Reinkarnasi Dalam Pandangan Para Tokoh Dunia

buku-shambala-tokoh-ttg-reinkarnasi

“Yang mengaktifkan komputer manusia ini adalah juga tiga unsur utama. Saya mengatakan tiga unsur utama, karena sebenarnya masih banyak unsur lain, tetapi yang utama adalah tiga. Pertama, badan kasat kita. Ini bagaikan hardware. Kedua. Ego kita. Ini bagaikan software dan tentu saja, ketiga, kesadaran yang merupakan aliran listriknya. Badan kita sewaktu-waktu bisa rusak, bisa berhenti bekerja. Namun software-nya tidak ikut rusak. Ego kita masih utuh, masih dapat berfungsi. Software yang sama dapat digunakan, dengan menggunakan hardware baru. Tidak ada memori yang hilang, tidak ada program yang terhapus. Ego kita, yang merupakan software masih dapat digunakan. Ada satu hal yang jangan sampai terlupakan : kesadaran atau “aliran listrik”. Kesadaran ini tidak pernah terganggu. Apakah softwarenya yang dipindahkan, atau hardwarenya yang rusak, kesadaran kita tidak pernah mengalami gangguan apapun. Kehadirannya ibarat katalisator. Keberadaan akan kesadaran ini yang menentukan berfungsinya komputer kehidupan, namun ia sendiri tidak pernah mengalami gangguan, kerusakan dan lain sebagainya. Badan kasat ini terdiri dari begitu banyak unsur, daging, darah, tulang, otot, sumsum. Semuanya pada suatu hari ditinggalkan oleh Ego yang harus menempati badan kasat baru. Badan kasat ini kadaluwarsanya. Ego adalah mekanisme yang sangat kompleks, yang terdiri dari pikiran, memori, keinginan-keinginan, impian-impian, harapan, perasaan dan lain sebagainya. Selama ini kita mengidentitaskan dari kita dengan Ego ini. Setiap kali Ego menghuni badan kasat, manusia menjadi nyata. Setiap kali ia meninggalkannya badan kasat menjadi jasad.” (Krishna, Anand. (1998). Reinkarnasi, Hidup Tak Pernah Berakhir. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Berikut ini Catatan Joseph dalam buku Shambala mengenai pandangan beberapa tokoh tentang Reinkarnasi………….

buku-shambala

Cover Buku Shambala

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Joseph membuka kembali buku catatannya. Begitu banyak kutipan yang telah ia kumpulkan. Semuanya tentang reinkarnasi. Ada yang jelas-jelas mcndukungnya. Ada yang masih ragu-ragu, atau bingung. Ada yang bahkan bicara dari pengalaman pribadi.

(catatan: dikutip hanya terjemahannya saja dari buku terkait)

  1. Agustinus (354-430) misalnya masih bingung

“Katakan, O Tuhan, apakah kelahiranku ini merupakan kelanjutan clari masa kehidupan sebelumnya? Apakah yang dimaksudkan adalah kehidupan dalam rahim ibu?  Atau adakah kehidupan sebelumnya? O Tuhan, sumber bahagiaku, pernahkan aku berada di tempat lain atau dalam badan lain? Untuk (menjawab pertanyaan—pertanyaan) ini, ayah dan ibuku tidak dapat membantu. Pengalaman orang lain juga tidak dapat menjawabnya. Dan daya ingatku sendiri tidak bisa.”

(Dikutip dari buku The Confessions of St. Augustine)

 

  1. Lain halnya dengan master sufi, Mansur Al-Hallaj (baca juga Cakmwala Sufi 1: Menyelami Samudera Kebijaksanaan Sufi oleh Anand Krishna — Ed.). Ia begitu yakin:

“Bagaikan tumbuh-tumbuhan di tepi sungai (kehidupan — a.k.) yang mengalir (terus — a.k.), aku pernah muncul berulang kali. SeIama seratus ribu tahun, aku pernah hidup, berkarya dan berupaya dalam segala macam badan.”

(Dikutip dari buku Nadarbeg K. Mirza, Reincarnation and Islam)

 

  1. Master sufi Jalaluddin Rumi melangkah lebih jauh lagi. Ia menyatakan bahwa setiap kelahiran kembali bukan tanpa tujuan. Setiap kali ia lahir kembali, ia menjadi lebih “baik” Demikian ia rnencapai kesempurnaan hidup:

“Jiwaku satu, ragaku ratusan ribu. Karena syariah agama, aku bungkam (dan tidak bisa menjelaskan banyak — a.k.). Aku telah melihat dua ribu wujud manusia yang pernah menjadi milikku; tetapi tidak satu pun yang sebaik sekarang.”

(Dikutip dari buku R.A.Nicholson, Rumi, Poet and Mystic)

 

  1. Ralph Waldo Emerson (1803-1882, seorang pemikir dari Amerika yang sering disebut sebagai salah satu “founding father of American Nation“), mengatakan:

“Segala sesuatu dalam dunia adalah “hidup” dan tidak pernah mati—dernikianlah rahasia dunia ini. Mereka hanya lenyap dari pandangan untuk sesaat clan pada suatu ketika kembali terlihat lagi. Tidak ada sesuatu apa pun yang mati. Manusia berkabung dan berdukacita bagi mereka yang sesungguhnya hanya ganti wujud.”

