Cara Menenangkan Pikiran dan Bahkan Melampauinya dengan Zikir, Mantra

buku-soul-awareness-membaca-mantra

Zikir/mantra adalah antidote terhadap pikiran

Pikiran mesti disuruh bersujud, sebanyak kali mungkin, selalu. Supaya ia sibuk dan tidak berkutik. Berilah dia pekerjaan tetap yang menyita seluruh waktunya, zikir, zakat,ziarah.  Ingat 3 “z” ini. Itulah puasa-pikiran…… Kemudian barulah rasa terdalam dapat  mendengar suara Allah, dan hati tergerak untuk menerapkan Perintah-Nya dalam keseharian hidup. Apa arti zikir, zakat, ziarah? Ini adalah TriTunggal antidote terhadap pikiran. Dikutip dari Catatan Bapak Anand Krishna tentang Interfaith.

Bhajan adalah zikir yang dinyanyikan, dilagukan, dan merupakan bagian dari ishvara-pranidhana, berserah diri, berlindung pada Ia Hyang bersemayam di dalam diri, sekaligus meliputi semesta. Dikutip dari Catatan Bapak Anand Krishna tentang Interfaith.

 

Mantra/zikir memberi pekerjaan pada otak bahkan mengembangkannya

Ketika mengucapkan kata dengan bahasa Sanskerta, setiap huruf dalam bahasa Sanskerta terhubung dengan frekuensi yang lebih tinggi. Ke otak, kata tersebut terhubung dengan beberapa bagian dari otak kita. Setiap huruf tertentu merangsang bagian tertentu dari otak kita. Setiap kata yang diucapkan dalam mulut kita dengan totalitas, otak kita dirangsang dan saat otak dirangsang maka seluruh tubuh juga dirangsang. Untuk membaca mantra tidak perlu belajar Sanskerta, cukup membaca mantra dasar misalnya gayatri mantra. Sumber: terjemahan bebas dari conversation Anand Krishna and Kali Ma in meditation, Spreaker

 

Otak kita penuh memori dari masa lalu. Satu saja pikiran muncul, mengait dengan pikiran lain, dan makin lama makin banyak pikiran yang muncul sehingga pikiran kita menjadi sangat liar. Dalam kutipan buku Soul Awareness berikut dijelaskan bahwa dari gudang memori masa lalu untuk muncul ke permukaan memerlukan energi pendorong. Energi pendorong ini perlu dibuat bercabang, agar pikiran masa lalu tidak banyak muncul. Syukur bila cabang yang baru (misalnya dengan membaca zikir/mantra) menjadi cabang utama sehingga energipendorong untuk memunculkan pikiran (dari masa lalu) habis dan pikiran mundur teratur…….

Setelah penjelasan tentang bagaimana cara pikiran dibuat mundur teratur, diberikan tambahan uraian mengapa kalimat mantra yang sudah terucap jutaan bahkan milyaran kali memiliki kekuatan yang luar biasa……

buku-soul-awareness

Cover Buku Soul Awareness

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Sahabat: Sulit sekali Pak, melampaui pikiran ini, Soalnya segudang memori dari masa lalu, ada saja yang muncul lagi, muncul lagi. Bagaimana deal with those memories, Pak? Karena satu memori mengantar pada memori lain, lalu memori yang lain lagi, lain lagi….. begitu terus. Puyeng Pak.

AK: Setiap pikiran, perasaan, termasuk memori masa lalu yang muncul ke permukaan, membutuhkan energi pendorong.

Sebetulnya tidak perlu merasa terganggu. Biarkan saja, saksikan tanpa melibatkan diri. Berarti, tidak memberikan label apa pun kepada pikiran, perasaan, atau memori yang muncul. Muncul, ya muncul. Sebentar lagi juga berlalu.

Namun, kalau merasa sangat terganggu—hanya kalau merasa sangat terganggu—, coba ciptakan cabang bagi energi pendorongnya. Gunakan energi cabang yang baru diciptakan itu.

Bagaimana menciptakan cabang?

Salah satu cara yang paling mudah adalah melihat gambar, Iukisan, patung, atau apa saja yang terkait dengan spiritual. That is, jika Anda berada di rumah, dan tidak punya beban mental/emosional yang tercipta oleh pemahaman keliru tentang “benda-benda” tersebut. That is, jika Anda menganggapnya sebagai tools, alat untuk laku spiritual. Jadi, Anda tidak terjebak dalam hal berhala-memberhalakan.

Alat-alat seperti itu disebut yantra.

Tidak hanya berbentuk patung atau Iukisan, dalam tradisi spiritual yang bersumber pada mistisisme timur kuno, yantra lebih banyak berbentuk sacred geometry, bahkan aksara, kaligrafi, dan sebagainya.

Cara kedua: Mudra, gerakan-gerakan tangan dan jari yang juga bermanfaat bagi kesehatan badan, pikiran, dan perasaan.

Ini adalah ilmu tersendiri.

