Sembuhkan Luka Batin Sebelum Ajal Menjemput!

buku bhagavad gita candi prambanan

Badan dan indra selalu menagih pengulangan atas rangsangan-rangsangan yang dinikmatinya, sehingga Jiwa Individu pun terjebak dalam kejar-mengejar. Ia menjadi budak badan dan indra. Ia menjadi pelayan mereka. Demikian, jika tuntutan-tuntutan indra tidak terpenuhi, masih terasa — umumnya selalu demikian — maka setelah meninggalkan badan yang sudah tidak berguna, rusak, mati, Jiwa mencari badan Iain, seperangkat indra lain untuk memenuhi hasratnya untuk mengalami pengalaman-pengalaman yang sama. Sesuai dengan pengalaman yang dikehendakinya, Jiwa memilih rahim seorang perempuan yang sesuai dengan hasrat yang dimilikinya.” Penjelasan Bhagavad Gita 13:21 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

 

Luka fisik membutuhkan waktu dan perhatian guna mencapai kesembuhan

Namanya saja orang sudah tua, usia sudah di atas 62 tahun sehingga kadang-kadang bekerja tidak fokus atau salah estimasi. Pada suatu hari saat memotong kayu untuk keperluan agnihotra, kuku jempol tangan kiri terkena sabit. Dokter melakukan pengobatan dengan mencabut kuku jempol dan menjahit  bekas luka dengan 3 jahitan.

Luka dibungkus perban dan setiap 3 hari sekali kontrol ganti perban, diberi obat penghilang rasa sakit dan antibiotik serta tidak boleh kena air. Cukup repot, karena tugas sehari-hari adalah mencuci. Tumpukan pakaian biasa bolehlah pakai mesin cuci, akan tetapi pakaian dalam dan pakaian yang halus tetap dicuci pakai tangan. Mandi pun cukup repot, satu tangan harus di atas dan pakai shower.

Okelah cukup waspada terhadap air, akan tetapi tangan selalu dipergunakan setiap saat. Pernah pada saat ganti persneling mobil jempol terantuk yang akhirnya memperlama penyembuhan. Setelah 10 hari perban di lepas. Tetap harus tetap waspada karena diperkirakan perlu waktu 3 bulan sampai kuku tumbuh kembali seperti semula.

 

Bagaimana dengan luka batin?

Luka fisik memerlukan waktu dan perhatian untuk sembuh, bagaimana dengan luka batin? Saya merenungkan kisah bagaimana Bambang Ekalaya (versi Jawa komik R.A. Kosasih), Eklavya (versi aslinya) yang diminta memotong jempolnya oleh Drona, karena telah belajar tanpa sepengetahuan Drona. Rasa sakit hati, luka batin tersebut mungkin masih terbawa saat dia perang melawan Pandawa di Bharatayuda. Setiap melihat jempolnya yang terpotong dia mungkin masih teringat peristiwa tersebut, bahkan mungkin masih terbawa saat di menghadapi ajalnya.

Tidak harus luka fisik menjadi luka batin. Salah satu murid Bodhidharma, Shen Guang memotong lengan kirinya, dengan penuh kesungguhan dan akhirnya diterima menjadi murid Sang Suhu. Luka fisik bisa juga menjadi pemberi semangat menuju cita-cita.

Mengapa kita mengalami luka batin? Karena kita ingin segala sesuatu berjalan seperti harapan kita dan yang terjadi ternyata justru menyakitkan diri kita. Orang yang kita hormati dan cintai justru menyakiti kita. Mengapa sakit hati? Karena dalam hati kita berkeinginan orang tersebut berbuat kepada kita seperti apa yang kita perbuat terhadapnya.

“Badan dan indra selalu menagih pengulangan atas rangsangan-rangsangan yang dinikmatinya, sehingga Jiwa Individu pun terjebak dalam kejar-mengejar. Ia menjadi budak badan dan indra. Ia menjadi pelayan mereka. Demikian, jika tuntutan-tuntutan indra tidak terpenuhi, masih terasa — umumnya selalu demikian — maka setelah meninggalkan badan yang sudah tidak berguna, rusak, mati, Jiwa mencari badan Iain, seperangkat indra lain untuk memenuhi hasratnya untuk mengalami pengalaman-pengalaman yang sama. Sesuai dengan pengalaman yang dikehendakinya, Jiwa memilih rahim seorang perempuan yang sesuai dengan hasrat yang dimilikinya.” Penjelasan Bhagavad Gita 13:21

