Berfokus Pada Apa yang Kita Kerjakan, Perkara Hasil Urusan Gusti

 

buku-yoga-sutra-patanjali-petani-mengatur-irigasi-plus-teks

Do the best leave the rest

“Memang, kita hanya dapat memastikan, hanya dapat mengendalikan, hanya dapat mengatur ‘laku’ kita – apa yang kita kerjakan. Kita tidak dapat memastikan hasil akhir.

“Memang ada Hukum Aksi-Reaksi, atau: Hukum Sebab-Akibat. Setiap aksi pasti menghasilkan reaksi. Setiap sebab, sudah pasti ada akibatnya. Tapi, diantara aksi dan reaksi, diantara sebab dan akibat – masih banyak faktor lain yang bekerja.

“Saya telah menanam benih, tapi bagaimana memastikan hasil panennya seberapa? Saya boleh, dan bisa menjaga ladang saya. Saya bisa mengatur jadwal, dan apa saja yang saya lakukan… Tapi, bagaimana mengatur musim, dan turunnya hujan? Kala mengendarai mobil di jalan raya, saya boleh mematuhi semua peraturan, dan sangat berhati-hati… Tapi, jika ada pengendara mabuk yang menabrak mobil saya – apa yang mesti saya lakukan?” Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2011). Karma Yoga bagi Orang Moderen, Etos Kerja Transpersonal untuk Zaman Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Demikian salah satu konten Bapak Anand Krishna dalam Video #Karma Yoga 2, fokus pada apa yang kita lakukan, jangan fokus pada hasil, karena hasil banyak dipengaruhi banyak faktor.

Patanjali dalam Yoga Sutra IV.3 menjelaskan agar seorang petani fokus bekerja untuk mengairi sawah saja. Tidak perlu menanam benih baru. Hanya fokus mengairi tanaman yang sudah ada. Belajar dari petani bagaimana kita fokus untuk menghabiskan sisa karma yang masih ada tanpa menambah karma baru seperti penjelasan berikut:

buku-yoga-sutra-patanjali

Cover buku Yoga Sutra Patanjali

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

“Sebagaimana seorangpetani (mengirigasi ladang dengan membiarkan air yang berlebihan mengalir; tidak melakukan sesuatu apa yang Iain; dan) membiarkan prakrti atau alam bertindak sesuai dengan kodratnya. demikian pula hendaknya seorang Yogi membiarkan kecenderungan-kecenderungan bawaan habis sendiri (tanpa melibatkan citta atau benih pikiran dan perasaan lebih Ianjut).” Yoga Sutra Patanjali IV.3

Sutra ini, rumusan ini adalah salah satu yang paling sulit untuk didekodifikasi. Namun, sekali berhasil didekodifikasi, semua menjadi terang benderang, jelas sekali.

 

PETANI, DALAM PERUMPAMAAN INI, ADALAH MIND, MANAH, atau Gugusan Pikiran dan Perasaan. Keadaan yang dijelaskan dalam sutra ini adalah setelah terjadinya kelahiran ulang.

Berarti, sutra ini merujuk pada keadaan kita saat ini—sudah berbadan dengan segala potensi, sifat, dan kecenderungan-kecenderungan bawaan. Apa yang mesti kita lakukan supaya tiada lagi sisa obsesi dan sebagainya, yang dapat menyebabkan kelahiran ulang kembali?

Mudah.

Sudah ada ladang berupa badan. Sudah ada padi atau tanaman lain “bawaan” dan ada air-kehidupan yang sedang mengalir.

Jangan lagi menggunakan mind atau manah untuk menanam sesuatu yang baru. Biarlah ia mengurusi irigasi saja, pengaliran air saja.

Paham?

Hsssshh…inilah rahasia Patanjali, rahasia sutra ini. Mau memastikan tidak ada lagi kelahiran ulang, tidak ada lagi lahan baru, ladang baru, maka bergurulah pada seorang petani—belajarlah dari dia. Karena menguasai aliran air, sungguh mudah bagi seorang petani untuk……

Anda mesti belajar sendiri.

Tips: Air yang mengalir itu adalah prana, energi atau aliran kehidupan kita, yang bisa diatur lewat pernapasan. Cukup?!

 

 

“Citta atau benih pikiran dan perasaan terbentuk oleh asmita atau ke-aku-an. ” Yoga Sutra Patanjali IV.4

 

Tiada pengganti bagi “laku berguru pada seorang petani”. Jika sudah melakukan hal itu, atau setidaknya bertanya pada seseorang yang tahu tentang pertanian, sutra ini menjadi sangat jelas.

ADANYA “LADANG-BADAN”, adanya kelahiran ulang, berarti ada mind, manah, gugusan pikiran serta perasaan dengan segala muatannya. Muatan ini perlu dihabiskan. Dan bisa dihabiskan. Asal, tidak menambah muatan baru.

Sutra ini menjelaskan bagaimana terbentuknya, bertambahnya muatan baru. Yaitu, dengan timbulnya ke-aku-an. Begitu timbul keterikatan pada ladang—“ini ladangku”—maka tinggal selangkah lagi, akan timbul pula keinginan untuk menanam sesuatu yang baru – “masa mengairi ladang saja!” Nah, dengan adanya keinginan itu, timbul benih-benih pikiran dan perasaan yang baru, citta baru.

Berarti, untuk memastikan bahwa tidak ada benih-benih baru, tidak ada citta baru, janganlah terperangkap oleh ilusi ke-“aku”-an.

Lahan ini ada karena prakrti, alam-benda. Air aliran kehidupan adalah prakrti; apa yang tertanam di lahan pun prakrti—semua permainan kebendaan. Aku Jiwa, aku sedang menyaksikan permainan ini. Demikian, dengan selalu mengingat hakikat-diri, kita tidak terjebak dalam permainan kebendaan. Kita menjadi saksi, penonton—menikmati pertunjukan tanpa keterikatan. Demikianlah seorang Yogi!

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s