Memahami Para Pemuja Hyang Tak-Berwujud dan Para Pemuja Wujud-Nya menurut Bhagavad Gita

buku bhagavad gita 5 wujud energi

Energi dimampatkan menjadi Space/Ether (ruang/substansi ruang), air (udara), fire (api), water (air) dan yang paling padat adalah earth (tanah). Sebagaimana Rumus Kekekalan Energi, E = M C2. Kelima elemen semuanya adalah wujud-wujud dari energi. Hyang Tak-Berwujud layaknya Energi Agung dan wujud alam semesta yang terdiri dari 5 elemen adalah wujud Energi Agung.

 

Selama ini kita tersesatkan oleh pemahaman kita yang setengah-setengah, tidak lengkap. Mereka yang memuja-Nya sebagai Hyang Tak-Berwujud, menuding para pemuja wujud-wujud-Nya sebagai pemuja berhala. Sementara itu, para pemuja Wujud-Nya, kadang lupa bahwa wujud yang dipujanya adalah ungkapan dari Hyang Tak Berwujud. (Penjelasan Bhagavad Gita Percakapan Ketujuh.)

Dengan mengikat seutas tali berulang-kali di satu tempat yang sama, kita membuat cluster, gumpalan tali yang memberi kesan seperti biji permata, seperti manikam. “Jadi, alam semesta ini, termasuk badan, indra, pikiran, perasaan, inteligensia — semuanya adalah seperti clusters tali yang terikat dengan tali — adalah bagian dari tali itu sendjri.” Cluster ini tak-terpisahkan dari tali. Manikam ini terbuat dari tali yang sama. Dengan pengertian inilah semestinya kita memahami hubungan Gugusan Jiwa atau Purusa dan Prakrti — alam roh, alam energi, dan alam benda, alam materi. Sesungguhnya alam benda atau alam materi adalah ‘ikatan-ikatan berulang-ulang’ — sehingga kita memperoleh kesan seolah cluster yang terbuat dari ikatan-ikatan itu adalah permata, dan hanya dipersatukan oleh seutas tali pengikat. Tidak, tidak demikian. Kita sesungguhnya terbuat dari-Nya. Kita tidak terpisah. (penjelasan Bhagavad Gita 7:7)

Para pemuja Wujud (cluster) perlu memahami bahwa sejatinya Wujud yang dipujanya adalah ungkapan dari Hyang Tak-Berwujud.

Para pemuja Hyang Tak-Berwujud (tali) perlu memahami bahwa segala wujud (cluster) adalah Wujud-Nya pula, sehingga tidak tepat bila kita hanya fokus pada Hyang Tak-Berwujud (hubungan vertikal) tapi menomorduakan atau tidak peduli dengan  Wujud-Wujud-Nya (hubungan horisontal dengan alam, manusia dan makhluk lainnya). Jangan sampai demi Dia Hyang Tak Berwujud kita menganiaya dan merusak  Wujud-Nya. Karena kita, kelompok kita dan kelompok lain pun adalah sama-sama Wujud-Nya.

Berikut penjelasan lebih detail antara Dia dan Wujud-Nya pada Bhagavad Gita 7:8

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

“Kaunteya (Arjuna, Putra Kunti), Aku adalah rasa di dalam air; aku pula cahaya matahari dan rembulan; Akulah Pranava, Sabda Awal – yang diagungkan dalam Veda; Akulah suara ruang angkasa; dan Akulah kejantanan para pria.” Bhagavad Gita 7:8

Rasa air adalah sesuatu yang “tidak terjelaskan” – namun, tetaplah ia adalah sumber kehidupan. Bukan bagi manusia saja, tetapi juga bagi ternak, hewan-hewan liar di hutan, burung-burung di langit, hingga cacing dan serangga. Tanpa air tanah pun menjadi kering. Adalah air yang membuat bumi subur. Air adalah kesuburan bumi.

“RASA” AIR ADAALAH RASA KEHIDUPAN. Dalam bahasa Sanskrit, rasa juga berarti “jus” – intisari – jus kehidupan, intisari kehidupan – itulah air.

“Wujud” air yang kita lihat adalah bagian dari “Alam Benda” – Prakrti. Namun sifatnya yang hidup dan menghidupi adalah sifat Purusa – Gugusan Jiwa.

