Stroke Dapat Menyerang di Usia Berapa Saja. Sudahkah Kita Mempersiapkannya?

buku sai anand gita stroke

WhatsApp (WA) telah merambah semua aspek kehidupan kita

Sebagaimana halnya semua alat (pergaulan modern), WA bisa mendatangkan kebaikan dan bisa juga merugikan kita. WA bisa digunakan untuk mempermudah kehidupan kita, akan tetapi bisa juga membuat kita ketagihan dan tanpa terasa waktu kita habis digerogoti WA. Bisa membuat kita gembira tapi bisa membuat uring-uringan juga. Kita bisa menjadi komunitas WA yang mengalami suka dan duka yang demikian sampai kita berbaring tanpa daya.

Teman-teman seangkatan saya dan istri sudah berusia 60 tahunan, rata-rata sudah pensiun, punya banyak waktu dan juga banyak keinginan untuk mengungkapkan atau mengekspresikan diri. Saya pribadi sudah dimasukkan grup WA alumni SMA seangkatan satu kelas ( yang satu sekolahan tidak ikut, alumni SMP tidak ikut); alumni mahasiswa Jurusan tertentu seangkatan; alumni pensiunan kantor; anggota komunitas dari yang kelas umum sampai kelas khusus; dan Lovely Family (Grup WA ide istri untuk berkomunikasi dengan anak-anak).

Dalam WA, chatting memuat di antaranya: sekedar komunikasi, berbagi cerita atau video lucu, tausyiah, kisah Bung Karno, mutiara kehidupan, olah raga dan sebagainya, dilengkapi undangan kumpul-kumpul bersama.

Mengenai berbagi kisah/tausyiah di WA ini kadang menjemukan karena dalam 1 hari kita bisa memperoleh banyak kisah yang sama dari berbagai grup yang belum tentu menarik bagi anggota komunitas WA. Saya sementara ini tetap konsisten hanya mengisi chatting untuk mengucapkan selamat ulang tahun, ikut berdukacita dan hal-hal yang saya anggap penting.

Mengenai berbagi, saya lebih memilih media sosial Facebook, itupun hanya sekadar upload di lapak “wall” pribadi. Bagi yang mampir ingin baca silakan, bagi yang ingin tanya jawab via inbox okay, semuanya merupakan bagian dari motto Anand Ashram “be happy and share your joy to others”. Kami tahu diri hanya ngetag wall istri, kalau ngetag orang lain, maka lapak teman hanya berisi tag saya…. hehehe, karena hampir setiap hari upload.

Bagaimanapun saya berupaya mempraktekkan intisari dharma: “Apa yang kau tidak sukai bagi dirimu sendiri, janganlah sekali-kali engkau berbuat seperti itu terhadap orang lain.” Atau “Janganlah memperlakukan orang lain, dengan cara yang tidak menyenangkan bagi dirimu sendiri.” Seperti nasehat Bapak Anand Krishna lewat buku Sara Samuccaya dan berbagai buku lainnya. Hal tersebut dikenal sebagaai Golden Rule, kaaidah Emas. Kembali tujuan kita hidup di dunia ini apa? Sekadar happy-happy yang tidak selamanya happy?

Saya juga tidak keluar dari grup, siapa tahu ini bagian dari penyelesaikan utang-piutang karma lewat dunia maya. Di zaman dahulu untuk menyelesaikan karma, mungkin kita harus lahir lagi, menemui orang terkait dan risiko membuat karma baru dalam kelahiran baru selalu terbuka, sehingga karma-karma tak pernah terselesaikan.

Itu hanya alasan untuk jarang sekali ikut temu muka dengan teman-teman WA!?!? Ya bisa saja hehehe.

Ada teman yang selalu men-share WA tentang Tuhan, tetapi Tuhan versinya apakah Tuhan Yang Maha Kuasa atau Tuhan yang hanya mengabulkan permintaannya belaka?

“Urusan kita dengan Tuhan pun bukanlah urusan cinta, bukanlah urusan kasih – tetapi perkara materi murni. Kita berdoa, kita menjalankan ritus-ritus keagamaan, bahkan kita beragama – hanya karena Tuhan adalah Hyang Maha Memberi segala apa yang kita butuhkan, Hyang Maha Mendengar segala macam keluhan kita, Hyang Maha Memenuhi segala macam keinginan kita, Hyang Maha Menyelesaikan segala macam perkara kita.

“Barangkali kita tidak akan berurusan dengan Tuhan bila Ia adalah Hyang Maha Menegur dan Maha Menjewer kuping ketika kita berbuat salah. Kita lebih suka dengan atribut-atribut Tuhan seperti Hyang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi. Jelas, kita tidak mau ditegur dan dijewer kuping kita.

