11 Obsesi yang Menjatuhkan Kesadaran? Termasuk Memelihara Hewan?

buku dvipantara yoga sastra anjing membayangkan senggama dengan majikannya

Anjing suka memikirkan sanggama dengan orang yang menyanyanginya

Tergila-gila, terobsesi, dan kecanduan dengan hal-hal berikut — bahkan seorang yang tercerahkan, seorang praktisi-ahli disiplin Yoga (sebagaimana yang disebutkan lebih awal), bisa mengalami kejatuhan.

  1. Wanita/Lawan-Jenis, Persetubuhan;
  2. Minuman/Obat-obatan yang Memabukkan, dan sebagainya — termasuk tembakau, rokok, cerutu, dan semacamnya;
  3. Berjudi, termasuk juga segala bentuk games atau permainan, kontes, undian berhadiah, lotre, dan sebagainya, yang secara langsung maupun tidak langsung mengandung unsur judi;
  4. Berburu, Menyakiti hewan untuk hiburan dan kesenangan;
  5. Berpesta, termasuk ritual-ritual rumit dan sebagainya;
  6. Tidur Berlebihan;
  7. Keterikatan Berlebihan pada Wilayah Pegunungan;
  8. Keterikatan Berlebihan pada Rumah dan Kenyamanan Rumah;
  9. Keterikatan Berlebihan pada Gagasan tentang Kehampaan;
  10. Keterikatan Berlebihan pada Makanan; dan,
  11. Keterikatan Berlebihan pada Olahraga Air, Tepi Laut, Tepi Sungai, dan sebag

buku dvipantara yoga sastra

Cover Buku Dvipantara Yoga Sastra

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

ll Vrati Sasana 35 ll

stri-pzana-dyuta-saktatvarh mrgayahvanasaktata

nidra-giri-grha-sunya-asana-jala-saktata

 

SANG TRANSKREATOR JAWA KUNA/KAWI BAHKAN MEMPERINGATKAN Para Praktisi Ahli Prinsip-Prinsip dan Gaya Hidup Yoga supaya senantiasa berjaga-jaga.

Lebih lanjut ia berkata bahwa setelah terjatuh akibat salah satu dari sifat-sifat negatif di atas, seseorang tidak dapat mencapai Siva-pada, keadaan Siva, Hyang Maha Membahagiakan. Ini berarti, ia harus lahir kembali untuk menyelesaikan obsesinya.

Ayat berikutnya membahas tentang kelahiran kembali yang harus dialami oleh mereka. Tetapi sebelum itu, marilah kita membahas obsesi-obsesi ini satu per satu:

 

WANITA/LAWAN JENIS. Jangan menyalahpahami anjuran sang resi, tidak ada yang salah dengan wanita atau pria. Sang resi juga tidak menentang persetubuhan atau tindakan seksual yang tepat secara moral. Nasihatnya adalah jangan terobsesi dengan seks.

Ada orang-orang yang begitu terobsesi dengan seks sehingga setiap hal; bahkan berjumpa dengan seseorang pun bisa memicu “sensor seksual” mereka, katakanlah demikian.

Di ekstrim lain, ada yang menganggap seks atau bahkan pembicaraan tentang seks sebagai sesuatu yang tabu. Menariknya, merekajuga terobsesi dengan seks. Mereka mungkin tidak berbicara tentang seks, tetapi mereka pun rnemikirkan tentang seks setiap saat.

 

MINUMAN MEMABUKKAN — Minuman Beralkohol, Narkoba, Rokok, dan lain-lain. Ini adalah tentang kecanduan. Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan alkohol, jika dikonsumsi sebagai obat untuk alasan kesehatan, tetapi salah total dengan ketergantungan terhadapnya.

“Oh, begitu,” kata Hola, “Aku tidak kecanduan. Aku hanya minum satu atau dua sloki setiap malam.”

