Seeker, Pencari Makna Kehidupan atau Wanderer, Pengembara Menikmati Perjalanan

 

buku-paramhansa-otobiografi

Dikutip dari Prakata Bapak Anand Krishna dalam buku “Meniti Kehidupan Bersama Para Yogi, Fakir dan Mistik, Otobiografi Paramhansa Yogananda.”

 

Rumah tahanan dan rumah mewakili dunia. Seorang darvish berada dalam dunia, tetapi bukan penghuni dunia. Dia sedang singgah sebentar. Dia seorang pengembara. Seorang darvish berada di tengah kita. Ikut mengalami suka dan duka, tetapi tidak pernah ber”Aaahhh Aaahhh “. Dia selalu ber-“Hu-Hu”. “Hu” berarti “Dia”—Dia, Sang Tuhan. Dia, Gusti Allah. Dia, Widhi Wasa. Dia, Tao. Dia Buddha. Itulah Dia!

Seorang darvish mabuk oleh “Kehadiran Dia”. Dia di sini, Dia di sana. Dia di mana-mana. Lalu mau ke mana lagi? Dialah Pemabuk Sejati. Hanya para Pemabuk yang bisa merayakan suka dan duka. Hanya para darvish yang bisa ber-“Hu-Hu” setiap saat. “Petugas keamanan dunia” tidak dapat menahannya. Mabuk dia bukanlah mabuk biasa. Hu, Hu, Hu, Hu……….  Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2000). Masnawi Buku Kedua Bersama Jalaluddin Rumi Memasuki Pintu Gerbang Kebenaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Berikut dikutip dari Prakata dari buku “Meniti Kehidupan Bersama Para Yogi, Fakir dan Mistik, Otobiografi Paramhansa Yogananda.”

buku-paramhansa

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Setiap orang yang sedang meniti jalan ke dalam diri pada suatu ketika akan menemukan bahwa “Kebenaran” Itu Satu Adanya. Dan bahwa jalan menuju Kebenaran, Jati-Diri, Kesadaran – apa pun nama yang Anda berikan kepada Yang Satu Itu – merupakan jalan pribadi. Sempit – begitu sempit, sehingga Anda harus melewatinya seorang diri. Anda tidak bisa bergandengan tangan dengan siapa pun.

Permukaan permata memang memiliki banyak sisi, dan setiap sisi menambah keindahannya. Para saintis, para ilmuwan melihat permukaan yang indah itu. Mereka terpesona. Setiap sisi melahirkan satu cabang ilmu. Dan setiap cabang ilmu diminati oleh sekian banyak orang. Sebaliknya, seorang mistik, seorang yogi, seorang sufi memasuki inti permata itu sendiri dan menemukan Yang Satu Itu.

Lewat buku ini, sekali lagi saya ingin mengajak Anda untuk “memasuki” Yang Satu Itu. Jangan terpesona oleh permukaan permata yang berkilau. Temukan Inti-Nya.

Saya adalah seorang pengembara, dan tidak akan pernah berhenti mengembara. Saya bukan seorang pencari, karena tidak perlu ada yang dicari. Berhenti sudah pencarian saya. Tetapi berjalan terus pengembaraan saya…….

Kadang saya berada di tengah gurun Sahara, untuk “menyalami” Muhammad—Sang Nabi. Kadang saya berada di tepi sungai Gangga, untuk “mendengarkan” Siddharta—Sang Buddha. Kadang saya “bermain-main” dengan Krishna—Sang Avatar. Kadang saya “menemani” Isa—Sang Mesias.

Bagaikan sungai, saya mengalir terus.bagaikan angin, saya bertiup terus. Saya tidak pernah berhenti, saya tidak akan berhenti.

Pengembaraan saya, pengalaman saya adalah kekayaan saya. Betapa miskinnya mereka yang tidak pernah pergi ke mana-mana, yang berdia di satu tempat. Betapa miskinnya pula mereka yang puas dengansekadar informasi tentang pengembaraan.

Ceramah-ceramah yang saya berikan, buku-buku yang saya tulis, tidak dimaksudkan untuk menambah wawasan Anda. Jika hanya itu yang terjadi, saya akan sangat sedih! Saya sedang menggoda Anda, supaya Anda terangsang untuk menjadi pengembara seperti saya. Cukup sudah pencarian Anda. Apalagi yang Anda cari? Sekarang tiba saatnya untuk merayakan kehidupan. Untuk mengembara dan meyebarluaskan “Berita Baru” – bahwa “yang perlu ditemukan” sudah Anda temukan!

Puluhan tahun yang lalu, lewat Autobiography of a Yogi, Paramhansa Yogananda berupaya untuk menyebarluaskan “Berita Baru” yang sama. Berita yang terasa baru pada zamannya, sampai kini pun ternyata masih baru—masih belum basi!

Lewat saduran ini, saya tidak hanya mengantar Paramhansa Yogananda—saya menemani beliau! Itu sebabnya, di sana-sini Anda akan ikut mendengarkan “ocehan” saya. “Ocehan” saya, pengalaman pribadi saya sengaja ditulis dengan huruf miring, dalam kurung—dan diberi inisial a.k.

Tanpa pengalaman pribadi, saya tidak akan melakukan penyaduran buku ini. Saya juga tidak akan memperkenalkan Anda dengan seseorang yang saya sendiri belum cukup kenal. Saya mengenali Yohananda, Sang Paramhansa, sebagaimana saya mengenali diri sendiri.

“Kematian” Beliau pada tahun 1952—empat tahun sebelum “kelahiran” saya—tidak menjadi hambatan bagi saya untuk berkenalan dengannya. Tanpa “keterbatasan” bingkai badan, Beliau justru menjadi semakin accessible, semakin “terjangkau”! perkenalan demikianlah, yang membuat saduran ini agak berbeda.

Saduran sebuah buku seperti ini memang harus berbeda, karena penulis buku ini pun berbeda. Ia bukan seorang Yogi biasa! Ia hidup sebagai seorang Yogi—ia mati sebagai seorang Yogi…….

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2002). Otobiografi Paramhansa Yogananda, Meniti Kehidupan bersama para Yogi, Fakir dan Mistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

banner-utk-di-web

oec4elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s