3 Karakter Pilihan Ramayana: Bersandar Penuh pada Gusti , Mengabdi, dan Melakoni Dharma

buku-the-hanuman-factor-hanuman

Kita pernah melihat seorang panembah yang begitu percaya Gusti. Dia memelihara kesuciannya dari godaan dunia. Dia yakin Gusti akan membantunya. Begitulah karakter Sita yang memelihara kesucian dari godaan Ravana (ego) di negeri (dunia) yang “jauh” dari Gustinya.

Kita juga pernah melihat seorang panembah yang sangat berbakti pada Gusti. Apa pun perintah Gustinya dilakoni dengan cerdas. Dia begitu yakin pada dirinya karena merasa Gustinya yakin pada kemampuannya. Para raksasa penghalang  di jalannya ditaklukkannya. Begitulah karakter Hanuman.

Kita juga melihat seorang panembah yang melakoni kehidupan dengan percaya diri, mengambil resiko dengan penuh tanggung jawab. Beberapa orang penting mendukung tindakannya. Begitulah karakter Rama.

Kita dapat menempatkan diri kita dalam peran apa saja dari peran-peran yang ada dalam kisah Ramayana. Kita bisa memilih salah satu dari trio karakter ini…….. Berikut ini penjelasan the Hanuman Factor:

buku-the-hanuman-factor

Cover Buku The Hanuman Factor

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

……………..

 

Engkau sangat beruntung karena engkau ditemani oleh:

 

  1. Laksmana, Saudara lelakimu

Yang maknanya adalah “perhatian yang tidak bercabang”, intelejensia dan kebijaksanaan sejati, yang merupakan antidote bagi ketidakbijaksanaan dan pikiran yang bergejolak.

Yang juga menemanimu adalah:

 

  1. Sita, Istrimu

Sita mewakili keyakinan, kepercayaan diri, kesetiaan dan juga “kekayaan bumi”. Ia adalah putri dari Ibu Pertiwi, Gaia. Di dalam diri Sita, Sang Prinsip Feminin mewujud sepenuhnya.

Yang Feminin senantiasa lembut, namun kuat di saat yang sama. Ia cantik namun rendah hati. Ia penuh kelembutan dan tidak sombong. Ia adalah perwujudan dari kasih sayang dan kemurahan hati. Inilah nilai-nilai dasar yang mesti ditegakkan mengalahkan nilai-nilai lainnya yang lebih rendah.

 

  1. Bharat adalah Saudaramu yang lain

Terlahir dari Kaikeyi, ia yang tidak bijak, Bharat membuktikan diri bahwa dia mampu menjalankan kerajaanmu ketika engkau tidak ada. Bharat mewakili cinta dalam perwujudannya yang paling tinggi: cinta yang terarah pada Tuhan, cinta bagi Tuhan.

Jadilah pemerintah, pelayan lebih tepatnya, dengan cinta. Hiduplah di dalam cinta. Maka Anda tidak akan pernah tersesat dari jalan yang benar.

 

  1. Shatrughna adalah Saudaramu yang lain

Ia tinggal bersama Bharat untuk mengurus kerajaan. Ia adalah “sang penghancur para musuh”—apa yang disebut sebagai “pikiran cinta”. Cinta memiliki kecenderungan untuk menjadi tidak bijak, meskipun kecenderungan ini tidak sama pada pikiran yang masih bergejolak. Ini lebih mengarah tentang sifat non-diskriminatif, atau tidak memihak.

Namun, sebagai seorang pemimpin, sebagai seorang kepala Negara, seseorang tidak bisa tidak memihak. Ketika menghadapi musuh, Anda harus mengangkat senjata untuk mempertahankan Negara Anda.

Selama kita masih hidup di dunia ini, kita membutuhkan Shatrughna selalu ada di sisi kita. Kita harus memusnahkan musuh yang ada di dalam maupun di luar diri.