Nah, satu atau dua sloki “setiap malam” adalah kecanduan. Hola tidak paham dan membela diri, “Hanya sebelum tidur, supaya aku bisa tidur nyenyak.” Nah, ini jelas kecanduan. Tidak bisa tidur nyenyak tanpa satu atau dua sloki, atau bahkan setengah sloki adalah sama saja dengan kecanduan.

Banyak orang berbicara dengan begitu semangat tentang buruknya narkoba. Tetapi, ketika menyangkut rokok — mereka diam. Karena mereka sendiri kecanduan rokok.

Orang bisa kecanduan apa saja – kopi, teh, soda, dan bahkan air, “Saya hanya minum air putih.” Tidak diragukan lagi bahwa air adalah obat terhebat. Air adalah sarana detoksifikasi terbaik. Air membilas segala racun — namun menjadi fanatik dengan air bisa jadi adalah tanda kecanduan. Seseorang harus jujur dengan dirinya sendiri terkait hal semacam ini.

 

BERJUDI – Nah, ini bisa menjadi hal yang sangat sensitif, karena banyak hal di masa modern ini termasuk future trading dalam valuta asing, komoditas, dan lain-lain; bisnis yang bersifat spekulatif murni, bahkan game online yang sangat populer — semuanya mesti termasuk dalam kategori judi.

Perjudian tidak lagi terbatas pada pennainan kartu. Perjudian tidak terjadi di kasino saja. Sekarang perjudian bisa berbasiskan internet. Salah satu dampak buruk dari intemet adalah ia bisa mengubah setiap rumah menjadi kasino, menjadi arena perjudian.

 

BERBURU DAN MENYAKITI HEWAN – seseorang mungkin berpikir bahwa berburu adalah kegiatan senggang yang sudah kuno dan ketinggalan zaman, Siapa lagi yang mau berburu sekarang ini?”

Nah pergi saja ke toko hewan atau petshop mana pun.

Apa yang dilakukan oleh para hewan di sana? Apakah mereka ada di sana atas keinginan mereka sendiri? Apakah mereka berjalan masuk ke dalam toko untuk menjual diri? Renungkan!

Anjuran ini juga harus mencakup “mengerangkeng hewan” — menjadikan mereka tawanan, menghilangkan kebebasan rnereka untuk bergerak, menjauhkan mereka dari habitat alami.

Kita mungkin berpikir bahwa kita mencintai hewan peliharaan kita. Ketika anjing kita menjilat kita, kita mungkin menyalahartikan itu sebagai cintanya pada kita. Tidak mungkin, anjing dan hewan-hewan lain harus berevolusi lebih lanjut untuk rnengetahui apa itu cinta.

Hewan bisa menjadi terikat dengan kita karena kita memberi mereka makan; kita memperhatikan mereka. Namun, menjadikan mereka sebagai peliharaan sama sekali tidak membantu evolusi mereka.

 

HEWAN PELIHARAAN MANA PUN TIDAK HIDUP SEBAGAIMANA MESTINYA. Ia melakoni hidup yang tidak utuh sebagai hewan yang mesti “tampak” riang. Ia harus mempelajari “cara-cara aneh” untuk menyenangkan tuannya, karena hanyalah ketika sang tuan senang maka ia memperoleh makanan ekstra atau belaian “sensasional”.

Mereka yang mempelajari perilaku hewan mengatakan bahwa semua hewan peliharaan, terutama anjing sangat sering memikirkan tentang “sanggama” — bersetubuh dengan tuan mereka. Inilah versi cinta ala para hewan peliharaan. Mereka yang memiliki pandangan sama tentang cinta mungkin menganggap ini sangat “alami”. Ya, alami bagi para hewan. Ya, alami sebagai insting hewani. Tetapi kita — sebagai hewan yang disebut manusia – dianugerahi dengan lapisan tambahan pada otak, Neo-Cortex, yang seharusnya memungkinkan kita mendefinisikan kata “cinta” dengan cara yang berbeda, dengan gaya yang berbeda.

Dikutip dari (Krishna, Anand. (2015). Dvipantara Yoga Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

One thought on “11 Obsesi yang Menjatuhkan Kesadaran? Termasuk Memelihara Hewan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s