Dia’! Dialah satu-satunya ‘pemilik’ nama yang sejati.”

Burung itu menimpali dengan nyanyiannya. Kicaunya mengalunkan sebuah puja,

Dialah Pemilik Tunggal

Pemilik Sejati segala sesuatu

yang terlihat dan tak terlihat

yang terdengar dan tak terdengar

yang tercium dan tak tercium

yang terasa dan tak terasa

yang teraba dan tak teraba

yang terpikirkan dan tak terpikirkan

yang bernama dan tak bernama.

 

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2000). Shangrila, Mengecap Sorga di Dunia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

banner-utk-di-web

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s