Mentega Diperoleh dengan Mengaduk Susu, Jati Diri Diperoleh dengan Mengolah Diri

Mentega sudah ada dalam susu tapi perlu upaya agar mentega muncul dari susu

buku dvipantara jnana sastra krishna

Kita memiliki tujuan-tujuan hidup dan dengan kerja keras kita ingin mencapainya. Sayangnya, kita sering tidak sadar bahwa tujuan hidup kita selalu terkait dengan keduniaan. Dan segala sesuatu yang terkait dengan dunia itu bersifat tidak abadi, selalu mengalami pasang-surut. Setelah mencapai satu tujuan, kita masih mengejar tujuan lainnya, tidak puas dengan yang sudah diperoleh. Apalagi sering terjadi tujuan hidup itu gagal dicapai, oleh karenanya kita selalu mengalami ketidakpuasan, sampai maut merenggut nyawa kita. Dan……. tujuan yang belum tercapai tersebut dikejar dalam kehidupan baru.

Bhagavad Gita 2:72 mengingatkan bahwa: “Pekerjaan-pekerjaan duniawi, yang sesungguhnya hanyalah sarana untuk meraih kesadaran diri, kita jadikan tujuan. Sementara itu, tujuan hidup sendiri terlupakan – sedemikian bingungnya diri kita saat ini……… Jangan lupa tujuan – penemuan jati diri, hidup berkesadaran 24/7 (24 jam sehari, 7 hari per minggu) dalam kasih, saling sayang-menyayangi, saling menghormati, saling peduli – tanpa keterikatan.

Bhagavad Gita 4:16 menyampaikan bahwa: “Sejak zaman dulu, leluhur kita sudah menempatkan Pengetahuan Sejati tentang jati diri di atas segala pengetahuan. Literatur-literatur kuno dalam bahasa Jawa, Sunda; petuah-petuah para bijak dalam bahasa Batak, Melayu, dan sebagainya, jelas-jelas mendukung perbuatan kita. Ajaran-ajaran dalam kepercayaan-kepercayaan ‘baru’ pun tidak ada yang melarang kita untuk mencari kebenaran tentang jati diri.”

Silakan lihat penjelasan leluhur kita dalam kitab Vrhaspati Tattva.

buku dvipantara jnana sastra

Cover Buku Dvipantara Jnana Sastra

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

“Bukan Keadaan  Berwujud atau Sad-bhava, bukan pula Keadaan Tak Berwujud atau Asad-bhava; bukan Makhluk, bukan pula Bukan-Makhluk, akhir dari ketidakterbagian, yaitu yang paling halus yang tak bisa dibagi; dan melampaui segala definisi (Itulah Paramatma atau Hyang Agung, Hyang Tertinggi)” Vrhaspati Tattva 48

 

DALAM BAHASA FISIKA MODERN, Paramatma adalah partikel terhalus, lebih halus dari subatom terkecil atau partikel terkecil yang tidak bisa lagi dibagi.

Sesungguhnya, adalah sifat halus dari Hyang Ilahi inilah yang menjadikan-Nya mahahadir, di dalam dan luar diri.

 

“Seperti halnya mentega dalam susu; api dalam kayu; air dalam awan; dan angin dalam ruang yang tak terlihat — demikian pula kualitas-kualitas seperti rajas, tamas, dan bahkan mind atau manah, tak terlihat, namun ada. Tidak satu pun di antara mereka yang bisa disebut berwujud, pun mereka tidak bisa disebut tiada. Ketahuilah bahwa Hyang Tunggal, Paramatma melampaui semua itu — bukan Eksis, pun bukan Tidak Eksis; dan, tentu saja berada di luar jangkauan keberadaan materi.” Vrhaspati Tattva 49

 

ADA MENTEGA DALAM susu, walaupun tidak tampak, belum tampak, tapi ia memang di sana. Dengan mengaduk susu, mentega yang tak tampak “menjadi” tampak. Namun, fenomena munculnya mentega ini tidak membuktikan bahwa mentega tidak eksis sebelum “proses pengadukan”.

Upaya Manusia, usaha keras manusia — dalam konteks ini adalah sadhana spiritual, meditasi, dan lain-lain — dapat diibaratkan seperti proses mengaduk. Dengan mengaduk susu manah atau mindbuddhi atau inteligensia bermanifestasi. Dengan menggali jauh ke dalam buddhi atau inteligensia, lapisan-lapisan kesadaran yang lebih tinggi ditemukan, dan akhimya menuntun pada Paramatma atau Hyang Tunggal — mentega dari mentega, esensi pokok.

Dengan kata lain, Paramatma, Esensi Pokok ada di sana sepanjang waktu. Sesungguhnya, realitas terakhir dari Jiwa Individu atau Jivatma adalah Paramatma, Jiwa Agung, yang dapat diketahui melalui proses mengolah-diri.

 

“Demikian, realitas ini diketahui oleh resi surgawi Vrhaspati, guru bijak dari para makhluk surgawi, putra sekaligus pancaran Hyang Ilahi.” Vrhaspati Tattva 50

 

PENGETAHUAN AKAN REALITAS menghilangkan segala keraguan dari mind Vrhaspati. Karenanya pertanyaan berikutnya bukan lagi tentang sifat realitas, tetapi tentang “Cara” menyadari-Nya…….

 

Resi Vrhaspati bertanya: “O Siva Hyang Maha Agung, Hyang Maha Membahagiakan, mohon sudi memberi pencerahan padaku tentang sarana dan jalan untuk mencapai Realitas Tertinggi – Paramatma? Apa laku spiritual yang harus dijalani untuk memperoleh pembebasan atau moksa?” Vrhaspati Tattva 51

 

Gusti Hyang Maha Berkah bersabda: “Moksa, pembebasan atau kebebasan diperoleh, diwujudkan dengan menjalani tiga hal dalarn laku spiritual; Jnana- bhyudreka atau Mengetahui Sifat dari Realitas (Pengetahuan Sejati), Indriyayoga-marga atau Melepaskan diri dari indra dan objek indra (Ketidakterikatan) dan Trsnadosaksaya atau Mengeliminasi dampak dari nafsu (Pembersihan dan Pengendalian Diri).” Vrhaspati Tattva 52

 

LAKU YANG PERTAMA, yaitu Jnana-bhyudreka atau Mengetahui Sifat Realitas telah dijelaskan. Karenanya, dalam ayat-ayat berikutnya, Gusti menjelaskan berbagai metode yang terkait Iaku kedua dan ketiga, yaitu Indriyayoga-marga atau Melepaskan diri dari indra dan pancaindra (Ketidakterikatan), dan Trsnadosaksaya atau Menghilangkan dampak nafsu (Pembersihan dan Pengendalian Diri).

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Dvipantara Jnana Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec3Elearning-Banner-2 (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s