Meninggalkan Dunia Benda Bukan Pengorbanan Diri? Otobiografi Paramhansa Yogananda

buku-paramhansa-bhaduri-mahasaya

Pertemuan Paramhansa Yogananda dengan Bhaduri Mahasaya

(Yogananda) memberikan saran, “Maharishi (bisa diterjemahkan sebagai Pujangga—a.k.), apa tidak sebaiknya Bapak menulis buku tentang Yoga?”

Ia menjawab, “Saya sedang melatih para murid. Merekalah tulisan-tulisanku yang berdarah daging. Mereka adalah interpretasi nyata akan apa yang hendak saya sampaikan. Walaupun ajaran-ajaran kuno itu sudah banyak disalahtafsirkan oleh berbagai pihak, mereka akan berhasil mencegah terjadinya distorsi lebih lanjut.”

(Tujuan saya menerjemahkan buku ini persis demikian juga. Banyak pihak yang sering mengutip bagian-bagian dari buku yang sudah bisa dianggap all-time classic ini, untuk membenarkan pendirian dan pemahaman mereka yang keliru, bahkan melenceng jauh dari ajaran Yoga. Semoga upaya kecil yang sangat tidak berarti ini, berhasil meluruskan pengertian-pengertian keliru selama ini—a.k.)

Silakan simak kisah Paramhansa Yogananda bertemu Bhaduri Mahasaya pada kutipan berikut:

………………

Cover Buku Otobiografi Paramhansa Yogananda

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Mirabai

Saya (Yogananda) berada di tempat Bhaduri Mahasaya, sampai sore. Para pengikutnya mulai berdatangan, dan dia menyampaikan wejangannya dalam bahasa bengali yang lancar, halus, namun penuh dengan anekdote dan cerita menarik.

Sore itu, dia bicara tentang Mirabai, seorang pecinta Allah dari negara bagian Rajashtan, di India. Pada suatu ketika, seorang pertapa menolak bertemu dengannya. Paalnya pertapa itu selibat, dan Mirabai seorang wanita. Diceritakan bahwa Mirabai mengirim pesan kepada sang Pertapa, “Setahu saya, satu-satunya Pria dalam Alam semesta adalah Allah. Kita semua hanyalah wanita-wanita pencinta-Nya.”

 

Mirabai adalah seorang penyanyi rohani yang akan dikenang sepanjang jaman.

Seandainya mandi di sungai-sungai yang kau anggap suci, dapat mempertemukan aku dengan Tuhan, maka kau akan memilih jadi ikan….

Seandainya membatasi makanan dan hanya makan buah-buahan dapat mempertemukan aku dengan Tuhan, maka kau akan memilih jadi domba, pemakan rumput…..

Seandainya mengulangi Nama-Nya terus-menerus dapat mempertemukan aku dengan-Nya, maka akan kugunakan tasbih raksasa, untuk berzikir pada-Nya.

Seandainya bersujud pada patung dapat mempertemukan aku dengan-Nya, bukit-bukit megah pun akan kusembah…..

Berpuasa atau hanya minum susu, seandainya dapat mempertemukan aku dengan-Nya, maka aku akan memilih jadi anak sapi….

Meninggalkan keluarga dan menjadi selibat, seandainya dapat mempertemukan kamu dengan Tuhan, maka setiap banci bertemu dengan Tuhan.

Tidak temanku, untuk bertemu dengan Ia Yang Adalah Wujud Kasih yang kau butuhkan hanyalah cinta, hanyalah Kasih – itu saja……..

 

Meninggalkan kekayaan duniawi untuk mendapatkan kekayaan rohani yang jauh lebih berarti

Setelah wejangannya berakhir, satu per satu para pendengarnya menghadap ke depan, menghaturkan terima kasih dan rnenaruh uang di atas sandalnya. Dia menggunakan pernberian itu untuk keperluan sehari-hari.

Setiap orang di Calcutta tahu persis bahwa Bhaduri Mahasaya berasal dari keluarga besar yang kaya-raya. Karena itu tidak heran kalau ada yang mengatakan, “Guru telah meninggalkan kekayaan keluarga dan sekarang hidup sebagai seorang fakir, pengorbanan Guru sungguh luar biasa.”

“Pengorbanan? Kamu salah. Saya justru meninggalkan kekayaan duniawi yang tidak berarti itu untuk mendapatkan kekayaan rohani yang jauh lebih berarti. Saya sama sekali tidak melakukan pengorbanan. Yang melakukan pengorbanan justru mereka yang masih bergulat dengan dunia benda. Mereka rnengorbankan khazanah rohani yang begitu luar biasa, hanya untuk beberapa keping emas, hanya untuk kesenangan-kesenangan duniawi yang tidak berarti.”

Definisinya tentang pengorbanan membuat saya tersenyum. Dia mengakhiri perternuan sore itu dengan kata-katanya yang sangat bermakna:

“Jaminan masa depan yang kita peroleh dari Kebijaksanaan Allah rnelebihi jaminan yang dapat diberikan oleh perusahaan asuransi. Mereka yang tidak meyakini Kebijaksanaan-Nya sibuk mencari jaminan dari dunia benda. Ia yang menjamu air susu ibu bagi setiap anak yang baru lahir, tidak akan melepaskan para pengabdi-Nya, para pencinta-Nya begitu saja. Ia akan selalu melindungi mereka.”

Pulang dari sekolah, saya akan selalu mampir ke tempatnya. Tidak lama kemudian, beliau pindah ke ternpat lain. Para pengikutnya mendirikan padepokan yang diberi nama “Nagendra Math”. Nama lengkap beliau memang Nagendranath Bhaduri (Mahasaya bisa diartikan “Tuan”—sebuah panggilan yang populer di negara bagian Bengal. “Math” berarti “ashram” atau “padepokan”, sebutan yang lebih populer di Bengal—a.k.)

Beberapa tahun kemudian, sebelum berangkat ke Amerika, saya menemuinya untuk memohon restunya. Ia memberkahi saya.

Pergilah. Jadikan kemuliaan dan kehormatan India perisai pelindungmu. Kejayaan, keberhasilan telah tertulis dalam takdirmu. Mereka akan menyambutmu dengan tangan terbuka.”

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2002). Otobiografi Paramhansa Yogananda, Meniti Kehidupan bersama para Yogi, Fakir dan Mistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner 4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s