Menjadi Tangguh atau Pengecut Berbeda Sifat Energinya? Makanan dan Lingkungan Berpengaruh?

 

buku-soul-awareness-musa-yang-tangguh

Gandhi pernah berkata: “Saya tidak lebih baik dari manusia lain…” Seorang avatar—utusan atau Hyang Mewujud—tetaplah berdarah dan berdaging, layaknya manusia biasa. Seorang Mesias pun lahir dari rahim seorang ibu. Para rasul, nabi, wali—siapa pun—masih bisa jatuh sakit seperti kita. Seorang Buddha pun masih bisa diracuni.

Kendati demikian, kita mesti jujur dengan diri kita sendiri. Ada yang membedakan mereka dari kita. Walau sama-sama manusia, lain seorang Gandhi, lain pula diri kita. Lain Yesus, lain saya. Lain Buddha, lain Anda. Lain Muhammad, lain ia. Hmm, lantas apa yang berbeda? Apa yang membuat kita lain? Para pujangga menjawab: “Sifat Energi atau Psyche, Psike. Lain sifat energi mereka, lain pula sifat energi kita….” Tak heran jika Saintis di dalam diri kita bingung, “Sifat Energi? Bukankah energi itu satu, sama? Tak ada dua jenis energi.”…….. Sains belum cukup memahami seluk-beluk energi……..

Demikian kutipan dari Pengantar buku Soul Awareness……..

Berikut ini penjelasan tentang mengapa seseorang lebih tangguh dibandingkan dengan yang lain:

buku-soul-awareness

Cover Buku Soul Awareness

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Umumnya, Pusat Energi di dalam Diri Kita berada sedikit di atas alat kelamin, di atas organ seksual. Di Pusat itu, energi kita berbentuk cairan.

Ketika cairan berlebih, muncul hasrat, keinginan untuk mengeluarkannya. Dalam diri scorang pria, ia keluar sebagai sperma. Dalam diri seorang wanita, ia menjadi telur.

Energi yang sedang mengalir ke bawah ini disebut Virya atau “Kekuatan”, hanya “Energi”. Maksudnya, ini adalah bersifat umum—energi dasar, basic.

Sebab itu, jika seorang pahlawan, seorang hero disebut Vira atau “Wira”, impIikasinya biase-biasa saja. Memang setiap orang, setiap insan diharapkan menjadi seorang wira, seorang pahlawan yang mampu menghadapi segala tantangan dalam hidupnya.

Setiap orang, semestinya, adalah tangguh.

Setiap orang, semestinya, dapat menyelesaikan segala persoalan hidup dengan kekuatannya sendiri. Setiap orang memiliki virya, kekuatan dasar yang sama.

 

Lalu, Apa yang Menyebabkan Seseorang Lebih Tangguh dibandingkan dengan yang lain? Ada yang chicken, atau, bahkan pigeon-hearted—sama sekali tidak bernyali. Ada yang bernyali baja.

Ada yang tidak gentar menghadapi berbagai tantangan dalam hidup; ada yang baru ditantang saja sudah mengendur. Kenapa demikian?

Hal tersebut disebabkan oleh:

 

Pertama, Sifat Virya yang Merupakan Tritunggal. Seperti atom yang terdiri atas proton, neutron, dan elektron, energi atau virya di dalam diri setiap orang pun memiliki tiga sifat utama, yang salah satu atau dua di antaranya bisa lebih dominan.

Nah, dominasi salah satu atau dua jenis, salah satu atau dua sifat ini, ikut mewarnai cara kita berpikir, berucap, dan bertindak dalam keseharian hidup kita. Termasuk, cara kita berinteraksi dengan orang lain, dengan masyarakat.

Ketiga sifat utama energi ini tergantung pada makanan kita. Berarti, jenis makanan kita menentukan sifat dasar energi di dalam diri kita.

 

Sifat Tejas atau Api berasal dari makanan yang mengandung elemen atau unsur api, seperti biji-bijian, serealia yang banyak mengandung karbohidrat, gula/pemanis. Bahkan sayur-mayur pun ada yang lebih banyak mengandung unsur api, misalnya bawang-bawangan dan sebagainya.

Jika kita lebih banyak mengonsumsi segala sesuatu yang mengandung tejas jelas unsur api di dalam diri kita akan berlebihan. Setidaknya, lebih banyak dari unsur-unsur lain yang akan kita bahas berikut.

 

Sifat Ojas atau Air berasal dari segala jenis makanan yang banyak mengandung unsur air, seperti Iabu-labuan, kangkung, daun selada, dan sebagainya.

Dalam hal ini, ada juga sayur yang mengandung unsur api dan air dalarn proporsi yang hampir sama kuat, misalnya bayam. Kandungan zat besi dalam bayam mengandung unsur api, sementara klorofil dan lainnya mengandung unsur air.

Lain lagi dengan bayam merah, yang zat besinya lebih dominan. Berarti, unsur api Iebih signifikan daripada unsur air.

Buah-buahan segar umumnya mengandung ojas. Namun jika sudah diolah, diawetkan, ditarnbah lagi dengan cairan gula dan sebagainya, buah yang sama bisa berubah sifat dari ojas menjadi tejas.

Jangankan buah-buahan dalam kaleng, buah yang diolah secara tradisional menjadi manisan dan asinan pun sifatnya sudah berubah.