Dalam kesempatan lain akan kita bahas secara lebih detail sebab banyak buku yang membahasnya dari satu sisi saja, yaitu sisi yang terkait dengan yoga asana, yoga sebagai gerakan badan. Unsur spiritualnya tidak banyak dibahas.

Cara ketiga: Mantra atau manasa yantra, alat untuk mengendalikan gugusan pikiran serta perasaan. Mantra juga membebaskan kita dari keterikatan, termasuk dari memori-memori masa Ialu.

Berdasarkan pengalaman saya, lebih banyak orang terbantukan oleh mantra. Maka, hampir semua kepercayaan menganjurkannya—walau dengan sebutan, cara, dan tentu ucapan yang berbeda.

Sebab, energi yang dibutuhkan untuk mengucapkan mantra jauh lebih banyak daripada apa yang dibutuhkan untuk melihat yantra dan melakoni mudra. Meski diucapkan dalam hati, tetap saja butuh lebih banyak energi daripada dua cara sebelumnya. Apalagi jika sambil merenungkan makna dari apa yang diucapkan, yang adalah bagian penting dari mantra sadhana—laku mantra.

Jika Anda tidak memiliki seorang pemandu yang dapat memandu Anda dalam memilih mantra yang paling cocok bagi Anda, gunakan saja salah satu yang bersifat universal, sebagaimana sudah sering dibahas (telah diulas juga dalam dua teks terpenting yoga yang diterbitkan beberapa waktu lalu:  Bhagavad Gita bagi Orang Modern dan Yoga Sutra Patanjali bagi Orang Modern, Gramedia Pustaka Utama, 2015).

Jika Anda alergi terhadap mantra, sebab menyalahkaitkannya dengan jampi-jampi, silakan menciptakan mantra sendiri. Sebuah afirmasi seperti “Aku Tenang”, “Aku Bahagia”, dan sebagainya adalah mantra juga. Anda bisa menggunakannya sebagai manasa yantra, alat untuk mengendalikan gugusan pikiran dan perasaan.

Dengan mengucapkan mantra pilihan Anda berulang-ulang, energi pendorong akan bercabang. Justru pengucapan mantra berulang-ulang itu menjadi cabang utama. Demikian, memori-memori masa lalu akan kekurangan energi, hingga akhirnya mundur teratur.

 

Sahabat: Mundur berarti hilang?

AK: Observasi yang bagus.

Tidak, mundur tidak berarti hilang. Mundur hanya berarti mundur. Memori-memori tersebut mengendap kembali.

Karena itu, seperti yang sudah kita bahas sebelumnya: Tidak perlu merasa terganggu. Saksikan tanpa melibatkan diri, tanpa memberikan label apa pun kepada pikiran, perasaan, atau memori yang muncul. Muncul, ya muncul. Sebentar juga berlalu.

Bagi mereka yang sudah meditatif mereka yang sense of discretion atau viveka-nya sudah muncul dan berkembang (baca juga Neo Spiritual Hypnotherapy diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama); mereka yang sudah mampu memilah apa yang mulia, baik, tepat—dalam pengertian apa yang conducive, apa yang menunjang evolusi diri, dan apa yang tidak—, munculnya memori-memori seperti itu justru menjadi bagian dari cleansing process atau pembersihan diri.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Tambahan Uraian Mengapa kalimat mantra yang sudah terucap jutaan bahkan milyaran kali memiliki kekuatan yang luar biasa:

Dalam setiap tradisi kita mengenal ritual Zikir, ada yang menyebutnya Japa atau “pengulangan”, ada pula yang menyebutnya Simran atau “mengingat”. Mengucapkan atau mengingat sebuah kata berulang-ulang dalam hati, efeknya hampir sama. Bahkan, sesuatu (kata atau kalimat) yang kita ucapkan dalam hati, tanpa suara, memperoleh kekuatan yang lebih dahsyat, karena tidak ada pemborosan lewat suara. Sebab itu, dalam tradisi zikir, ada yang disebut Qalbi Zikir, zikir dalam hati, mengulangi dalam hati.

Dalam tradisi Japa bahkan ada yang disebut Likhit Japa, atau menulis berulang-ulang. Efeknya hampir sama dengan Japa atau Zikir dalam hati.

Sebuah kata atau kalimat yang sudah terucap jutaan bahkan milyaran kali, memiliki kekuatan yang luar biasa, dan menjadi sebuah simbol yang sangat ampuh – bila Anda percaya!

Ya, karena kepercayaan diri anda bekerja sebagai Radio Penerima Siaran. Kata atau kalimat yang Anda ucapkan adalah Siaran. Tapi, sejernih apapun siaran bila Anda tidak berada pada gelombang yang sama, maka Anda tidak dapat mendengarnya. Kepercayaan anda pada sebuah kata atau kalimat yang Anda gunakan untuk Zikir, Japa atau Simran, menentukan hasil yang Anda peroleh. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2005). Fengshui Awareness Rahasia Ilmu Kuno bagi  Manusia Modern. One Earth Media)

 

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s