Luka batin yang tidak tersembuhkan saat ajal tiba, akan dibawa ke kelahiran baru. Jadi sebaiknya kita menerima apa pun yang terjadi, agar tidak membawa luka batin ke kehidupan selanjutnya? Misalkan kita kecewa dengan pasangan kita, maka di kehidupan yang berikutnya kita ingin memperoleh pasangan tanpa kelemahan seperti yang dimiliki pasangan kita. Atau kita malah ingin membalas tindakan menyakitkan yang pernah dilakukannya……

 

Tidak gampang mengalahkan keinginan

buku bhagavad gita candi durga mahisasuramardini

Dikisahkan tentang Mahisasura yang menguasai tiga alam. Para dewa dan para ksatria mencoba menaklukkan Asura yang berkepala kerbau tersebut. Akan tetapi setiap kepala asura tersebut terpenggal, muncul kepala lain, seperti kepala gajah, kepala harimau, pokoknya setiap kepala dipotong, akan tumbuh kepala baru, sehingga dia tidak pernah mati. Sulit sekali ditaklukkan.

Mahisasura adalah lambang dari obsesi, keinginan (kama, nafsu) dan kemarahan (krodha). Kama dan krodha lebih tangguh daripada musuh yang terlihat mata. Mahisasura selalu berubah wujud, seperti keinginan yang berubah wujud dan berkembang biak sangat cepat. Jika kita memenggalnya sebagai kerbau dia akan mewujud sebagai gajah. Bila kita membunuh sebagai gajah dia akan mengambil bentuk yang lain, sehingga manusia sulit mengalahkannya. Energi kita akan habis untuk melawannya. Keinginan satu dipotong akan berubah wujud menjadi keinginan lainnya. Kecuali kita dapat memotong sampai ke akar-akarnya, ke sumbernya, atau menaklukkan esensinya. Keinginan adalah bukan wujud luar dari tindakan tetapi adalah kecenderungan yang dalam. Bahkan seseorang yang nampaknya tidak bertindak apa-apa bisa saja menyimpan keinginan yang dalam. Kekotoran dari kama dan krodha  dapat dihapus dengan karma yoga, melayani tanpa kepentingan pribadi, selfless service. Kama dan krodha dapat dihapus oleh upasana, kedekatan dengan Yang Maha Kuasa.

Dikisahkan yang dapat menaklukkan Mahisasura adalah Bunda Ilahi, Durga Mahisamardini seperti gambaran, ikon yang berada pada Candi Prambanan (Para Brahman). Sang Dewi menaklukkan Mahisa sura yang berada di bawah kakinya. Pada akhirnya hanyalah Dia yang dapat membantu kita menaklukkan keinginan.

 

Jadilah Bhakta Yang “Nrimo”

Bagaimana ciri-ciri seorang Bhakta? Bagaimana mengenalinya? Gampang…… Bhagavad Gita menjelaskan bahwa dalam keadaan suka maupun duka – ia tetap sama. Ketenangannya kebahagiaannya, keceriaannya – tidak terganggu. Ia bebas dari rasa takut. la tidak akan menutup-nutupi Kebenaran. la akan mengungkapkannya demi Kebenaran itu sendiri. la menerima setiap tantangan hidup….. la bersikap “nrimo” – nrimo yang dinamis, tidak pasif, tidak statis. Pun tidak pesimis. Menerima, bukan karena merasa tidak berdaya; ikhlas, bukan karena memang dia tidak dapat berbuat sesuatu, tetapi karena ia memahami kinerja alam. Ia menerima kehendak Ilahi sebagaimana Isa menerimanya diatas kayu salib. Ia berserah diri pada Kehendak Ilahi, sebagaimana Muhammad memaknai Islam sebagai penyerahan diri pada-Nya…….

Banyak yang berprasangka bahwa sikap “nrimo” membuat orang menjadi malas. Sama sekali tidak. Sikap itu justru menyuntiki manusia dengan semangat, dengan energi. Terimalah setiap tantangan, dan hadapilah! Seorang Bhakta selalu penuh semangat. Badan boleh dalam keadaan sakit dan tidak berdaya – jiwanya tak pernah berhenti berkarya. la akan tetap membakar semangat setiap orang yang mendekatinya……..” dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2007). Vedaanta, Harapan Bagi Masa Depan. Pustaka Bali Post)

 

Mari kita berupaya menyelesaikan keinginan selagi masih hidup. Ajal tidak menghentikan keinginan. Kita akan mencari tubuh baru, lahir lagi untuk menyelesaiakan keinginan yang belum selesai. Luka batin kita upayakan sembuh selagi masih hidup.  Untuk menaklukkan keinginan kita perlu bantuan Bunda Ilahi, Bunda Gayatri, Ibu Alam Semesta.  Kita juga belajar hidup nrimo, nrimo yang dinamis, yang menerima setiap tantangan dan menghadapinya.

Advertisements

One thought on “Sembuhkan Luka Batin Sebelum Ajal Menjemput!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s