Siapakah Saya? Rama, Sang Penghuni Sejati? Hikmah Kisah Hanuman dalam Ramayana

buku-the-hanuman-factor-rama-sita-laksmana-hanuman

 

Ada beberapa teladan manusia dalam Kisah Ramayana yang dapat kita pilih sebagai idola kita.

Pilihlah Rama, jika Anda bersedia untuk mengambil semua jenis resiko dan tanggung jawab.

Pilihlah Laksmana, jika ingin “perhatian yang tidak bercabang”, hanya mengikuti Rama, tidak tertarik dengan kemegahan dunia.

Pilihlah Sita jika Anda membutuhkan bahu Rama untuk bersandar.

Pilihlah Hanuman jika Anda ingin bermain aman. Anda tidak mungkin salah. Anda tidak mungkin gagal. Karena Hanuman adalah CEO yang paling sukses di ranah spiritualitas, di alam kebatinan.

Demikian diantaranya yang dipetik dari Kisah Hanuman. Dalam 3 Note (Catatan) bersambung ini akan disampaikan kutipan dari terjemahan buku (Krishna, Anand. (2010). The Hanuman Factor, Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

buku-the-hanuman-factor

Cover Buku The Hanuman Factor

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

……………..

Wahai Putra Angin, pengenyah segala halangan, perwujudan dari keberkatan, bersemayamlah di hati ini bersama dengan Rama, Laksmana dan Sita.

Demikian Penulis Bijak Tulsidas berdoa meminta Karakter Hanuman bersemayam dalam hati bersama Karakter Rama, Laksmana dan Sita.

“Pavana Tanaya Sankata Harana, Mangala Murati Roopa. Raama Lakhan Sitaa Sahita, Hridaya Basahu Sura Bhoopa.

Pavana Tanaya—Putra angin; Sankata Harana—Pengenyah halangan-halangan; Mangala—Terberkati; Murati—Perwujudan;  Roopa—Wujud; Raama Lakhana Sitaa Sakita—Bersama dengan Rama, Laksmana Dan Sita; Hridaya—Hati; Basahu—Tinggal/Bersemayam; Sura Bhoopa—Yang terbesar di antara semuanya.

Ini adalah sebuah afirmasi tentang sifat alami yang kita miliki:

  1. Pavan Tanaya: Putra Angin

Pergerakan adalah kehidupan. Kecepatan adalah kehidupan. Kebalikan dari itu adalah kematian. Jika Anda bergerak dengan kematian, dan tidak hanya duduk diam menunggunya, maka Anda akan dapat mengalahkan kematian. Anda akan dapat mengatasi kematian dan memasuki alam kehidupan abadi.

 

  1. Sankata Harana: Pengenyah halangan-halangan

Halangan hanya eksis di dalam pikiran kita. Tidak ada halangan di dalam hidup ini, tidak ada hambatan di dunia ini.

Hidup kita merupakan sesuatu yang berkelanjutan. Kelahiran kita terhubung dengan kematian kita. Masa kecil kita terhubung dengan masa remaja kita, dan masa remaja terhubung dengan usia tua kita. Tidak ada kompartemen kedap air antar usia yang diciptakan oleh alam ini. Pemisahan-pemisahan tersebut adalah buatan kita sendiri.

Seiring bertambah tua diri saya, saya takjub melihat betapa seorang bocah lima tahun masih bermain-main di dalam diri saya, dan keremajaan masih memberontak di dalam hati saya. Saya adalah seorang tua, seorang anak sekaligus seorang pemuda—ketiganya ada di saat yang bersamaan.

Hidup ini luar biasa, demikian juga dunia ini. Kita hidup di dunia yang tidak memiliki batasan-batasan. Batasan-batasan adalah ciptaan kita sendiri. Alam semesta ini tidak memiliki batasan, tidak bernama, tak terukur, dan satu adanya. Nama-nama dibuat oleh kita, yang kemudian menciptakan pemisahan-pemisahan khayali dan ilusif.

Sebuah bintang, sebuah planet, dikenal dengan nama seseorang yang menemukannya—betul-betul lucu! Sebuah hukum alam dinamai dengan nama orang yang menemukannya. Betul-betul menggelikan!

Nama, pembagian, pemisahan serta batasan-batasan adalah penyebab dari semua halangan, hambatan, kesalah-pahaman, konflik dan perang.

Siapa yang dapat mengenyahkan ini semua? Tuhan? Tidak mungkin. Kenapa Tuhan mesti melakukan pekerjaan kotor ini? Kekacauan ini adalah ulah kita sendiri, dan kitalah yang harus membereskannya.

