5 Penjahat Akibat Indera Tak Terkendali dan 5 Musuh Akibat Kebiasaan Buruk, Hikmah Ramayana

buku-the-hanuman-factor-dasarata

The Hanuman Factor memberikan jawaban, mengapa ke-5 indera kita harus dikendalikan dan mengapa kebiasaan buruk menghambat perjalanan diri kita?

Berikut adalah Note (Catatan) ke-2 lanjutan hikmah dari kisah Hanuman “Siapakah Saya? Rama, Sang Penghuni Sejati? Hikmah Kisah Hanuman dalam Ramayana”.

buku-the-hanuman-factor

Cover Buku The Hanuman Factor

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

……………..

  1. Ayodhyaa, adalah Rumahmu!

“Tak terkalahkan oleh para musuh”—inilah makna kata Ayodhyaa. Namun musuh-musuh Anda tidaklah berada di luar diri Anda. Mereka Ada di dalam diri Anda.

Mereka adalah lima penjahat yang disebabkan oleh indera-indera yang tak terkendali:

  • Mata, ketika tak terkendali, maka tidak hanya membuat Anda melihat sesuatu yang salah, tetapi membuat Anda melihat segala sesuatu dengan penglihatan yang tidak jernih, dengan cara yang salah. Ia membuat Anda mempercayai secara salah sesuatu yang fana sebagai yang kekal, dan sesuatu yang kekal sebagai yang fana.
  • Demikian juga telinga yang tak terkendali, tidak hanya membuat Anda mendengar hal-hal yang salah, tetapi juga membuat Anda mendengar secara tidak jelas. Nasehat yang baik akan tersalah-pahami sebagai nasehat yang buruk, dan sebaliknya nasehat yang buruk akan tersalah-pahami sebagai nasehat yang baik. Anda tidak mendengarkan berita-berita yang baik, tetapi justru menyimak berita-berita buruk dan sensasional semata.
  • Hidung yang tak terkendali menciptakan bau yang salah, dimana Anda mencium bau ikan padahal tidak ada ikan. Ia memberi Anda persepsi yang salah terhadap hal-hal serta kejadian-kejadian di sekitar Anda
  • Mulut yang tak terkendali akan membawa Anda kepada kehancuran. Anda berbicara ketika Anda seharusnya diam, dan Anda terdiam ketika Anda semestinya berbicara. Dengan memakan segala jenis junk food, maka mulut yang tak terkendali ini pun dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh Anda.
  • Kulit yang terlalu sensitive, terutama di sekitar perut Dan bawah perut, dapat sangat berbahaya. Anda akan mengorbankan apa saja untuk mendapatkan kesenangan sementara yang tidak berarti.

 

Namun, janganlah menyalahkan keburukan-keburukan yang dilakukan oleh organ-organ indera Anda ini! Mereka hanyalah kurir. Mereka meneruskan kepada pengalaman Anda apa-adanya tanpa mengubahnya sedikit pun. Apa yang dapat Anda lakukan dan hasilkan dari pengalaman-pengalaman tersebut sepenuhnya adalah terserah Anda.

Jika panca-indera Anda berada dalam kendali, maka Anda dapat mengarahkan mereka, “Hei, itu bukan pengalaman-pengalaman yang baik. Hindari mereka lain kali,” dan begitulah. Mereka tidak akan mencari pengalaman-pengalaman itu lagi.

Tetapi ketika mereka tidak dalam kendali Anda, maka Anda pun akan terombang-ambing. Kemudian mereka yang ganti mengendalikan Anda. Kemudian mereka akan mendebat Anda: “Hei, kamu ini kenapa? Kamu pikir kami ini apa? Kami di sini untuk melayanimu. Nikmatilah hidupmu melalui pelayanan kami. Gunakan kami sebaik-baiknya.”

Mereka berpura-pura menjadi pelayan Anda, budak Anda—padahal sesungguhnya mereka tengah memperbudak Anda.