Percikan Jiwa Agung bukanlah sekadar Jiwa yang bersemayam di dalam diri kita. Percikan-percikan Jiwa Agung juga menghidupi segala sesuatu di dalam alam ini.

Persis seperti “wujud” air – “wujud” matahari dan bulan juga merupakan bagian dari alam benda, namun cahayanya adalah percikan Jiwa Agung.

 

VEDA ATAU SUMBER PENGETAHUAN SEJATI juga memiliki “wujud” sebagai tulisan, kitab, atau sebagai rekaman di zaman modern ini. Namun inti dari seluruh pengetahuan, adalah Sabda Awal, “AUM”. Tanpa Sabda Awal ini – yang berada di balik big bang – tidak ada penciptaan. Tidak ada kehidupan

Dari Sabda Awal ini tercipta eter, substansi ruang angkasa – ruang yang “tampak” kosong yang menanungi sekian banyak varian Aum, dan setiap varian “membentuk”, menjadi  galaksi-galaksi yang tak terhitung jumlahnya. Para ilmuwan antariksa, para astronom membenarkan bahwa ruang angkasa memang “terdiri dari suara” – jadi bukannya “ada suara dalam ruang angkasa”, tapi dari suara inilah muncul ruang angkasa.

Para ilmuwan modern menyimpulkan bahwa…….

 

SUARA YANG TERDENGAR DARI MATAHARI adalah varian Aum yang paling dekat dengan “versi” ucapan manusia. Cahaya matahari adalah kurir bagi suara halus Aum yang menggetarkan seluruh sistem kita dan menggerakkan kita. Tanpa adanya suara ini, cahaya saja tidak cukup untuk menghidupi bumi ini. Cahaya tanpa Sabda Aum ibarat amplop kosong tanpa surat.

Tentunya, hingga hari ini pun para ilmuwan belum bisa menerima bagaimana cahaya bisa menjadi kurir bagi suara – karena kecepatan mereka berbeda. Mereka masih butuh waktu untuk memahami hal ini, untuk memahami sifat suara yang sesungguhnya. Suara bisa berubah-ubah kecepatan, setiap perubahan itu meningkatkan atau merendahkan frekuensinya. Ketika masih berada dalam “range” yang terdeteksi oleh sains, maka kecepatan suara memang lebih rendah dari kecepatan cahaya. Tapi “range” yang dipahami oleh ilmuwan modern  itu baru “sebagian” dari range suara sejati.

Para resi atau para nabi yang “menerima wahyu” atau sruti – “mendengar” – dapat menggapai range suara yang tak tergapai oleh kita. Berada dalam range tersebut , mereka mendengarkan dan melihat apa yang tidak terdengar dan terlihat oleh kita.

 

SELANJUTNYA, sebagaimana Ia adalah “kesuburan” bumi yang bersifat feminin – Ia pula adalah kejantanan pria.  Kesuburan “lahan” dan kejantanan “upaya” – dua-duanya penting, dan sama pentingnya! Tidak ada yang lebih atau kurang penting. Dan, jika kita melihat di balik layar, maka kita menemukan bahwa baik kesuburan bumi “wanita” maupun kejantanan upaya “pria” dua-duanya adalah manifestasi dari Jiwa Agung yang Satu dan Sama!

Es adalah air yang dibekukan. Kesannya beda dari air yang mengalir. Namun, sesungguhnya tidak ada perbedaan antara es dan air.

 

RENUNGKAN……… Kita memiliki istilah, ungkapan “Air Es” – apa maksudnya? Es juga adalah air – air yang beku. Ungkapan Air Es memberi kesan seolah air dan es adalah dua entitas, dua makhluk yang beda?

Air disimpan dalam botol atau kendi, dan disajikan dalam gelas, cangkir; es mesti disimpan di lemari es supaya tetap beku, jika ditaruh di luar, ia akan mencair. Sifatnya, bentuknya sebagai es akan lebur punah. Tak ada lagi yang disebut  “es”. Demikian pula dengan alam benda atau Prakrti – ibarat air yang dibekukan dan disebut es. Padahal esensinya sama, ia pun tetap air – tetap bagian dari Jiwa.namun, selama masih beku, ia tampak beda. Materi adalah spirit, energi yang dipadatkan – sebab itu tidak pernah bertahan lama dan berubah bentuk terus.

Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s