Kebajikan dan Kejahatan, Amal Saleh dan Dosa Disebabkan 3 Karakteristik Mind?

buku dvipantara jnana sastra karakteristik mind

Ilustrasi 3 Karakterisitik Mind

“Jagad raya ini terbingungkan oleh ketiga sifat yang muncul dari Prakrti – alam benda – Sattva yang menenangkan, Rajas yang penuh gairah, dan Tamas yang gelap, bodoh, dan memalaskan. Oleh karena itu (dalam kebingungan itu) makhluk-makhluk sejagad tidak dapat mengenal-Ku yang sesungguhnya terpisah dari alam benda dengan ketiga sifatnya, dan tidak pernah (bersama alam benda).”

Berputarnya roda jagad raya ini disebabkan oleh ketiga sifat tersebut. Krsna tidak menghendaki roda jagad berhenti berputar. Jika setiap orang mengenal-Nya, dan tidak terpengaruh, tidak terbingungkan oleh ketiga sifat alam benda tersebut, maka dunia ini tidak ada ceritanya lagi. Jagad raya tidak punya kisah lagi. Roda Sang Kala pun berhenti berputar.

Demikian penjelasan Bhagavad Gita 7:13 dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Berikut ini penjelasan leluhur kita dalam Kitab Vrhaspati Tattva, ketiga sifat tersebut oleh Sang Transcreator dikaitkan dengan mind.

buku dvipantara jnana sastra

Cover Buku Dvipantara Jnana Sastra

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

“Sattva itu ringan dan bercahaya. Rajas itu berubah-ubah. Tamas itu berat dan gelap. Inilah karakteristik mind. Vrhaspati Tattva 15

DAN, MIND ADALAH BAGIAN DARI MATERI. Mind adalah Dark Matter, Materi Gelap, Materi Tak Terlihat yang disebut-sebut oleh para ilmuwan kontemporer. Sesungguhnya ia trasparan, sehingga tak terlihat. Menyebutnya “gelap” / “dark” tidak salah juga. Karena, kegelapan adalah persepsi kita. Kita tidak bisa melihatnya, jadi kita menyebutnya gelap untuk memudahkan.

Mengenai tiga kualitas ini – ketiganya adalah bahan yang dibutuhkan oleh hidup untuk terjadi, dibutuhkan oleh semesta-semesta untuk mewujud. Tanpa salah satunya – yang mana pun – seluruh kehidupan, seluruh semesta, seluruh ciptaan atau keberadaan menjadi pincang.

Tidak ada yang bisa bertahan. Tanpa salah satunya, seluruh keberadaan akan jatuh dalam ketiadaan.

Adalah mind, Elemen Mind dengan tiga karakteristiknya atau triguna yang menjadi sebab dari segala keberadaan, sebagaimana dijelaskan berikut ini……

 

“Keselamatan; surga dan neraka; keberadaan binatang dan manusia – semua itu disebabkan oleh mind, atau tepatnya, gejolak mind.” Vrhaspati Tattva 16

 

PERGERAKAN MIND, apa yang disebut, apa yang dianggap sebagai gejolak mind menyebabkan apa yang kita istilahkan sebagai kebajikan dan kejahatan, amal saleh dan dosa. Ini semua tergantung pada karakteristik mental mana yang dominan…..

 

“Kejujuran, ketidakterikatan, kelembutan, kekuatan, kemampuan penguasaan diri, ketrampilan, keramahan, dan indah dalam segala aspek – ini adalah karakteristik dari Mind yang Sattvika.” Vrhaspati Tattva 17

 

KETIKA KUALITAS-KUALITAS INI DOMINAN, mind disebut sebagai Sattvika. Ini harus dipahami secara tepat.

Dengan Sattva yang dominan, tidak berarti bahwa dua kualitas lain dari rajas dan tamas tidak ada lagi. Ketiganya selalu ada bersama; hanya dominasinya saja yang terus berganti antara satu dengan yang lain.

Dengan dominasi Sattva atau kualitas Sattvika memegang kendali, seseorang menjadi tenang tapi dinamis. Dinamisme tersebut datang dari sifat rajas. Tanpa sifat tersebut, tanpa sedikit rajas, seseorang tidak bisa bergerak. Demikian pula, sedikit tamas dalam orang yang dominan Sattva menjadikan ia “malas” untuk bergosip, memfitnah, dan segala macam kegiatan yang merendahkan diri.

 

“Kekejaman, kebanggaan, kekerasan, keganasan, keserakahan, ketidakstabilan, kezaliman, dan kecerobohan adalah karakteristik dari Mind yang Rajasika.” Vrhaspati Tattva 18

 

SEMUA KUALITAS ATAU KELEMAHAN INI, disebabkan oleh “dominasi” rajas. Ketika sattva dominan, semua kelemahan ini kehilangan sifat “agresif” mereka, dan bertransformasi menjadi “dinamisme”.

Akan tetapi, bagi para prajurit yang bertempur membela ibu pertiwi, bangsa mereka – dominasi rajas menjadi penting. Di medan tempur, perkaranya adalah  “bertempur atau mati”. Prajurit tidak semestinya berpikir dengan tenang tentang apa yang benar dan apa yang salah. Itu adalah tugas panglima mereka. Bahkan bukan tugas komandan lapangan.

Berarti, semua karakteristik ini memiliki kegunaannya masing-masing. Kita mungkin membutuhkan versi rajas yang terhalus dalam bentuk dinamisme, namun, versi terkuatnya juga dibutuhkan ketika waktu dan peran yang kita mainkan dalam panggung kehidupan ini menuntut demikian.

 

“Kemalasan, sikap penecut, kelesuan, tidur, membunuh, kecerobohan, duka cita, kebodohan, kesialan, dan keterikatan yang terus-menerus adalah karakteristika dari Mind yang Tamasika.” Vrhaspati Tattva 19

 

SEKALI LAGI, KEBANYAKAN KARAKTERISTIK DI ATAS menjadi nyata saat tamas memegang kendali.

Ketika sattva memegang kendali, kita hanya membutuhkan sedikit tamas. Contohnya, kita masih butuh tidur. Dan, kita juga perlu tidak peduli terhadap hal=hal yang tidak menunjang evolusi atau peningkatan Jiwa Individu kita.

 

Mind yang sangat Sattvika, atau mind yang didominasi Sattva, bebas dari noda. Seperti substasi eterik ruang; bahkan, seperti Hyang Tunggal, mind tersebut (tidak pandang bulu, bebas kejahatan, dan) sangat baik. Adalah mind tersebut yang menuntun seseorang pada pelepasan total – kebebasan atau pembebasan terakhir dan kelahiran dan kematian berulang.” Vrhaspati Tattva 20

 

ADALAH MIND DOMINAN SATTVA yang menuntun kita pada Moksa, Kebebasan Mutlak.

Mind yang dominan Rajas dan Tamas membuat kita tetap terikat di sini, terikat dengan keberadaan. Segala keterikatan disebabkan oleh sifat-sifat rajas dan tamas. Sedangkan ketidak terikatan adalah buah Sattva. Cinta tak bersyarat dan tanpa pamrih  adalah hasil dari Sattva.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2016). Dvipantara Jnana Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s