Puasa Navaratri Perayaan bagi Tubuh Pikiran dan Jiwa

buku-soul-awareness-navrati

Puasa saat terjadinya perubahan alam

Kita mengenal puasa yang dilakukan pada saat terjadi perubahan alam yang mempunyai pengaruh yang besar bagi tubuh, pikiran (mind) dan jiwa. Misalnya puasa saat bulan purnama ditambah puasa sehari sebelum dan sesudahnya. Pada saat bulan purnama, air laut mengalami pasang, karena gaya tarik bulan sangat kuat. Demikian pula cairan dalam tubuh kita seperti darah juga mengalami pasang, sehingga tekanan darah ikut naik. Itulah sebabnya pada saat bulan purnama jangan makan durian atau kambing yang menambah tensi tetapi lebih baik berpuasa.

Di Jawa juga dikenal puasa weton, puasa saat kombinasi bulan dan matahari mempengaruhi kelahiran kita, misalnya orang yang lahir Minggu Wage, maka dia puasa setiap Minggu Wage ditambah puasa sehari sebelum dan sesudahnya. Hari Minggu (sun, sunday) adalah nama hari berdasar pembagian kondisi Matahari dan pasaran Wage adalah nama pasaran berdasarkan pembagian kondisi Bulan. Nama hari berdasarkan pembagian kalender sistem matahari, solar dan nama pasaran berdasarkan pembagian kalender sistem bulan, lunar.

Bukan hanya matahari dan bulan, sebenarnya ada 9 “planet astrologi” yang mempengaruhi diri kita.

Puasa Navaratri dilakukan saat perubahan musim dari Musim Gugur ke Musim Dingin di belahan Bumi Utara. Ada yang melakukan juga pada saat perubahan musim dari Musim Semi ke Musim Panas. Hanya saja perayaan yang belakangan kurang begitu terkenal. Untuk tahun ini puasa Navaratri dilakukan mulai tanggal 1 Oktober-9 Oktober 2016. Selama 9 malam (nava ratri) kita mengundang Bunda Ilahi, Shakti dalam wujud, Lakshmi, Durga dan Sarasvati.

 

Puasa tidak makan garam, nasi, sereal, biji-bijian menjaga keseimbangan elemen-elemen alami

“Apa yang terjadi bila kita mengalami ketidakseimbangan elemen-elemen alami, atau bila salah satu elemen menonjol sekali?

“Bila elemen api melebihi kebutuhan kita dan kebutuhan setiap orang berbeda, kita menderita penyakit kama, hawa nafsu yang membara. Kita harus berhati-hati dengan makanan yang mengandung elemen api. Daging, bawang-bawangan dan segala sesuatu yang sangat pedas, manis, asin dan asam.

“Bila elemen angin melebihi kebutuhan kita, muncul penyakit kedua yaitu krodha atau amarah. Latihan Pavanamuktasana dapat membantu kita.

“Bila elemen tanah melebihi kebutuhan kita, muncul penyakit yang ketiga lobha, keserakahan. Lantai di rumah dilapisi karpet atau diganti dengan kayu.

“Cairan dalam diri anda, darah, sperma, sumsum menyebabkan keterikatan. Bahkan air liur dapat menyebabkan keterikatan. Berjemur di bawah matahari pagi akan membantu terjadinya keseimbangan elemen air dalam diri.

“Bila elemen ruang melebihi kebutuhan kita muncullah penyakit ahamkara atau ego, keakuan. Bukan hanya para ilmuwan, para rohaniwan pun bisa kelebihan unsur ini. Karena itu mereka harus lebih banyak berbuat dari pada berbicara.” Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2003). Rahasia Alam Alam Rahasia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Dari penjelasan pada buku (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) disampaikan:

“Sifat Tejas atau Api berasal dari makanan yang mengandung elemen atau unsur api, seperti biji-bijian, serealia yang banyak mengandung karbohidrat, gula/pemanis. Bahkan sayur-mayur pun ada yang lebih banyak mengandung unsur api, misalnya bawang-bawangan dan sebagainya. Jika kita lebih banyak mengonsumsi segala sesuatu yang mengandung tejas jelas unsur api di dalam diri kita akan berlebihan…………

“Buah-buahan segar umumnya mengandung ojas. Namun jika sudah diolah, diawetkan, ditambah lagi dengan cairan gula dan sebagainya, buah yang sama bisa berubah sifat dari ojas menjadi tejas.

“Secara umum, banyak di antara kita yang didominasi oleh Prana. Energi jenis inilah yang menjadi sumber utama bahan bakar untuk menggerakkan tubuh dan sebagainya. Jelas, karena kita memperolehnya setiap saat lewat pernapasan. Lagi-lagi secara umum, yang membedakan sifat energi di dalam diri saya dan sifat energi di dalam diri Anda adalah proporsi tejas dan ojas, atau unsur api dan air, yang ikut memengaruhi persentase prana atau unsur angin/udara. Proporsi Ketiganya Bukanlah Harga Mati. Kita bisa mengatur proporsi mereka dengan mengubah diet kita secara cerdas, dan sesuai dengan kebutuhan kita. Berarti, persentase atau proporsi kandungan setiap unsur energi bisa dikurangi dan ditambah, sesuka dan semau kita. Itu adalah berkah. Itu menunjukkan bahwa sesungguhnya kita bisa mengendalikan hidup kita. Kita bisa menentukan sikap dalam menanggapi sebuah situasi, keadaan, maupun tantangan.”