 

  1. Mangala Murati Roopa: Perwujudan Kemuliaan

Dalam ketidak-sadaran kita, kita berupaya mendistorsi bayangan kita. Seperti seorang wanita yang memakai lipstick tanpa menggunakan cermin dan di dalam kegelapan pula. Maka ia pun malah mengacaukan wajahnya sendiri. Dan distorsi tersebut, kekacauan tersebut adalah sesuatu yang sangat luaran, superficial, semu. Segera setelah ada cahaya dan cermin, maka kekacauan tersebut akan langsung bisa dibereskan.

Demikian juga kekacauan yang diakibatkan oleh ketidak-muliaan dalam hidup Anda adalah sesuatu yang superficial, semu semata. Ia tidak berpengaruh pada semangat kemuliaan yang bersinar melalui diri Anda. Anda adalah Perwujudan Kemuliaan; inilah jatidiri Anda. Percayalah, yakinlah, bahwa tidak ada yang dapat membuat Anda tidak mulia. Ketidak-muliaan adalah tidak nyata, khayali, dan ilusif; sedangkan kemuliaan adalah nyata adanya.

 

  1. Raama: Rama, Sang Penghuni Sejati

Selama Anda mengidentikkan diri Anda dengan badan kasat Anda, maka Anda tak akan dapat menghindari siklus kelahiran dan kematian. Anda tidak dapat menghindari sakit penyakit. Anda tak akan dapat membebaskan diri dari belenggu dualitas, suka dan duka, panas dan dingin, dan seterusnya.

Bagaimana kita mengumumkan kematian orang yang kita cintai? Dia telah pergi. Dia telah meninggalkan kita. Kemana dia pergi? Bagaimana dia meninggalkan kita? Badan kasatnya masih ada tepat di depan kita. Kita masih bisa menyentuh dan merasakannya.

“Tapi sudah tidak ada kehidupan lagi padanya,” apakah kita memahami pernyataan ini?

Ya, badan kasat tersebut sudah tidak memuat kehidupan lagi, sudah tidak bernyawa lagi. Namun, kehidupan terus berlangsung. Kehidupan meliputi kita semua. Jasad yang tak bernyawa tersebut pun juga terliputi di dalam dan oleh kehidupan, sebagaimana kita, “yang masih hidup ini”.

Saya menganggap tubuh ini sebagai sebuah kamar hotel. Saya tinggal di dalam kamar hotel ini selama kurun waktu tertentu. Ketika waktu saya habis, maka saya meninggalkan kamar hotel ini. Pertanyaannya adalah: siapakah saya ini sebenarnya?

Saya adalah Rama, Sang Penghuni Sejati.

Saya menghuni tubuh ini dalam waktu yang sudah ditentukan bagi saya. Saya membawa voucher hotel yang membatasi waktu tinggal saya di kamar hotel ini. Saya tidak bisa tinggal di hotel ini melewati masa tertera dalam voucher tersebut.

Ketika saya meninggalkan kamar ini, kamar ini mungkin menganggap saya mati. Ia mungkin tidak bertemu dengan saya lagi. Saya mungkin tidak akan tinggal di kamar hotel yang sama lagi. Tetapi, apakah saya mati?

Manajemen hotel dan para staff bisa saja menyampaikan ucapan selamat tinggal kepada saya, tetapi kemanakah sebenarnya saya pergi? Saya hanya check out saja dari hotel tersebut. Saya masih ada di sekitar hotel tersebut. Saya mungkin akan mendapatkan voucher untuk menginap di hotel lain. Atau saya mungkin mencoba untuk memesan kamar di hotel yang sama. Saya mungkin datang kembali untuk menyapa Anda lagi. Kemana saya dapat pergi?

Jika tidak di kota ini, maka di kota lain—jika tidak di planet ini, maka di planet lain—saya tetap ada. Saya telah ada dalam keabadian. Dan saya tidak melihat kemungkinan bagi saya untuk berhenti ada.

Proses evolusi terus berlanjut; saya telah mengupgrade diri saya dari sebuah hotel tak berbintang menjadi hotel berbintang dan mewah. Ya, kamar hotel tetaplah kamar hotel. Waktu tinggal saya di sini, dalam kehidupan kali ini, mungkin singkat—sesingkat waktu tinggal saya yang sebelum-sebelumnya. Hotel ini bukan milik saya. Saya hanya seorang tamu di sini.

Dikutip dari Terjemahan (Krishna, Anand. (2010). The Hanuman Factor, Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

One thought on “Siapakah Saya? Rama, Sang Penghuni Sejati? Hikmah Kisah Hanuman dalam Ramayana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s