Bhajan: Melalui Musik dan Lagu Menghubungkan Jiwa Kita dengan Dia Hyang Mahatinggi

buku sai anand gita bhajan

Dia Hyang Maha Ada sudah pasti ada di mana-mana dan setiap saat. Adalah karena keterbatasan kita sendiri yang membuat kita tidak bisa merasakan kehadiran-Nya di mana-mana dan setiap saat. Dan bhajan yang mengangkat semangat adalah cara yang paling gampang untuk melampaui keterbatasan tersebut.

Bhajan yang memberikan semangat dan mengangkat membuat kita merasa hidup, karena hidup ini sesungguhnya musical. Kita tinggal di alam semesta yang bergetar secara harmonis. Dengarkanlah kicauan burung. Dengarkan suara angin sepoi-sepoi. Dengarkan irama musik dari air sungai yang mengalir dan menari-nari. Semuanya adalah musik dan semuanya harmonis…

Silakan simak penjelasan Bhajan tersebut di bawah ini:

buku Sai_Anand_Gita

Buku Sai Anand Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Shri Krishna dalam Bhagavad Gita berkata bahwa diantara sains, seni dan berbagai cabang ilmu pengetahuan — Dia adalah Saamaveda, yaitu:

MUSIK 3-IN-1 YANG MENCAKUP SAINS – SENI – PENGETAHUAN

Banyak cara dapat dilakukan untuk mengalami Tuhan, namun cara yang paling mudah adalah melalui musik, melalui lagu — melalui musik yang menyemangati dan mengangkat; melalui lagu yang penuh rasa.

Swami sering berkata bahwa Tuhan berada di tempat di mana para penyembah menyanyikan Kemuliaan-Nya. Tidak berarti juga bahwa Tuhan tidak berada di tempat di mana kemuliaan-Nya tidak dinyanyikan, atau tempat di mana para panembah menampakkan raut wajah yang kuyu dan menyanyikan lagu-lagu melankolis.

Dia Hyang Maha Ada sudah pasti ada di mana-mana dan setiap saat. Adalah karena keterbatasan kita sendiri yang membuat kita tidak bisa merasakan kehadiran-Nya di mana-mana dan setiap saat. Dan bhajan yang mengangkat semangat adalah cara yang paling gampang untuk melampaui keterbatasan tersebut.

Bhajan yang memberikan semangat dan mengangkat membuat kita merasa hidup, karena hidup ini sesungguhnya musical. Kita tinggal di alam semesta yang bergetar secara harmonis. Dengarkanlah kicauan burung. Dengarkan suara angin sepoi-sepoi. Dengarkan irama musik dari air sungai yang mengalir dan menari-nari. Semuanya adalah musik dan semuanya harmonis…

Sesungguhnya,

 

MENYANYI ADALAH HIDUP

Kematian adalah saat ketika kita berhenti sejenak.

Ya berhenti sejenak— karena kita tidak bisa berhenti bernyanyi selamanya. Setelah beberapa lama, kita mulai bernyanyi lagi — kita hidup kembali.

Sebuah lagu yang indah dan penuh melodi adalah kehidupan yang harmonis. Ketika kita mengembangkan rasa dan mulai menyukai keindahan, melodi, puisi, musik, tarian dan drama — kita mulai benar-benar hidup. Bila ini belum terjadi, bisa dikatakan kita belum sepenuhnya hidup.

Ada orang-orang yang merasa bhajan, bhakti dan sejenisnya hanyalah langkah awal menuju Tuhan, dan bahwasanya jalan pengetahuan dan pemikiranlah jalan yang paling utama.

Betul, apabila bhajan hanya ditafsirkan sebagai lagu semata.

Namun, apabila bhajan ditafsirkan sebagai ekspresi dari bhakti  dan kepasrahan total, penyerahan total kepada kehendak Ilahi, maka bhajan menjadi keduanya jalan dan tujuan.

Bhajan adalah jalan yang menghubungkan jiwa kita dengan Dia Hyang Mahatinggi. Pada ujung jalan satunya adalah sang jiwa, di ujung lain adalah Dia Hyang Mahatinggi. Entah kita mau menapaki jalan tersebut atau tidak, tetap saja kita semua sama-sama terhubung.

Jika kita tidak menapaki jalan tersebut, maka hubungan ini hanya menjadi sebuah potensi saja, tidak terealisasi. Bila kita menjalaninya, maka potensi tersebut akan terealisasi. Pilihan ada di tangan kita — Tuhan memberikan kita kebebasan penuh untuk menentukan keinginan kita.

 

DALAM DUNIA KORPORASI

Bhajan Swami dimaksudkan untuk dinyanyikan sebagai sankeertan — nyanyian para panembah, nyanyian yang dilakukan secara bersama-sama. Dalam kata-kata beliau sendiri:

“Samyak—keertanam Sankeertanam – Bhajan yang dinyanyikan secara bersama-sama oleh para panembah adalab bhajan yang terbaik.

“Ada perbedaan yang sangat besar antara Keertanam dengan Sankeertanam. Keertanam adalah urusan pribadi, dinyanyikan sendiri agar doa dan harapan pribadinya terkabul.

Sankeertanam bertujuan untuk kesejahteraan selurub jagat raya. Sankeertanam dijelaskan pula sebagai bhajan Saamaajika (nyanyian berkelompok). Metode menyanyikan bhajan seperti ini pertama kali dipelopori oleh Guru Nanak, pendiri agama Sikh.

Sankeertanam bertujuan untuk memperlihatkan kesatuan dalam keberagaman. Ketika seluruh peserta bergabung bernyunyi serempak dalam satu suara, inilah Sankeertana.”

Dari sudut pandang dunia usaha, korporasi, teamwork yang baik, sehat dan saling mengisi adalah sankeertan. Ketidakharmonisan sebagai hasil teamwork yang jelek, bukan sankeertan.

Suatu ketika Swami berbicara pada para mahasiswa:

“Ketika lagu dinyanyikan tanpa memahami artinya dan tanpa perasaan yang dalam atau yang sungguh-sungguh kepada Tuhan, maka lagu itu menjadi pertunjukan yang mekanis. Bhaava (rasa terdalam), Raaga (melodi), dan Taala (irama) adalah sangat penting untuk bernyanyi dengan baik.

“Bahkan nama Bhaarata (India) menandakan kombinasi ketiga elemen ini. (Bha — Ra — Ta). Dalam setiap tindakan dalam kehidupan sehari-hari ketiga elemen ini harus dijalankan. Aturan ini bahkan bisa diterapkan dalam pelajaran. Bhaava, dalam hubungannya dengan subjek mata pelajaran tertentu, berarti memahami secara menyeluruh subjek tersebut.

Raaga, menumbuhkan kecintaan pada subjek tersebut, dan Taala berarti mengekspresikan pengetahuannya dengan jelas dan dapat dimengerti.”

Prinsip Keselarasan ini —“memahami subjek”, “menumbuhkan kecintaan pada subjek tersebut” dan “mengekspresikan pengetahuan dengan menyeluruh dan jelas” — dapat diterapkan dalam setiap bidang, baik dalam bidang usaha ataupun yang lainnya. Yang harus digarisbawahi adalah Kerjasama yang Baik.”

Dikutip dari buku (Das, Sai. (2012). Sai Anand Gita Kidung Mulia Kebahagiaan Sejati. Koperasi Global Anand Krishna Indonesia)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s