Rasi Bintang untuk Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Diri #Astrologi

buku-spiritual-astrology-konstelasi-planet

“Ilmu Astrologi yang berkembang di wilayah peradaban Sindhu atau Hindia tidaklah berdasarkan takhayul. Tapi, berdasarkan pengetahuan para ahli mereka tentang ruang angkasa, sebagai hasil penelitian selama ribuan tahun.

 

Dari penelitian-penelitian ilmiah itu pula mereka dapat menyimpulkan bila kehidupan di bumi sangat terpengaruh oleh keadaan di ruang angkasa. Konstelasi perbintangan saat kelahiran tidak hanya menentukan sifat dasar manusia, tetapi juga memengaruhinya sepanjang hidup.

 

(Catatan: “Sifat dasar” di sini tidak berarti harga mati. Ia ibarat kain blacu yang biasa digunakan untuk batik tulis. Kita memang tidak bisa mengubah tenunan kain itu. Tapi, dengan mengetahui sifat kain, kita bisa menentukan bahan celup, dan tulis yang sesuai. Kita juga bisa menentukan corak sesuai dengan selera kita. Pada akhirnya, harga kain itu bisa meningkat beberapa kali lipat karena tambahan-tambahan” yang kita lakukan-a.k)

 

Lewat buku ini, saya hendak menyampaikan bahwa pengetahuan tentang sifat dasar membantu kita untuk melakukan sesuatu yang menguntungkan dan menghindari apa yang tidak menguntungkan.

 

Silakan mempelajari pengaruh konstelasi perbintangan terhadap rasi Anda. Pelajari pula kekuatan-kekuatan alam yang siap mendukung Anda, dan membantu dalam hal pengembangan diri. Gunakan kekuatan-kekuatan itu untuk meraih keberhasilan.

 

Di saat yang sama, pelajari pula kelemahan-kelemahan, dan kekurangan-kekurangan diri. Janganlah berpikir bila kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan itu tidak dapat diatasi. Semuanya dapat diatasi dan diperbaiki. Adalah kehendak yang kuat dan karya nyata untuk mengubah diri, dan mengubah keadaan. Itu saja yang dibutuhkan. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2010). Spiritual Astrology, The Ancient Art of Self Empowerment, Bhakti Seva(The Blissful Prophet), Terjemahan Bebas, Re-editing, dan Catatan Oleh  Anand Krishna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Berikut ini penjelasan tentang Perbaikan Diri dan Pemberdayaan Diri…….

 

Cover Buku Spiritual Astrology

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

 

Memperbaiki Diri

Buku ini merayu kita untuk memberdayakan diri. Bhakti Seva merayu setiap orang, setiap pembaca, apa pun rasinya, untuk memberdayakan dirinya: “Kamu bisa!”

 

Baik penulis buku ini, maupun saya sebagai pengulasnya, tidak tertarik untuk membahas hasil masa lalu secara detail. Hasil masa lalu ini sudah menjadi kenyataan, berupa kelebihan dan kekurangan-kekurangan kita; kekuatan, dan kelemahan-kelemahan kita.

 

Kita tidak perlu membedah kekurangan dan kelemahan kita, “Oh, saya begini karena begitu…. Saya menjadi begini karena pengalaman masa kecil seperti itu…” Untuk apa membedah dan mencari pembenaran? Untuk apa mencari tahu siapa yang bersalah dan bertanggung jawab atas keadaanku saat ini?

 

Ya, kita mesti mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan kita, tidak hanya kekuatan dan kelebihan kita. Selanjutnya, kita mengatasi kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan diri. Sekaligus mengasah dan memperkuat kelebihan dan kekuatan diri. Itu saja.

Buku ini mengajak kita untuk melakukan hal itu, untuk

 

Memberdayakan Diri

Sehingga kita tidak tergantung pada welas asih, apa lagi belas kasihan orang lain. Jadilah penyebar kasih…. Dan, terimalah apa yang kau dapatkan, tanpa ketergantungan. Janganlah tergantung pada apa yang kau peroleh, sekalipun adalah kasih murni 100% yang kauperoleh.

Bersyukurlah atas perolehanmu.

Tetapi, sekali lagi, janganlah tergantung padanya.

Jika kau tergantung pada suatu pemberian – semurni dan sebaik apa pun – berakhirlah kemandirianmu. Dan, jika kau tidak mandiri, kau tidak bebas. Kau tidak merdeka. Kemudian, keadaanmu itu bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Berakhirnya kemandirian adalah awal dari perbudakan.

 

Seorang budak menjadi demikian bukan karena keadaan, tetapi karena tidak merasa mandiri. la tidak percaya diri. la berpikir bila dirinya belum mampu bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Perasaan seperti ini, pikiran seperti ini, mesti dibuang jauh-jauh.

Buku ini mengajak kita untuk memberdayakan diri dan menentukan sendiri masa depan kita. Untuk itu, dijelaskan bahwa alam semesta telah menyediakan berbagai macam alat-bantu yang bisa dimanfaatkan….

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2010). Spiritual Astrology, The Ancient Art of Self Empowerment, Bhakti Seva(The Blissful Prophet), Terjemahan Bebas, Re-editing, dan Catatan Oleh  Anand Krishna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner 4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s