Tiga Modal Keberhasilan Hidup: Pengaturan Napas, Waktu Ruang dan Mind yang Prima!

buku soul awareness arjuna napas waktu ruang mind

Kita semua dilahirkan pada waktu tertentu. Mati pun pada waktu tertentu. Diantara Titik kelahiran dan kematian pun kita memiliki waktu tertentu. Ada “keterbatasan” dalam apa yang kita miliki. Kita tidak memiliki waktu tanpa batas dalam hidup ini.

Waktu adalah kontinuitas. Tidak ada garis jelas yang memisahkan masa lalu dari masa kini, dan masa kini dari masa depan. Untuk menyiapkannya, kita perlu selalu mengingat nasehat pujangga besar India yang pernah menjabat sebagai Presiden, Prof. S. Radhakrishnan:

“Belajarlah dari masa lampau tanpa penyesalan. Masa lalu sudah berlalu; mau disesali pun percuma. (…….Ada yang mengagung-agungkan masa lalu, seperti masa Sriwijaya, masa Majapahit, atau masa Kesultanan Demak fine; masa-masa itu memang gemilang. Tetapi, hanya dengan mengenang kegemilangan masa lalu, kita tidak dapat menerangi masa kini yang gelap gulita. Untuk menerangi masa kini, kita membutuhkan Pelita. Bukan cerita atau penjelasan tentang Pelita, tetapi Pelita lengkap dengan minyak dan sumbunya……..).

“Buatlah rencana untuk masa depan tanpa kekhawatiran. Jangan gelisah; jangan pula ngebet, seolah kita sedang berpacu dengan waktu. Tidak bisa. Kita tidak dapat berpacu dengan waktu, karena kita hidup dalam waktu.

“Hidup dan berkaryalah dalam masa kini dengan penuh kesadaran. Kita tidak dapat berkarya dalam masa lalu yang sudah berlalu, atau pun dalam masa depan yang belum datang. Kita harus berkarya dalam masa kini. Saat ini adalah saat kita untuk berkarya, untuk hidup dan menghidupi. Gunakanlah saat ini dengan sebaik-baiknya.”

Napas adalah pertanda kehidupan. Selama kita masih bernapas, kita masih bernyawa; selama itu pula kita masih disebut “hidup”. Seorang bayi yang lahir dengan badan cacat, tidak sempurna, masih disebut hidup. Sementara itu, seorang bayi yang lahir tanpa cacat, sempurna tapi tidak bernapas, segera ditanam. Ia dinyatakan mati. Hidup dan mati seorang anak manusia tidak ditentukan oleh kesempurnaan badannya, tetapi oleh napasnya. (Krishna, Anand. (2007). Life Workbook Melangkah dalam Pencerahan, Kendala dalam Perjalanan, dan Cara Mengatasinya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Dalam buku di bawah ini Bapak Anand Krishna tetap bicara tentang modal manusia yaitu napas, bagaimana napas yang prima; penggunaan waktu/ruang, bagaimana penggunaan waktu/ruang yang prima; dan tambahan tentang mind yang prima. Silakan simak penjelasan tersebut di bawah ini:

buku soul-awareness

Cover Buku Soul Awareness

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Kembali pada Olah Diri, dan kembali pada kesimpulan kita di bab sebelumnya: “Modal Awal Kita adalah Napas, Waktu/Ruang, dan Gugusan Pikiran serta Perasaan atau Mind.”

Terlebih dahulu, kita perlu memastikan kualitas bahan baku kita sudah memenuhi standar, sudah berkualitas prima.

 

Napas yang Prima

Napas yang Prima adalah napas yang teratur, dan napas yang teratur membuat detak jantumg atau pulsa ikut teratur. Pun demikian dengan denyutan otak, irama otak mengikuti jejak napas dan detak jantung. Itulah  pertanda Fisik yang Sehat. Dalam rangka pengolahan diri, menjaga kesehatan fisik adalah langkah awal yang paling penting. Karena itu, setiap latihan meditasi mesti dimulai dengan pengaturan napas.

 

Dalam ilmu sekaligus seni meditasi, pengaturan napas adalah sekadar alat, tool, untuk mengatur prana atau life force, aliran kehidupan. Pengaturan napas adalah langkah awal untuk mengatur seluruh hidup—cara kita melakoni hidup, gaya hidup, perspektif kita tentang hidup dan kehidupan.

 

Penggunaan Waktu/Ruang yang Prima

Penggunaan Waktu/Ruang yang Prima, berarti mengefisiensikan waktu. Tidak membuang waktu. Mengelola waktu secara cakap. Istilah atau idiom “killing the time” mesti ditinggalkan. Kita tidak bisa kill the time, justru time sedang me-kill kita. Kita lahir dalam ruang dan waktu, juga mati dalam ruang dan waktu. Jarak antara titik kelahiran dan kematian itulah yang kita definisikan sebagai kehidupan kita.

 

Sementara itu, waktu dan ruang tidak terganggu oleh kelahiran atau kematian kita. Waktu tetap berjalan. Ruang tetap ada. Kita boleh ada, boleh tidak ada. Dengan membuang waktu, menyia-nyiakan “waktu terbatas yang kita m menyia-nyiakaniliki, sesungguhnya kita hidup ini.

Karena itu, seseorang yang mengaku dirinya meditator, namun menyia-nyiakan waktunya, belum bisa disebut meditator. Ia bahkan belum cukup menjadi manusia. Seseorang yang tidak menghargai waktu tidak dihargai oleh waktu. Waktu akan melewati dirinya, dan ia akan mengakhiri hidupnya dalam kesia-siaan.

 

Mind yang Prima

Gugusan Pikiran dan Perasaan atau Mind yang Prima adalah mind yang sudah bertransformasi menjadi buddhi atau inteligensi. Mind yang sudah tidak reaktif tetapi mampu menimbang dan menganalisis, kemudian baru bertindak secara bijak, secara inteligen.

 

Sesungguhnya, inilah tujuan meditasi, yakni mengolah mind menjadi buddhi atau inteligensi. Bukan untuk mengasah mind dan mengembangkannya saja. Meditasi bukanlah mindfulness, sebagaimana banyak yang menyalahtafsirkan. Itulah pembahasan kita dalam bab selanjutnya.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Soul Awareness, Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s