“Berarti, Tuhan yang Membahagiakan kita adalah Tuhan yang Memenuhi segala macam kebutuhan, bahkan keinginan materi kita. Dan, tidak pernah menegur, apalagi menghakimi dan menghukum kita. Keberagamaan kita sepenuhnya, 100 persen adalah urusan materi murni!” dikutip dari artikel Bapak Anand Krishna pada Radar Bali, Senin 26 November 2007

 

Menengok teman stroke

Saya harus angkat topi saat salah satu grup WA “ngeshare” tentang salah seorang anggota alumni yang stroke. Langsung 2 orang datang dari Jakarta ke kota ke tempat dia berada. Dalam jangka waktu tak lama kembali 2 orang sudah foto bersama teman tersebut. Ada juga punya ide “mari kita temu muka dulu di Jakarta baru dibahas apa yang akan kita lakukan terhadap teman yang sedang menerima musibah tersebut.

Saya berpikir, mungkin Pangeran Siddharta akan happy melihat pelajaran yang diberikan Beliau telah diteladani Grup WA.

“Konon Pangeran Sidharta Gautama sangat peka dalam memandang kehidupan. Saat melihat orang sakit, dia sadar bahwa dia pun dapat mengalami sakit dan semua orang juga dapat mengalami sakit. Suka atau tidak suka, keadaan sakit akan mendatangi semua manusia. Kemudian kala Sang Pangeran melihat orang tua yang sedang sekarat, dia pun sadar bahwa pada suatu saat dia pun akan mengalami hal yang sama, demikian juga semua orang akan mengalami hal tersebut, mengalami saat-saat sang maut datang menjemput. Selanjutnya saat Pangeran Sidharta melihat orang mati, kembali dia sadar bahwa setiap orang akan mengalami kematian, termasuk dirinya juga mengalami hal sama. Sang pangeran juga melihat orang yang ketakutan saat maut menjemput, akan tetapi ada satu-dua orang yang tersenyum saat maut menjemputnya. Peristiwa itu menghunjam ke dalam dirinya, sehingga sang pangeran meninggalakn istana untuk mencari solusi bagi penderitaan yang dialami manusia.”

 

“Kita pun juga pernah mengalami hal yang sama, kita sudah melihat penderitaan orang yang sakit. Kita sudah pernah melihat orang dekat kita, mendekati kematian dalam keadaan berbaring di rumah sakit dengan berbagai selang infus dengan grafik komputer yang menunjukkan bahwa dia dalam keadaan kritis. Kita juga beberapa kali takziah mendatangi upacara pemakaman orang-orang dekat. Akan tetapi mengapa hati kita tidak terketuk seperti Pangeran Sidharta?”

Saya haqqul yakin teman-teman WA yang telah dan akan menengok teman yang menderita stroke tidak pernah berpikir “Alhamdulillah, Puji Tuhan, Berkah Gusti saya tidak mengalami hal yang demikian.”

Kemungkinan terjadi stroke itu banyak jalannya. Ibu saya dan mertua saya kemungkinan besar karena minum obat yang dosisnya terlalu keras. Ada yang lain karena pas darah tinggi jatuh di kamar mandi. Ada yang kurang tidur. Ada yang makan sate, durian, udang dan sebagainya.

Boleh jadi kita lebih sehat, tetapi hanya saat ini, hanya masalah waktu, kejadian demikian dapat menimpa kita kapan saja. Sang Kala, Tuan Waktu selalu mengkonsumsi waktu kita semua, setiap saat. Semua terkalahkan oleh Sang Kala. Akan datang saatnya kita berbaring tanpa daya di atas tempat tidur. Hanya masalah waktu saja……..

“Ketika kita hendak pergi ke bioskop, atau sekedar jalan-jalan sore, kita bersiap-siap dengan memakai sepatu kita. Saat ingin berkunjung ke kota lain, pakaian pun kita persiapkan dan masukkan ke dalam tas. Namun persiapan apa yang sudah kau lakukan untuk perjalanan terakhirmu, perjalanan menuju kematian?”

“Hidup yang diawali dengan sebuah tangisan, harus diakhiri dengan sebuah senyuman. Ketika engkau masih bayi, orang-orang disekitarmu tetap tersenyum walaupun engkau terus menangis. Ketika engkau mati, orang-orang disekitarmu akan meratapi kehilangan ini, namun engkau semestinya tersenyum dalam damai dan mengundurkan diri dengan tenang.” (Das, Sai. (2012). Sai Anand Gita Kidung Mulia Kebahagiaan Sejati. Koperasi Global Anand Krishna Indonesia)

buku Sai_Anand_Gita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s