 

  1. Hridaya Basahu Sura Bhoopa—Bersemayamlah di Hati ini Selamanya, Wahai Yang Teragung di antara semuanya!

Ini adalah permintaan yang ditujukan kepada Hanuman, yang adalah perwujuan dari pengabdian. Karena perannya di dalam Ramayana, kisah tentang Rama, sangatlah penting. Berikut ini adalah signifikansi spiritual dari kisah Ramayana:

 

“Sita melambangkan jiwa manusia. Rahwana, Dunia, menawannya karena keterikatannya yang salah terhadap keduniawian, yang dilambangkan oleh sang kijang emas. Maka, ia pun terpisah dari Rama, Sang Jiwa Tertinggi. Dan ia pun ditawan di Lanka, kota keterikatan mental dan emosional. Hanya melalui pengabdian Hanuman dan cincin kedisiplinan yang dikirimkan oleh Rama untuk memeriksa gejolak dari pikiran, maka Sita mampu mendapatkan kembali apa yang telah hilang.

Namun, sebelum pertemuan agung, Sita mesti menjalani ritual penyucian untuk membersihkan jiwanya. Setelah terbersihkan, maka jiwa pun bersatu kembali dengan Tuhan!”

 

Ada banyak karakter dalam kisah Ramayana, setiap karakter sama-sama penting. Namun tiga karakter, Rama, Sita dan Hanuman menjadi karakter yang paling berpengaruh. Semua karakter yang lain sesungguhnya menjadi bagian dari ketiga tokoh ini. Mereka datang dan pergi di sekitar ketiga karakter ini.

Kita dapat menempatkan diri kita dalam peran apa saja dari peran-peran yang ada dalam kisah ini. Kita bisa memilih salah satu dari trio karakter ini, atau salah satu dari yang datang dan pergi di sekitar trio karakter tersebut.

Pilihlah Rama, jika Anda bersedia untuk mengambil semua jenis resiko dan tanggung jawab. Pilihlah Sita jika Anda membutuhkan bahu Rama untuk bersandar. Pilihlah Hanuman jika Anda ingin bermain aman. Anda tidak mungkin salah. Anda tidak mungkin gagal. Karena Hanuman adalah CEO yang paling sukses di ranah spiritualitas, di alam kebatinan.

Penyatuan Terakhir dengan Yang Maha Tinggi adalah tujuan dari semua bentuk kehidupan. Inilah misi hidup kita. Hanuman telah menyelesaikan misi tersebut. Dan ia menunjukkan jalannya kepada kita. Sesungguhnya Hanuman adalah jalan itu sendiri. Karena ia mewakili pengabdian; yang adalah jalan yang paling pasti dan yang paling aman menuju Tuhan.

Ia adalah pembimbing yang paling agung.

Ia terlahir untuk membimbing kita kembali kepada Tuhan, sebuah tugas yang dipercayakan oleh sang Bunda kepadanya. Rama dapat terpisah dari Sita, tetapi tidak dari Hanuman. Setelah bertemu untuk pertama kalinya, sesungguhnya Rama dan Hanuman telah menyatu. Pertemuan mereka adalah penyatuan paripurna, penyatuan ilahi; yoga.

Janganlah memberi atribut apa pun pada Yoga Ram-Hanuman ini. Yoga mereka adalah yoga sejati, yoga sebenarnya—Penyatuan. Titik.

Anda akan menemukan bhakti atau pengabdian dalam yoga mereka. Anda akan menemukan raja atau meditasi di dalam penyatuan mereka. Anda akan menemukan gyaana atau kebijaksanaan di dalam pertemuan mereka. Dan Anda akan menemukan karma atau karya tanpa pamrih di dalam hubungan mereka. Keempat cabang yoga menemukan pemenuhannya di dalam penyatuan Rama dan Hanuman.

Maka dari itu, jadilah seorang Hanuman, seorang yogi sejati.

Bermeditasilah dan temukan Rama di dalam diri Anda, dan mengabdilah kepadanya. Kembangkan kebijaksanaan untuk menemukan Rama yang ada di luar diri, di segala penjuru. Berkaryalah tanpa pamrih untuk mewujudkan pertemuan diri sejati di dalam diri dengan diri sejati di luar diri. Karena ketika dan di mana “yang di dalam” bertemu dengan “yang di luar”, maka saat itulah dan di sanalah TUHAN berada.

Dikutip dari Terjemahan (Krishna, Anand. (2010). The Hanuman Factor, Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s