Hidup dalam Penjara Dunia! Berlebih atau Kurang, Hebat atau Biasa Masih Tahanan Juga?

buku-bhagavad-gita-penjara

Kita hidup dalam kurungan?

Penjelasan Bapak Anand Krishna bahwa kita semua hidup dalam kurungan:

“Sementara ini, kita belum pernah hidup bebas. Kita belum kenal kebebasan. Kita hidup dalam kurungan. Dan yang mengurungi kita adalah pikiran. Berlapis-lapis pikiran yang mengurungi kita. Berlapis-lapis pikiran yang mengurungi kita. Ada tiga lapisan utama:

Lapisan Pertama adalah yang kita warisi dari kelahiran sebelum ini. Obsesi-obsesi kita dari masa lalu, keinginan-keinginan yang tidak tercapai dalam masa kelahiran sebelumnya, sehingga kita masih harus lahir kembali.

Lapisan Kedua adalah yang terbentuk dalam kelahiran ini. Keinginan-keinginan dan obsesi-obsesi baru.

Lapisan ketiga adalah yang kita peroleh dari masyarakat. Hukum negara, dogma agama, kode etik yang berlaku dalam kelompok kita semuanya ikut membentuk lapisan yang ketiga ini.

Dan lapisan-lapisan tersebut bagaikan kurungan. Anda hidup dalam kurungan yang berlapis-lapis. Anda belum pernah hidup bebas. Hanya seorang Buddha yang hidup bebas. Hanya dialah yang hidup di luar kurungan. Buddha sedang mengundang anda untuk membebaskan diri dari “kurungan”. Tetapi anda tidak berani. Anda masih ragu-ragu. Anda masih bimbang, “Di dalam kurungan, hidup saya sudah cukup secure. Cukup terjamin. Sudah bisa makan enak. Sudah bisa jalan-jalan ke Mal. Sudah bisa nonton film. Sudah bisa ke diskotik. Di luar sana, semua itu ada nggak? Seorang Yesus sangat persuasive. Seorang Muhammad sangat lembut. Mereka akan memberikan gambaran “surga”. Mereka ingin anda bebas dari kurungan. Dan mereka tahu persis, jika tidak diberikan iming-iming surga, anda tidak akan berani keluar dari kurungan.”

 

Hidup di dunia seperti hidup sebagai tahanan

Selama ini, kita sibuk memperbaiki kondisi dalam sel tahanan. Para napi diberi makanan yang bergizi. Selnya dibuat lebih nyaman. Tetapi, yang namanya tahanan masih tetap tahanan juga. Para Buddha, para Avatar, para Nabi, para Mesias tidak berkepentingan dengan kondisi dalam sel tahanan. Mereka berkepentingan dengan kebebasan para tahanan.

Sri Krsna dalam Bhagavad Gita 14:1 menyampaikan bahwa lepas dari kurungan, keluar dari tahanan, bebas dari alam kebendaan adalah pengetahuan utama, seperti penjelasan berikut:

buku-bhagavad-gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

“Sekali lagi akan Ku-jelaskan pengetahuan ini, pengetahuan utama, yang dengan meraihnya para bijak terbebaskan dari alam kebendaan, dan mencapai kesempurnaan sejati.” Bhagavad Gita 14:1

 

Inilah Raja Pengetahuan. Pengetahuan-pengetahuan lain, ilmu-ilmu lain hanyalah memperbaiki keadaan di dalam penjara alam benda. Sementara, pengetahuan ini membebaskan diri kita dari penjara alam kebendaan.

 

SUNGGUH LUAR BIASA PENJARA ALAM BENDA INI – Alam ilusi ini persis seperti penjara dunia yang kerap disebut Lembaga Pemasyarakatan, LAPAS atau Correction Department – Departemen Koreksi.

Pemasyarakatan dan koreksi yang terjadi di dalam penjara-penjara dunia – acap kali, seringkali membuat para narapidana justru menjadi ahli di bidangnya.

Ada yang sedang mempelajari kitab undang-undang, supaya ‘lain kali’ bisa bermain lebih canggih dan terhindar dari hukuman.

Ada yang membanggakan diri: ‘Aku di sini karena pembunuhan, kamu belum apa-apa! Korupsi, kecil. Penipuan, kecil. Narkoba, ah nggak ada apa-apanya!’

 

BUSINESS AS USUAL – di dalam atau di luar penjara, mereka semua adalah tahanan dan tidak menyadari hal ini.

Para tahanan yang dipekerjakan sebagai ‘pembantu petugas yang resmi’ memiliki ego tersendiri. Salah seorang ‘pembantu’ seperti itu mengatakan, ‘Yang paling membahagiakan bagi saya adalah ketika bos-bos di balik jeruji itu mesti menunggu saya untuk membukakan pintu. Saya bisa berlama-lamaan di W.C. – mereka tunggu. Di luar kan tidak bisa seperti itu. Mau ketemu mereka saja tidak bisa. Di sini – mereka bisa saya permainkan!’

 

SEPERTI INILAH KEBANGGAAN KITA akan keberadaan kita di alam benda. Kepemilikan kendaraan baru, rumah baru, teman atau pendamping baru membuat kita ‘merasa’ bahagia – padahal semuanya itu hanyalah kebahagiaan semu. Sesaat saja.

Tahanan di penjara yang diberi ‘tugas sebagai pemegang kunci’ merasa bahagia seolah dia bisa mempermainkan para ‘bos’ yang menjadi tahanan. Dia lupa bila dirinya sendiri adalah tahanan. Lucu!

Krsna menjelaskan bahwa tahanan adalah tahanan, upayakan kemerdekaan, kebebasan dari penjara alam benda ini! Dan, sesungguhnya kebebasan itu dapat langsung diraih ketika kita sadar bahwa kita bukan badan, bukan pancaindra – tapi Jiwa!

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s