 

Terakhir adalah_Sifat Prana atau Angin. Prana tidak hanya diperoleh dari udara atau angin, atau lewat pernapasan saja. Prana juga diperoleh dari makanan, misalnya sayur kol, lobak, dan sebagainya yang banyak mengandung prana atau unsur angin/udara.

Secara umum, banyak di antara kita yang didominasi oleh Prana. Energi jenis inilah yang menjadi sumber utama bahan bakar untuk menggerakkan tubuh dan sebagainya. Jelas, karena kita memperolehnya setiap saat lewat pernapasan. Lagi-lagi secara umum, yang membedakan sifat energi di dalam diri saya dan sifat energi di dalam diri Anda adalah proporsi tejas dan ojas, atau unsur api dan air, yang ikut memengaruhi persentase prana atau unsur angin/udara.

 

Proporsi Ketiganya Bukanlah Harga Mati. Kita bisa mengatur proporsi mereka dengan mengubah diet kita secara cerdas, dan sesuai dengan kebutuhan kita.

Berarti, persentase atau proporsi kandungan setiap unsur energi bisa dikurangi dan ditambah, sesuka dan semau kita. Itu adalah berkah. Itu menunjukkan bahwa sesungguhnya kita bisa mengendalikan hidup kita. Kita bisa menentukan sikap dalam menanggapi sebuah situasi, keadaan, maupun tantangan.

 

Nah, Sains Belum Bisa Membedakan ketiga sifat tersebut. Energi yang diperoleh dari air, api, dan udara, semua diterjemahkan sebagai bioelektrik—dalam hal penggunaannya sebagai listrik, ia memang sama.

Energi yang diperoleh dari perut bumi—entah dalam bentuk minyak, gas, atau apa pun—dan matahari, semua telah berhasil diubah menjadi listrik untuk menerangi perumahan, perkantoran, dan perindustrian kita. Peralatan elektronik kita, dari yang paling scderhana hingga komputer super paling rumit, semua membutuhkan listrik.

Lalu, apakah sifat listrik yang kita peroleh itu sama semua? Tidak. Walau sains belum mengarah ke sana.

 

Sifat Energi dalam Kolam, tempat Ikan “Insan” berada, sama penting dengan energi di dalam dirinya. Ikan-ikan pun tidak bisa bertahan hidup dalam kolam, yang walau penuh, tercemari oleh bahan kimia yang tidak menunjang kehidupan.

Kita rnesti berhati-hati,jenis energi apa yang sedang kita gunakan. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan dan keperluan kita? Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pula dengan sifat energi di sekitar kita.

 

Energi yang Kita Peroleh dari Perut Bumi Selama Ini—berupa minyak, gas, dan sebagainya—telah membuat kita sangat materialistis. Karena di dalam energi itu unsur “materi tanah” memang dominan. Sehingga, secara intuitif, minyak awal yang diperoleh dari bumi, disebut Minyak Tanah.

 

Energi yang Paling Cocok untuk Manusia adalah dari angin, udara, dan matahari. Bukan dari bumi, bukan pula berupa geotermal atau panas bumi—yang sering disebut sebagai energi yang paling ramah lingkungan.

Ramah ljngkungan dari sudut pandang mana? Ramah lingkungan di luar diri belum tentu ramah lingkungan di dalam diri.

Sayang, beribu-ribu kali sayang, kita belum sepenuhnya memanfaatkan energi yang berasal dari matahari dan angin. Padahal keduanya itulah yang paling banyak kita miliki. Tak akan habis selama planet bnmi masih eksis. Di atas segalanya, juga selaras dengan kebutuhan kita untuk rnenjadi dinamis, sekaligus tenang, tidak gegabah, tidak reckless.

Saya tidak akan berkomentar banyak tentang energi yang diperoleh dari nuklir karena prosesnya penuh manipulasi yang tidak alami. Intervensi yang kita lakukan sudah pasti membawa konsekuensi. Silakan mempelajari sendiri, apa jadinya ketika reaktor nuklir mengalami sedikit saja kebocoran. Apalagi jika terjadi kecelakaan entah karena kesalahan manusia, teknis, atau yang disebabkan oleh bencana alam!

 

Energi dari Minyak Dimanfaatkan oleh Roh-Roh yang tidak berbadan dengan cara menghirupnya. Dari situ mereka memperoleh “materi” tanah yang dibutuhkan untuk bertahan “hidup” sebagai roh gentayangan.

Apakah keadaan tersebut ideal?

Jelas tidak juga. Untuk apa tetap gentayangan? Lebih baik melanjutkan perjalanan—hal ini pula yang akan kita bahas dalam bagian lain buku ini.

Namun jika yang bersangkutan masih mau bergentayangan, apa boleh buat? Itu adalah pilihan mareka. Untuk itu mereka membutuhkan energi atau materi tanah. Itulah sumber energi yang tepat bagi mereka, yang selaras dan sesuai dengan kebutuhan serta pilihan mereka.

 

Sebaliknya, dengan Memanfaatkan Energi dari Perut Bumi, kita kelebihan unsur tanah, kelebihan kesadaran materi. Kita menjadi materialistis.

Pembangunan tanpa arah, perkembangan sains, dan kemajuan teknologi yang justru mengorbankan kemanusiaan, semua terjadi en masse, secara massal, sejak kita memanfaatkan energi dari perut bumi.

Silakan baca lebih lengkap pada buku Soul Awareness hal 3-10.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s