Nafsu Pria Bisa Bangkit Kapan Saja, Jangan Salahkan Pemicu Di Luar! Sumbernya dalam Diri!

buku bhaja govindam priyanka

“Seperti halnya semangat, kehendak, keinginan, kemauan, keberanian; gairah pun tidak datang dari luar. Ia berasal dari dalam diri kita sendiri. Segala sesuatu di luar—entah itu apel, wanita, pria, kedudukan, kekayaan, atau apa saja—menjadi ‘pemicu’ ketika kita membuka diri untuk ‘terpicu.’ Jika kita menolak dan tak mau terpicu, maka apel tidak berubah menjadi apa pun.”

“Nasihat Sri Ramakrishna Paramhansa, berhati-hatilah terhadap segala sesuatu yang ‘menggairahkan’ (kaamini) dan ‘menyilaukan’ (kanchan), mesti dipahami secara bijak. Segala sesuatu yang memicu kegairahan di dalam diri saya adalah kaamini bagi saya. Dan segala sesuatu yang membuat saya menjadi angkuh, arogan, sombong adalah kanchan bagi saya.” Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2012). Sanyas Dharma Mastering the Art of Science of Discipleship Sebuah Panduan bagi Penggiat Dan Perkumpulan Spiritual. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Berikut ini penjelasan tentang “yang menggairahkan” dan “yang menyilaukan” pada buku Bhaja Govindam:

Cover Buku Bhaja Govindam

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

“Naaree Sthanabhara Nabheedesham, Drishtvaa Maa Gaa Mohaawesham, Etan Maamsavasaadi Vikaaram, Manasi Vichintaya Vaaram Vaaram, (Bhaja Govindam Bhaja Govindam)”

“Melihat payudara dan pusar seorang perempuan cantik, janganlah engkau tergiur dan terbawa nafsu; semuanya hanya permainan daging dan lemak, ingatlah selalu hal itu…” Bhaja Govindam 3

 

Jangan lupa bahwa Shankara sedang bicara dengan para murid. Lebih spesifik lagi, dengan para renunciate, para petapa, para biarawan—dengan mereka yang telah meninggalkan rumah dan keluarga untuk sesuatu yang mereka anggap lebih berharga. Dan, pada saat Bhaja Govindam ini dinyanyikan, yang hadir kebetulan “kaum pria”. It was an all men affair. Oleh karena itu bait ini memang ditujukan bagi mereka.

Ada yang menuduh Shankara bersikap diskriminatif. Dia “menjelek-jelekkan” kaum hawa. Tidak sama sekali. Mereka yang memiliki pandangan seperti itu perlu membaca karya-karya Shankara yang lain, seperti Saundarya Lahiri, di mana Shankara memuji dan mengagungkan kelembutan wanita.

Shankara tidak menjelekkan wanita. Dia tidak antiperempuan. Yang dia kritik justru nafsu pria yang bisa bangkit kapan saja, di mana saja. Melihat pusar saja bisa tergiur. Shankara tidak pula menyalahkan wanita sebagai penggoda atau pembangkit nafsu dalam diri pria. Sebab itu, Shankara juga tidak merasa perlu memberi petunjuk khusus tentang cara berpakaian bagi wanita.

Sampai hari ini pun bila seorang wanita India memakai sari (kain tradisional), pusarnya tetap terlihat. Yang merasa tergoda, silakan tidak melihat—as simple as that.

Lewat bait ini, Shankara mengajak para muridnya untuk tetap berjalan menuju tujuan, dan tidak tergoda oleh pemicu-pemicu picisan dalam perjalanan: “Untuk apa kalian meninggalkan rumah dan keluarga? Karena kenikmatan berumah-tangga dan kenyamanan berkeluarga ternyata tidak membahagiakan, kalian merasa perlu mengcjar sesuatu yang lebih berharga. Lalu kenapa harus tergoda lagi oleh hal-hal yang sama? Oleh sesuatu yang justru telah kalian tinggalkan?”

Ada dua cara untuk mengatasi godaan seperti itu: Pertama, seperti yang dianjurkan Shankara lewat bait ini, yaitu dengan cara “membedah” objek yang menggoda kita. Payudara itu apa sih, penis itu apa sih—bukankah sama-sama terbuat dari darah, daging, dan lemak? Yang beda hanyalah bentuknya. Itu saja.

Cara kedua dipakai oleh Sri Ramakrishna, Guru Vivekananda. Melihat payudara wanita, ingatlah payudara ibumu sendiri. Lihatlah wujud ibumu dalam diri setiap wanita. Kita tinggal memilih, cara mana yang lebih cocok dengan tabiat kita. Karena, tidak setiap cara, setiap metode cocok bagi setiap orang.

Shankara menggunakan bait kedua dan ketiga untuk membebaskan para pendengarnya dari godaan kanchan dan kaamini—harta benda dan wanita. Godaan kanchan dan kaamini dapat juga diartikan sebagai “rasa kepemilikan” dan “hawa nafsu”.

Pikirkan, renungkan—apa yang kita peroleh dari kanchan dan kaamini? Rasa kepemilikan membebani jiwa. Dulu kita hanya merasa memiliki gubuk dan ladang, atau rumah dan kantor. Sekarang, kita merasa memiliki jabatan dan status sosial yang kita peroleh bersama jabatan. Pernahkah kita melakukan perhitungan laba dan rugi? Berapa besar keuntungan dan berapa banyak kerugian kita? Kita “merasa” memiliki gubuk, sawah, rumah, kantor, jabatan dan status sosial, tetapi semuanya tertinggal di sini bila ajal tiba. Dengan semua itu, banyak di antara kita malah kehilangan rasa percaya diri. Tanpa jabatan dan status sosial, banyak di antara kita merasa hampa—tidak memiliki apa-apa.

Sebelum memulai perjalanan spiritual, rasa percaya diri kita harus dipulihkan kembali. Shankara memiliki cara sendiri untuk memulihkan rasa percaya diri para muridnya, yaitu dengan tembak langsung, dooor!to the point. Dia langsung saja menjewer kuping mereka. Sungguh sangat beruntung Shankara, karena para murid pun siap dijewer.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2004). Bhaja Govindam Nyanyian Kebijaksanaan Sang Mahaguru Shankara. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner 4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s