Renungan Gita: Keberhasilan Materi Bisa Membebaskan Diri atau Malah Menjerat Kita?

buku bhagavad gita keberhasilan materi

“Urusan kita dengan Tuhan pun bukanlah urusan cinta, bukanlah urusan kasih – tetapi perkara materi murni. Kita berdoa, kita menjalankan ritus-ritus keagamaan, bahkan kita beragama – hanya karena Tuhan adalah Hyang Maha Memberi segala apa yang kita butuhkan, Hyang Maha Mendengar segala macam keluhan kita, Hyang Maha Memenuhi segala macam keinginan kita, Hyang Maha Menyelesaikan segala macam perkara kita.

 “Barangkali kita tidak akan berurusan dengan Tuhan bila Ia adalah Hyang Maha Menegur dan Maha Menjewer kuping ketika kita berbuat salah. Kita lebih suka dengan atribut-atribut Tuhan seperti Hyang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi. Jelas, kita tidak mau ditegur dan dijewer kuping kita.

 :Berarti, Tuhan yang Membahagiakan kita adalah Tuhan yang Memenuhi segala macam kebutuhan, bahkan keinginan materi kita. Dan, tidak pernah menegur, apalagi menghakimi dan menghukum kita. Keberagamaan kita sepenuhnya, 100 persen adalah urusan materi murni!” dikutip dari artikel Bapak Anand Krishna pada Radar Bali, Senin 26 November 2007

Berikut ini penjelasan Bhagavad Gita tentang Keberhasilan Materi:

Cover Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

 “Sekarang akan Ku-jelaskan apa yang patut diketahui, pengetahuan yang dapat menghasilkan kehidupan abadi (kebahagiaan sejati nan tertinggi); (pengetahuan tentang) Brahman Hyang Maha Tinggi, Tak-Berawal Bukan Sat (berwujud Nyata), Bukan pula Asat (Tak Berwujud/Tak Nyata).” Bhagavad Gita 13:12

 

Inilah Pengetahuan Tertinggi, lebih tinggi dari segala pengetahuan lainnya. Jika kita menginginkan kebahagiaan sejati yang sama tingginya – tertinggi juga – maka kita hanya dapat meraihnya lewat pengetahuan yang tertinggi. Tidak ada kemungkinan meraih kebahagiaan tertinggi dari pengetahuan-pengetahuan picisan.

Mari kita renungkan sejenak… Seorang seniman merasa puas dengan keadaannya. Ia sudah merasa dirinya sudah mencapai suatu keadaan di mana kesuksesan materi tidak memiliki arti apa-apa.

Namun, kesimpulan itu mulai tergeser, tergusur, ketika karya seninya mulai dihargai, ketika ia mulai bisa menjual karya-karyanya. Ketika ia mulai dikenal “sebagai seniman”. Saat itu, cara berpikir sebelumnya mulai terkalahkan oleh pikiran-pikiran lain tentang bagaimana lebih berhasil, bagaimana meraih keuntungan lebih besar, dan sebagainya dan seterusnya.

Tidak ada yang salah dengan keberhasilan sebagai seniman atau sebagai apa saja. Asal kita sadar bila keberhasilan duniawi seperti apa pun tak akan mampu membahagiakan diri kita. Jika tujuan hidup kita adalah “keberhasilan materi” – maka silakan mengejar hal itu. Tapi jangan mengharapkan kebahagiaan sejati lagi!

Banyak pemula dalam perjalanan spiritual menganggap dirinya sudah “matang’. Mereka menilai diri sendiri. Penilaian diri mereka belum teruji. Ketika keberhasilan duniawi, keberhasilan materi, masih merupakan harapan – mereka menghibur diri dengan filsafat “aku mengejar kebahagiaan sejati, bukan keberhasilan materi”.

Tunggu dulu, kan belum pernah mencicipi keberhasilan materi. Keberhasilan materi “dapat” menyilauakan mata kita, kita bisa melupakan tujuan hidup dalam kilauannya.

Sebab itu, ketika seseorang yang sudah berhasil secara materi memutuskan untuk mengejar sesuatu yang lebih berharga – Kebahagiaan Sejati – maka ia seorang ksatria. Ia telah menyadari keberhasilan materi sebagai fatamorgana. Hanyalah ada dalam khayalan.

Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan keberhasilan materi – gunakan keberhasilan materi untuk membebaskan diri kita dari belenggu keterbatasan materi! Jangan menggunakannya untuk menjerat kita, membelenggu kita dengan rantai-rantai keterikatan baru.

Gunakan keberhasilan materi untuk memberi kita waktu “tambahan” untuk meniti jalan ke dalam diri, untuk menemukan Ia Hyang Tanpa Awaldan Tanpa Akhir. Ia Hyang adalah Sumber Kebahagiaan Sejati.

Gunakan keberhasilan materi untuk memberi kita waktu luang dan keleluasaan untuk menemukan Ia Hyang Tak Pernah Punah.

Jika keberhasilan materi membuat kita makin sibuk di dunia dan malah tidak menyisakan waktu untuk menggali diri, maka sungguh merugilah kita.

Materi di dalam genggaman kita, tak akan bertahan lama, suatu ketika akan punah. Kita tidak bisa mempertahankannya untuk selamanya.

Carilah Hyang Tak Terpunahkan! Temukan Hyang Tak Pernah Punah, walau alam semesta  punah secara bersamaan.

Temukan Ia Hyang Tidak Berawal dan Tidak Berakhir. Tidak ada titik awal, tidak ada titik akhir. Temukan Dia Hyang Abadi ada-Nya. Penemuan itulah yang dapaat menghasilakn kebahagiaan sejati nan abadi.

Temukan Dia Hyang adalah di balik setiap wujud dan di balik segala sesuatu yang tak berwujud, belum berwujud.itulah Penemuan Agung. Itulah Hakikat Hyang Maha Membahagiakan.

Ketika alam semesta punah, maka kesannya ‘seolah’ Ia tak berwujud. Saat itu Ia adalah Maha Hening, Maha Diam. Namun, keheningan atau kesunyian itu pun merupakan rahim bagi kebisingan baru, bagi kejadian baru, bagi penciptaan ulang.

Ia Hyang Melampaui Sat dan Asat. Sat bukan sekadar kebenaran, asat bukan sekadar kepalsuan. Sat adalah kebenaran yang dapat dilihat, dapat diraba, dapat dirasakan. Dan asat adalah sebaliknya. Sementara itu, Hyang Maha Tunggal melampaui keduanya. Ia berada di atas keduanya. Ia bukan sat dan bukan asat.

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner 4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s