Sebijak-Bijaknya Seseorang Tetaplah Rentan Terhadap Godaan Seks?

 

buku dvipantara dharma sastra jangan lama pandang bagus

Jangan lama-lama berpandangan dengan lawan jenis.

Setiap orang memiliki daya magnet, ada yang kekuatannya melebihi kekuatan Anda, ada yang kurang. Tetapi, tanpa kecuali, setiap orang memilikinya. Selain itu ada juga ketertarikan alami antara lawan jenis. Dengan saling memandang untuk beberapa lama saja sudah terjadi interaksi energy, walau tidak sekata pun terucap. Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2012). Sanyas Dharma Mastering the Art of Science of Discipleship Sebuah Panduan bagi Penggiat Dan Perkumpulan Spiritual. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Dalam buku tersebut disampaikan solusi agar setiap pikiran tentang seks mesti dideteksi langsung dan dialihkan pada suatu yang kreatif, misalnya menulis.

Berikut ini pandangan leluhur kita sekitar abad 8 tentang daya tarik lawan jenis dalam kitab Sara Samuccaya……..

buku Dvipantara Dharma Sastra cover_ED

Cover Buku Dvipantara Dharma Sastra

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Sara Samuccaya 439

Seorang perempuan ibarat batu bara yang sedang membara. Seorang pria ibarat cawan penuh dengan ghee, minyak/mentega yang dibuat dari susu. Jika seorang pria mendekati seorang perempuan, maka niscaya ia akan meleleh. Jika ia berjauhan, maka ia tetap beku, tetap teguh.

Sloka ini merupakan nasihat bagi para petapa, calon petapa, rnaupun anak-anak muda yang masih menimba ilrnu — baik pemuda maupun pemudi – supaya senantiasa menjaga diri.

 

Sara Samuccaya 440

sebagaimana juga dengan beberapa ayat sebelumnya — ayat ini, sloka ini hingga sloka 446 adalah dimaksudkan bagi para petapa, calon petapa, dan muda-mudi yang masih belum waktunya untuk berhubungan seks sesuai dengan dharma, nilai-nilai keluhuran. Maka, hendaknya sloka-sloka ini diapresiasi dan dipahami dengan pengertian demikian.

Seorang perempuan ibarat wujud nyata Maya, ilusi yang menyebabkan adanya alam benda ini. Sebab itu, ia pun mewarisi sifat-sifat negatif seperti amarah dan kecemburuan. Sesungguhnya, bukanlah seorang perempuan saja, tetapi alam semesta dengan segala, seluruh isinya adalah Maya —ilusi. Dengan melihat, menyaksikan wujud nyata Maya dalam diri seorang perempuan, sesungguhnya seorang bijak malah dapat melampauinya dengan mudah. Kemudian dengan terlampauinya Maya, sifat-sifat rendahan seperti amarah dan cemburu pun akan ikut terlampaui.

 

Sara Samuccaya 441

Seorang perempuan memang memiliki daya tarik alami. Sebab itu, hendaknya seseorang yang memang tidak, atau belum ingin berkeluarga — senantiasa berwaspada dalam segala hubungannya yang terkait dengan perempuan.

 

Sara Samuccaya 442

Mereka yang berkehendak untuk melepaskan diri dari segala keterikatan duniawi, mesti selalu sadar akan sifat alam benda yang tidak langgeng. Termasuk badan dan alat kelamin yang semuanya akan punah.

 

Sara Samuccaya 443

Sebijak-bijaknya seseorang, tetaplah ia rentan terhadap godaan seks — terhadap alat kelamin berukuran sebesar jejak kaki kijang. Pengertiannya ialah godaan seks mesti diatasi; dan segala perbuatan yang melanggar nilai-nilai luhur kebajikan atau dharma, mesti dihindari.

 

Sara Samuccaya 444

Nafsu birahi dan alat kelamin, sungguh telah membingungkan seluruh jagad; begitu banyak orang melihat alat kelamin sebagai sarana untuk kepuasan birahi saja. Tidak memperhatikan fungsi-fungsi lain yang justru lebih utama. Misalnya sebagai saluran pembuangan air seni dan sebagai sarana reproduksi untuk menghasilkan keturunan yang dapat berkontribusi dalam masyarakat.

 

Sara Samuccaya 445

Disebabkan oleh nafsu birahi yang tidak terkendali, seseorang bisa menjadi sebab sirnanya harkat dan martabat dirinya, sekaligus nama baik keluarga. Dengan terus-menerus melayani nafsu, seseorang kehilangan segala kekuatan, bahkan juga kekayaannya.

Pengertiannya karena mengejar nafsu siang dan malam, ia membuat dirinya lemah dan tidak bisa bekerja dengan baik, karena seluruh perhatian serta kesadarannya terpusatkan pada birahi saja.

 

Sara Samuccaya 446

Adalah sungguh menakjubkan, mengherankan bahwa sebagian kecil dari badan manusia, yang sesungguhnya juga penuh kotoran, atau lebih tepatnya sebagai sarana pembuangan kotoran, telah sedemikian rupa menjerat rnanusia.

 

Sara Samuccaya 447

(Sebab itu) hendaknya seseorang (yang memang telah memutuskan untuk mempraktekkan hidup selibat) tidak memikirkan, mendengar, dan melihat sesuatu yang dapat memicu nafsunya. Misalnya, melihat seseorang yang sedang ganti baju dapat rnenggoda seseorang yang berpikiran lemah, dalam pengertian tidak mampu mengendalikan nafsunya.

Demikian, sesungguhnya sloka ini juga menasihati kita untuk memperbaiki, memperkuat, dan mengembangkan pengendalian diri kita.

Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Dvipantara Dharma Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies)

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

 

Link: http://www.booksindonesia.com

Link: http://www.oneearthcollege.com/

 

Banner utk di web

oec2elearning-banner

Advertisements

One thought on “Sebijak-Bijaknya Seseorang Tetaplah Rentan Terhadap Godaan Seks?

  1. Reblogged this on Ni Made Adnyani and commented:
    setiap kali muncul keinginan – keinginan seks, lampaui, alihkan pada kegiatan – kegiatan baik nan terpuji. sloka – sloka ini juga bagi mereka yang berkomitmen dalam membangun hubungan jarak jauh.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s