Lima musuh Anda selanjutnya adalah kebiasaan-kebiasaan buruk Anda:

 

  • Kama atau Keinginan, ketika Anda tidak bisa membedakan antara yang baik Dan yang sekedar menyenangkan.
  • Krodha atau Amarah, ketika amarah mengaburkan pandangan Anda, maka Anda pun kehilangan diri Anda.
  • Lobha, atau Keserakahan, ketika Anda membenarkan segala jenis tindakan serta perilaku tak bermoral untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan dan untuk mengumpulkan sesuatu yang tidak Anda butuhkan.
  • Moha, atau Keterikatan, ketika Anda terobsesi oleh dunia dan dengan benda-benda serta hubungan-hubungan duniawi. Anda mengira bahwa hal-hal tersebut nyata, permanen dan tidak akan pernah mengalami perubahan. Anda salah. Karena ketika itu semua berubah, Anda pun menderita.
  • Ahamkar, atau Ego, ketika Anda mengira bahwa Anda saja yang benar dan semua yang lain salah. Ego bisa menciptakan superiority complex dan inferiority complex. Pada kedua kasus tersebut, sesungguhnya Anda ingin tampil beda. Kecenderungan yang sangat konyol, karena sesungguhnya tiap kita unik adanya. Kita tidak harus tampil beda, karena kita memang sudah berbeda satu sama lain. Membesar-besarkan diri dan mengasihani diri sendiri keduanya merupakan produk ego.

 

Waspadalah terhadap kesepuluh musuh yang ada di dalam diri Anda ini. Taklukkan mereka sebelum mereka menaklukkan Anda. Kendalikan mereka, dan buatlah mereka bekerja untuk Anda. Jangan biarkan “diri” Anda dikendalikan oleh mereka.

 

  1. Dasharatha adalah Ayahmu!

Ia memiliki dasha atau “sepuluh” ratha, atau kereta perang di bawah perintahnya. Yang dimaksud di sini adalah kereta-kereta dari indera serta organ-organ indera Anda sebagaimana telah dibahas sebelumnya. Inilah potensi Anda. Anda bisa memerintah mereka. Anda bisa mengendalikan mereka.

Dengan membiarkan diri Anda terkendalikan oleh mereka, maka sesungguhnya Anda tidak menggunakan potensi Anda sama sekali.

Ingatlah, wahai Rama…

 

  1. Kaushalyaa adalah Ibumu!

Dengan melatih kemampuan dan dengan disiplin, sesungguhnya Anda dapat mengendalikan mereka. Itulah makna dari kata Kaushalyaa, melatih diri dan disiplin.

 

  1. Sumitra adalah Ibu Tirimu!

Inilah yang disebut menjadi seorang mitra, seorang “teman” bagi semuanya, dan tidak menjadi musuh bagi siapa pun juga. Namun ketika sudah memasuki wilayah “persahabatan”, hendaknya kita bijaksana! Kita sebaiknya menjaga jarak dengan beberapa orang teman. Jangan membenci mereka, namun jangan juga berintim-intim dengan mereka. Frekuensi Anda tidak cocok dengan frekuensi mereka. Dan Anda semestinya tidak merasa sudah kuat sehingga tidak terpengaruh dan tertarik oleh frekuensi yang lebih rendah.

 

  1. Kaikeyi adalah Ibu Tirimu yang lain!

Kaikeyi ini manis dan lembut, namun “tidak bijak”. Itulah mengapa pembantunya, Manthara, yang bermakna “pikiran yang bergejolak”, dapat mempengaruhinya. Dan mereka berdua membuat sang komandan 10 kereta perang, Dasharata, kehilangan kendali atas kereta-kereta tersebut dan mematuhi apa yang mereka berdua perintahkan.

Demikianlah, ketidak-bijaksanaan dan pikiran yang bergejolak menjadi alasan pengusiranmu ke hutan. Rama, berhati-hatilah tarhadap setiap langkah yang kamu ambil.

Dikutip dari Terjemahan (Krishna, Anand. (2010). The Hanuman Factor, Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Tautan terkait: https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2016/10/01/siapakah-saya-rama-sang-penghuni-sejati-hikmah-kisah-hanuman-dalam-ramayana/

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s