 

Garam membuat retensi air pada tubuh dan kelebihan elemen air dalam tubuh membuat ketidakseimbangan sehingga keterikatan akan semakin kuat. Puasa garam akan mengurangi keterikatan.

Nasi, sereal membuat kita kebanyakan tejas, unsur api akan berlebihan. Puasa nasi, sereal dan mengkonsumsi buah-buahan mengubah pola makan yang terbiasa kita jalankan.

 

Puasa – Perayaan untuk Tubuh, Pikiran (Mind), dan Jiwa

Puasa memberikan kesempatan pada tubuh dan pikiran (mind) keluar dari pola kebiasaan. Saat kita mengikuti pola tertentu adalah tanda kita sudah disiplin. Akan tetapi disiplin dalam makan juga bisa menjebak kita. Misalnya kita tebelenggu oleh masakan yang banyak garam dan rasa tertentu, dan apabila disediakan makanan yang tidak kita sukai mental-emosional kita menjadi kurang puas.

Indera kita bisa teradiksi, nagih dengan jenis makanan tertentu karena telah menjadi pola yang baku. Orang boleh bilang teradiksi narkoba ataupun rokok mengakibatkan kita menjadi budaknya. Tetapi teradiksi dengan makanan tertentu pun membuat kita menjadi budak juga.

Dari pengalaman saat melakoni puasa Navaratri, di waktu-waktu menjelang sembilan hari makan nasi terasa nagih, dan berbuka puasa nasi terasa sangat lezat. Tubuh kita memang sudah teradiksi dengan nasi.

Puasa memberikan kesempatan pada tubuh dan pikiran untuk keluar dari pola lama yang nampak memanjakan tubuh dan pikiran.

 

Kisah Devi Mahatmyam, Bunda Ilahi sebagai latar belakang Festival Navaratri

Ketiga aspek  Bunda Ilahi dapat dikaitkan dengan tiga sifat dasar makhluk hidup yaitu Satvik, Rajas dan Tamas. Sifat satvik, rajas dan tamas harus dikendalikan dan dilampaui.

Madhu-Kaitabha merupakan wujud kasar dari karakter rendah (asura) manusia, ego palsu yang membuat orang lupa akan jatidirinya. Mempercayai ego palsu termasuk kemalasan untuk berupaya menemukan jatidiri (Sifat Tamas). Madhu Kaithaba muncul kala Kesadaran Vishnu di dalam diri sedang tidur.

Mahishasura adalah simbol dari obsesi (kama, nafsu) asura dalam diri yang bertindak penuh kemarahan (krodha) bila obsesinya tidak tercapai. Apabila obsesi tersebut tercapai justru membuatnya menjadi semakin serakah (lobha). Mahishasura merupakan kejahatan yang bersifat dinamis (Sifat Rajas).

Shumbha dan Nishumbha adalah asura dengan jenis jauh lebih halus, dia adalah raja, sangat kaya, sangat berbudaya, tetapi sangat angkuh. Dia memiliki dominasi atas semua  kebaikan dan ia memiliki seluruh kekayaan dunia. Segala sesuatu yang diinginkan, semua yang terbaik dimiliki oleh dia yang tak terkalahkan dan dia memerintah sejumlah besar panglima. Salah satu panglimanya adalah kejahatan yang disebut Rakthabija yang disamakan dengan karakter jahat yang disebabkan genetik bawaan manusia. Setelah terjadi transformasi dengan mengubah karakter maka kehancuran terakhir dari Shumbha dan Nishumbha baru mungkin terlaksana. Ego yang halus adalah penghalang terakhir hubungan antara manusia dengan Tuhan. Selama masih ada ego masih terjadi dualitas dalam diri.

https://kisahspiritualtaklekangzaman.wordpress.com/2013/10/09/sifat-feminin-energi-dalam-diri-dan-festival-navaratri/

Ketiga sifat manusia yang digambarkan sebagai para asura tersebut semuanya dikalahkan oleh Bunda Ilahi dalam wujud Lakshmi, Sarasvati dan Durga.

Selama 9 hari melakukan puasa Navaratri kita menghormati Bunda Ilahi. Masyarakat telah merayakan festival Navaratri sejak zaman dahulu sebagai penghormatan kepada Bunda Ilahi. Durga, Laksmi dan Sarasvati adalah tiga bentuk shakti, energi yang mewakili tiga jenis potensi dalam diri kita.

Durga memberikan kepada kita energi fisik, mental, dan spiritual; Lakshmi melimpahkan energi pada kita berbagai kesejahteraan, bukan hanya uang, tetapi kekayaan intelektual, kekayaan karakter, dan lain-lain; Sarasvati melimpahkan pada kita energi kecerdasan, kemampuan intelektual dan kekuatan memilah. Selamat berpuasa bagi yang melakukannya.

Ada yang tidak boleh ditinggalkan dalam berpuasa Navaratri, yaitu melakukan good karma, berbuat baik bagi kepentingan umum, dan melakoni sadhana, laku spiritual dengan disiplin. Bunda Ilahi mengasihi mereka yang melakoni hal-hal tersebut.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s