(Dikutip dari The Selected Writings of Ralph Waldo Emerson)

 

  1. Edgar Allan Poe ( I 809-1849, seorang pengarang tersohor dari Arnerika) pernah menulis:

“Pernyataan bahwa jiwaku tidak pernah hidup sebelumnya sungguh tidak masuk akal. Anda tidak percaya?—tidak perlu berargumentasi. Saya meyakininya dan tidak perlu rneyakinkan orang lain.”

(Dikutip dari buku The Works of the late Edgar Allan Poe)

 

  1. Leo Tolstoy (1828-191O, penulis Rusia yang sangat terkenal) juga meyakini adanya kelahiran setelah kematian:

“Jiwa adalah kekal, abadi. Dan apabila aku akan hidup untuk selama-lamanya, maka sudah pasti pernah hidup sebelumnya. Aku hidup untuk selama-Iamanya.”

(Dikutip clari buku War and Peace)

 

  1. Henry Ford (1863-1947, pengusaha legendaris dari Amerika Serikat) pernah menuturkan kepada pewawancaranya dari San Fransisco Examiner:

“Saya mulai meyakini adanya reinkarnasi pada usia 26 tahun. Sampai saat itu, agama tidak memberikan sesuatu (yang bermakna) kepada saya. Pekerjaan pun tidak memberikan kepuasan. Sia-sialah pekerjaan kita, jika pengalaman yang kita peroleh dari pekerjaan itu, tidak dapat diteruskan ke masa kehidupan berikutnya. Bagi saya, menemukan reinkarnasi sama seperti menemukan “rencana alam semesta”. Saya menyadari adanya kesempatan untuk mewujudkan pikiran-pikiran saya. Waktu sudah tidak dapat mernbatasi saya. Jam tidak bisa memperbudak saya. . .. Kejeniusan lahir dari pengalaman. Ada yang menganggapnya sebagai bakat. Padahal (kejeniusan itu) merupakan basil dari pengalaman-pengalaman yang diperoleh dalam sekian banyak masa kehidupan. Penemuan reinkarnasi telah menenangkan pikiran saya….. Bila Anda merekam wawancara ini, tulislah agar dapat menenangkan pikiran orang lain. Saya ingin berbagi ketenangan dan ketenteraman yang saya peroleh dari paham reinkarnasi dan wawasan kehidupan yang lebih luas ini.”

(San Fransisco Examiner 28 Agustus 1928 dikutip dari Reincarnation oleh Joseph Head & S.L.Cranston)

 

  1. David Lloyd George (1865-1945, Perdana Menteri Inggris dari tahun 1916 sampai 1922) pernah mengatakan kepada teman dekatnya, Lord Riddell:

“Ketika masih kecil, saya lebih menakuti surga daripada neraka. Gambaran saya tentang surga adalah suatu tempat di mana terus-menerus berlangsung kebaktian yang harus kita ikuti; tak seorang pun dapat menghindarinya, karena Tuhan bersama malaikatnya terus mencari-cari orang yang tidak ikut. Persis seperti sebuah mimpi buruk……. Gambaran umum tentang surga dengan para malaikatnya seperti itu sungguh menggelisahkan….. Pandangan saya adalah bahwa kita akan lahir kembali…… Suka dan duka yang kira alami, disebabkan oleh perbuatan kita sendiri. Misalnya, seorang majikan yang menindas para pekerjanya sudah pasti akan tertindas juga.”

(Dikutip dari buku Orlando J. Smith, A Short View of Great Question)

 

  1. Kahlil Gibran, Sang Penyair, Sang Maestro dari Lebanon menulis (baca juga Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kebidupan oleh Anand Krishna — Ed.):

“Sungguh singkat persinggahanku di antara kalian. Singkat pula kata-kata yang kuucapkan. Tetapi ketika suaraku mulai menjauh dan kasihku memudar dari ingatanmu, aku akan kembali Iagi. Dan dengan jiwa yang lebih kaya, dengan suara yang lebih tegas, aku akan bicara lagi. Maut hanya dapat menyembunyikan aku untuk sesaat, keheningan hanya dapat menyelimuti aku untuk sesaat. Sesaat lagi aku akan kembali. Kembali untuk mengetuk hatimu. Aku akan kembali padamu. Istirahat sebentar bersama angin, sekali lagi seorang wanita akan mengandung aku”.

(Dikutip dari buku The Prophet)

 

Dan masih banyak lagi kutipan lain. Dari pencinta kedamaian Mahatma Gandhi, dari penemu spektakuler Thomas Edison, dari para psikolog William James dan Freud dan Jung, dari pemikir Nietzche……..

Membaca kutipan-kutipan yang telah ia kumpulkan, Joseph semakin yakin. Semakin percaya bahwa Dewi tidak ke mana-mana. Bahwa Dewi tidak mati. Bahwa Dewi hanya lenyap dari pandangan untuk sesaat. Sebentar lagi, ia akan kembali………

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2000). Shambala, Fajar Pencerahan di Lembah Kesadaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

banner-utk-di-web

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s